Thursday, December 20, 2012

Semangat Bandung untuk Palestina


      Palestina adalah satu-satunya negara yang hingga kini masih berada dalam belenggu penjajahan. Di saat semua negara di dunia menikmati kemerdekaannya dan mengisinya dengan pembangunan di segala bidang, Palestina masih berjuang untuk mendapatkan hak-haknya yang masih dirampas. Wilayah teritorinya terus dicaplok dan kian lama kian menyusut, anak-anak Palestina pun tumbuh dalam kondisi peperangan ataupun tumbuh di tempat-tempat pengungsian baik itu di wilayah Palestina sendiri maupun di tempat pengungsian negara tetangga. Kita pun sudah sering menyaksikan melalui internet ataupun televisi bagaimana penderitaan anak-anak dan wanita di Palestina yang terus menjadi korban perang.


Dukungan Indonesia bagi Palestina

      Meskipun secara geografis jarak Palestina dan Indonesia cukup jauh, namun secara historis dan diplomatis, kita sangatlah dekat. Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ucapan selamat yang diberikan oleh Mufti Besar Palestina yang bernama Amin Al-Husaini melalui Radio Berlin berbahasa Arab pada tanggal 6 September 1945. Sejak dulu, negara kita selalu menunjukkan rasa simpati dan dukungan bagi bangsa Palestina. Dalam Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung, Indonesia memutuskan untuk mengundang Palestina dan tidak mengundang Israel. Melalui hasil akhir (Komunike Akhir) KAA 1955 pun tercermin solidaritas bangsa Asia Afrika untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan tercapainya perdamaian di Timur Tengah.
Wilayah Palestina yang terus mengecil
     Wujud dukungan Indonesia terhadap Palestina terus berlanjut hingga kini. Berbagai bentuk penggalangan dukungan telah dilakukan Indonesia mulai dari pengiriman Kontingen I Garuda di Perang Arab-Israel (1959), KTT Gerakan Nonblok, NAASP (New Asian-African Strategic Partnership) hingga forum-forum internasional lainnya. Berbasis pada Politik Luar Negeri Bebas Aktif, Indonesia secara konsisten mengawal dukungan perjuangan rakyat Palestina.

Foto Bung Hatta dan Mufti Besar Palestina
    Selain bantuan dalam bidang diplomasi internasional yang tidak henti-hentinya bagi Palestina, Indonesia pun terus membantu Palestina dalam berbagai bidang. Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa mengatakan bahwa selama bertahun-tahun Indonesia telah memberikan bantuan berupa peningkatan kapasitas bagi Palestina di berbagai bidang dan berkomitmen untuk melatih kurang lebih 1000 orang Palestina pada 2013 mendatang. Selain pemerintah Indonesia, berbagai organisasi kemasyarakatan, partai politik, organisasi kemanusiaan, dan bahkan rakyat Indonesia secara individu dan kelompok terus bersimpati atas perjuangan rakyat Palestina dan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Berbagai bantuan Indonesia untuk Palestina tersebut diantaranya berupa uang, obat-obatan, relawan, alat kesehatan, tim medis, dan program beasiswa mahasiswa Palestina di Indonesia.
   Mengapa Indonesia terus mendukung perjuangan Palestina? Bagi Indonesia, kemerdekaan Palestina menjadi salah satu kepentingan nasional yang utama. Kemerdekaan Palestina adalah amanah Konstitusi Indonesia karena dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 telah dinyatakan bahwa “Kemerdekaan adalah hak segala bangsa”, termasuk hak bangsa Palestina. Presiden pertama Indonesia, Soekarno, pun pernah berujar "Selama kemerdekaan bangsa Palestina beloem diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itoelah bangsa Indonesia berdiri menentang pendjadjahan Israel.". Oleh karena itulah, menjadi kewajiban kita bersama sebagai bangsa Indonesia untuk terus mendukung tercapainya Palestina yang merdeka.





