Friday, March 29, 2013

Mais qui a re-tué Pamela Rose? (Movie Review)




·  Title : Mais qui a retué Pamela Rose ?

·  Directors : Kad Merad et Olivier Baroux

·  Scenario : Kad Merad, Olivier Baroux et Julien Rappeneau

·  Music : Hervé Rakotofiringa

·  Production : LGM Cinéma, Gaumont, Nexus Factory, uFilm et SPAD Films

·  Distribution : Gaumont

·  Country : France

·  Budget : 12.320.000 euros

·  Language: french (français)

·  Genre : comedy policier

·  Duration : 90 minutes

·  Release Date : France, Belgium : 5 décembre 2012

Bagi orang yang mengerti bahasa Perancis, judul film Perancis yang satu ini sangat menarik dan bikin penasaran. Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya “Siapa yang membunuh lagi Pamela Rose?”. Orang kalau udah dibunuh dan meninggal, apa bisa dibunuh lagi ? Tapi ternyata ini adalah film komedi policier yang ditulis, disutradarai dan sekaligus dibintangi oleh Kad Merad dan Olivier Baroux. Pertama kali diputar tanggal 5 Desember 2012, film ini merupakan kelanjutan dari film « Mais qui a tue Pamela Rose ? » yang keluar tahun 2003 dan disutradarai oleh Eric Lartigau. 


Film ini diawali dengan agen FBI Douglas Riper (Olivier Baroux) yang menerima panggilan dari Sheriff Bornsville bahwa peti Pamela Rose dicuri, dia melihat adanya kesempatan untuk berhubungan kembali dengan mantan rekan setimnya Richard Bullit (Kad Merad). Seorang teman baik di FBI yang bertengkar selama bertahun-tahun dengannya karena masalah perempuan. Omar Sy yang main di film Intouchables juga main di film ini, berperan sebagai Mosby, pengawal Presiden Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat

Dua mantan agen FBI yang pernah berjaya ini akhirnya bertemu untuk menyelidiki kasus tersebut, tanpa sadar bahwa mereka benar-benar masuk perangkap seorang pria yang ingin membalas mereka berdua juga. Ternyata pria itu juga ingin membunuh Presiden Amerika Serikat yang dalam film ini merupakan seorang wanita cantik dan belum menikah bernama Barbara Applepie! Dalam setiap bagian cerita, pasti ada saja yang membuat kita tertawa. Entah karena kelakuan konyol kedua agen FBI itu, maupun humor-humor yang memainkan linguistik. Apalagi jika kita mengerti bahasa Perancis, kita akan lebih mengerti di mana letak kelucuan dialog-dialognya.


Dalam cerita disebut istilah “président des Etats-Unis of America” padahal dalam bahasa Perancis, Etats-Unis sudah mengacu pada Amerika Serikat. Lalu mereka juga membuat lagu kebangsaan Amerika Serikat sendiri yang kata-katanya lucu. Kita juga bisa lihat isi dari pesawat Air Force One yang gokil! Meskipun dari segi cerita film ini sangat ringan dan gak perlu mikir banget, tapi film ini sangat menghibur dan cukup sering membuat kita tertawa, bahkan sejak awal film dimulai. 


Penilaian pribadi penulis, film ini berhak mendapat 2,5 dari 5,0



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...