Bandung Spirit for Palestine di Museum Konferensi Asia Afrika

      Sebagai salah satu bentuk dukungan bagi Palestina dan sebagai implementasi Bandung Spirit yang dihasilkan dalam Konferensi Asia Afrika, maka di akhir tahun ini Museum Konferensi Asia Afrika menyelenggarakan berbagai kegiatan menarik yang bertajuk Bandung Spirit for Palestine”. Mengawali rangkaian kegiatan, pada hari Rabu tanggal 26 Desember 2012 “Culture Festive: Arabian Dayakan diadakan di Ruang Audiovisual Museum KAA. Dalam acara itu akan dihadirkan seni budaya Timur Tengah dan The Beauty of Hijab Workshop pada Pkl. 13.00-16.00 WIB. Acara akan dilanjutkan dengan bedah buku karya R. Garaudy, “Israel dan Praktik Zionisme” pada Pkl. 17.00-20.00 WIB. Thomas Siregar, Kepala Museum KAA memaparkan “Informasi yang berimbang tentang isu Timur Tengah diharapkan dapat menjawab segala rasa ingin tahu kita selama ini, khususnya kalangan generasi muda”.

Bendera Palestina
      Tak lupa bagi peminat film, khususnya genre sejarah, sebuah film kolosal berlatar Timur Tengah, “Kingdom of Heaven akan digelar hari Kamis tanggal 27 Desember 2012 Pkl. 13.00-17.00 WIB di Ruang Audiovisual Museum KAA. Film akan dikupas tuntas oleh Alfitri Adlin dan Tobing, Jr. dalam diskusi seru yang dimoderasi Adew Habtsa. Dengan pemutaran dan diskusi film ini kita bisa mendapatkan pengetahuan baru mengenai sejarah Timur Tengah dan sejarah Perang Salib di abad ke-12 dengan cara yang menyenangkan.

Trailer Film "Kingdom of Heaven"


        Di hari terakhir di tahun 2012 ini, Senin 31 Desember, Pkl. 13.00-17.00 WIB akan digelar talkshow “Bandung Spirit: Dulu, Kini & Masa Depandi Ruang Pamer Tetap Museum KAA. Talkshow akan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Direktur Timur Tengah - Kemlu, Budhyana Kartawidjaja (Pimred. HU Pikiran Rakyat), Dina Y. Sulaeman (Pengamat Hubungan Internasional dan Kajian Timur Tengah) dan Hendrajit (Direktur Eksekutif Global Future Institute) serta Teuku Reza (Dosen Universitas Padjadjaran) sebagai moderator.
       Pada kesempatan ini juga, pameran foto “Bandung Spirit for Palestine” direncanakan akan dibuka resmi oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Pameran berlangsung hingga akhir Januari 2013 dan terbuka untuk umum. Awal mula konflik Timur Tengah hingga tercapainya pengakuan Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat disajikan secara apik untuk pengunjung museum. Pameran foto ini bisa jadi acara yang tidak boleh dilewatkan bagi penggemar fotografi, sejarah, politik luar negeri maupun bagi orang-orang yang peduli pada Palestina.
      Masih dalam rangkaian kegiatan, Museum KAA sambut malam pergantian tahun 2012-2013 pada Senin (31/12) dengan menawarkan layanan khas tahunan Night at the Museum. Sejak Pkl. 19.00-00.59 WIB, kita bisa menikmati sensasi suasana mengunjungi museum di malam hari. Selain itu, kita juga bisa menikmati berbagai pertunjukkan bernafas kebangsaan berupa seni akustik, angklung hingga penampilan teatrikal dan stand aneka kuliner di Selasar Timur Museum KAA. Bagi masyarakat Bandung dan luar kota yang berkunjung ke Bandung, menikmati pergantian tahun di Museum KAA bisa jadi salah satu pengalaman baru yang menyenangkan dan tak terlupakan.


     Semua kegiatan ini terbuka untuk umum dan GRATIS, dan terselenggara dengan semangat kerja sama antara Museum KAA, Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta didukung oleh kalangan komunitas masyarakat, antara lain: Sahabat Museum Konperensi Asia Afrika (SMKAA), Komunitas Film LayarKita, Asian-African Reading Club (AARC) serta berbagai komponen masyarakat lainnya. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Museum Konperensi Asia-Afrika di no telp.: (+62-22) 4233564 / Faks.: (+62-22) 4238031 atau melalui jejaring sosial Twitter: @AsiAfricaMuseum dan Facebook: Friends of Museum of the Asian-African Conference. Ayo nikmati berbagai acara menarik di atas sekaligus tunjukkan kepedulian kita terhadap Palestina, datang langsung ke Museum Konperensi Asia-Afrika di Jalan Asia Afrika No.65 Bandung 40111. 

Peta Lokasi Museum KAA: "B"

Thursday, December 13, 2012

Lomba Menulis Aku dan Sahabat Disabilitasku

Ayo ikuti Lomba Menulis bertema Aku dan Sahabat Disabilitasku
Lomba terbuka bagi siapa saja, termasuk bagi penyandang disabilitas. 
Bagi peserta yang mempunyai blog, harap mengikuti prosedur di bawah ini.
Bagi yang tidak punya, bisa mengirimkan karya tulisnya minimal 2500 KARAKTER ke email sahabat.disabilitas@gmail.com atau sahabatmkaa@yahoo.com
Untuk info lebih lanjut bisa tanya ke akun twitter Sahabat Disabilitas di @Sahabat_Difabel atau fanpage http://www.facebook.com/sahabat.disabilitas  
Ayo ikutan dan kasih tau temen-temen lainnya. Ada hadiah uang tunai loh! 


Wednesday, December 5, 2012

Menunggu Kado Natal dari Perancis

Tanggal 3 Desember 2012 jadi hari yang cukup mengecewakan bagi saya karena hari itu adalah pengumuman sebuah ujian dan saya dinyatakan tidak lolos. Saya memang menyadari bahwa untuk mengikuti ujian itu saya tidak punya banyak waktu untuk berlatih, ditambah ujiannya sangatlah sulit.

Sampai di rumah pulang dari tempat kerja, saya pun semakin bete, ditambah rasa capek. Di Gtalk tiba-tiba pacar saya mengirim pesan kalau dia udah liat juga pengumuman itu dan meskipun saya tidak lolos dia tetap menyemangati saya. Dia bilang 'Hari ini meskipun kamu punya berita buruk, tapi aku punya berita bagus buat kamu". Setelah makan dan mandi, saya pun connect ke Skype dan ngobrol dengannya. Seperti biasa, di saat saya lagi sedih, bete, atau bad mood lainnya, si pacar emang selalu bisa bikin mood jadi baik. Selain karena orangnya gokil dan suka ngebodor, tapi dia juga romantis banget. :D 

Trus tiba-tiba dia bilang "Kamu tau ga ini kode apa?" sambil menunjukkan sebuah kode kombinasi huruf dan angka. Feeling saya langsung bilang  kalo itu kode untuk pengiriman paket internasional, "C'est un colis non?" kata saya ke dia. Ternyata bener! Dia baru saja kirim paket pos buat saya. Dia bilang itu buat hadiah Natal. Wah.....rasa sedih langsung tergantikan rasa haru... Baik banget dia.... Dia merahasiakan isi paket itu apa saja, dia hanya memberitahukan kalau ada benda yang bisa dimakan dan yang tidak. Tahun lalu dia juga kasih kado Natal yang banyak, bagus dan tak terbayangkan. Ternyata Tuhan selalu sayang dengan saya lewat berbagai cara, termasuk lewat orang yang mencintai saya. :) Tapi saya harus bersabar karena sebuah paket dari Perancis ke Indonesia membutuhkan waktu yang tidak sebentar --"

Tuesday, December 4, 2012

BIOSCOOP CONCORDIA Desember 2012






Jadwal "BIOSCOOP CONCORDIA" Museum KAA
Periode Desember 2012
di Ruang Audiovisual Museum KAA
Kompleks Museum KAA - Gedung Merdeka
Jalan Asia Afrika No.65 Bandung 40111

Kegiatan Terbuka untuk UMUM dan GRATIS
(Dalam Rangka Peringatan Hipendis 2012)
Ayo dateng.....!! :)

Friday, November 30, 2012

Sedikit Cerita Tentang HIV/AIDS



HIV/AIDS beberapa tahun kebelakang bukan sebuah istilah yang akrab di telinga saya dan saya juga ga ngerti banget apa itu HIV/AIDS. Tapi berkat kampanye-kampanye yang gencar dilakukan oleh para aktivis HIV/AIDS dan peringatan Hari AIDS Sedunia setiap tanggal 1 Desember yang sering diliput media, saya pun jadi tertarik buat tahu lebih dalem apa itu HIV/AIDS. Apalagi sekarang dengan kemajuan teknologi dan hadirnya internet, kita bisa nemuin dengan gampang semua hal tentang HIV/AIDS

Virus HIV


Dulu yang ada di pikiran saya, HIV/AIDS tuh penyakit yang sangat menakutkan karena orang-orang bilang kalo penyakit ini belom ada obatnya. Tapi berkat internet saya jadi tahu secara mendetil tentang HIV/AIDS dan itu mengubah pemikiran saya. HIV adalah kependekan dari Human Immunodeficiency Virus yaitu virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini akan membuat penderitanya jadi rentan terkena penyakit lain. Terus kalo AIDS itu apa? AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. Jadi orang yang terinfeksi HIV belom tentu dia AIDS juga selama dia minum obat secara teratur dan hidup sehat trus ga terinfeksi penyakit berat lainnya. Ada ukuran tertentu buat mengategorikan seseorang itu masuk ke fase AIDS atau bukan. Orang yang tertular virus HIV juga bisa terlihat sehat-sehat aja kayak orang lain, kita bisa tahu kita tertular HIV atau nggak hanya dengan cara pemeriksaan darah.


Emang bener kalo virus HIV ini belom ada obatnya, tapi kalo kita pikirkan lebih jauh, toh penyakit kanker juga belom ada obatnya kan? Banyak juga orang yang meninggal karena kanker, bahkan kakek saya sendiri dan omnya pacar saya. Jadi, kenapa kita mesti takut dan mengucilkan orang yang menderita HIV atau sering disebut ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS)? Mungkin masyarakat banyak yang menganggap HIV/AIDS adalah penyakit yang kotor dan hina karena mereka berpikir kalo orang yang terkena HIV/AIDS adalah orang yang suka gonta-ganti pasangan seks atau pengguna narkoba. Bahkan salah satu Menteri kita pun pernah berkicau sembarangan dan ngasih stigma negatif buat ODHA.

Red Ribbon

Kenyataannya emang bener kalo HIV bisa menular jika kita gonta-ganti pasangan (melakukan hubungan seks) tanpa kondom dan melalui jarum suntik yang digunakan secara bersamaan. Tapi bukan berarti kita bisa menstigma ODHA seperti itu kan? ODHA bukan hanya tertular HIV melalui dua cara itu aja, ada juga yang tertular melalui donor darah meskipun angkanya kecil, proses persalinan, ataupun penularan dari suami ke istrinya. Coba bayangin anak yang baru lahir yang gak berdosa dan gak tau apa-apa bisa juga terinfeksi virus HIV melalui proses persalinan karena ibunya adalah seorang ODHA. Terus apa kita mau menstigma anak itu juga? Apa salah dia dan bayangkan gimana perasaannya saat dia besar nanti kalau dia dapet stigma negatif dari masyarakat yang picik itu?! Sebenernya ibu yang terinfeksi HIV bisa melahirkan anak tanpa HIV dengan proses persalinan tertentu, tapi banyak orang yang masih blom tahu hal ini.


Ada juga istri yang jadi ibu rumah tangga ternyata tertular HIV dari suaminya yang suka “jajan sembarangan” di luar tanpa sepengetahuan dia dan ternyata suami telah terinfeksi HIV. Setiap suaminya minta berhubungan suami-istri tentu aja istrinya ga bisa nolak dong? Kalau sang istri itu jadi tertular HIV dengan cara seperti itu lalu apa kita bakalan menstigma negatif juga dan menyamaratakan semua ODHA? Rasanya picik banget kalau kita seperti itu. Diskriminasi dan stigma udah seharusnya dihapuskan dan dijauhkan dari pikiran kita masing-masing. Tambahan info nih, menurut Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), sampai akhir 2010, jumlah ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV/AIDS jauh lebih banyak dibanding pekerja seks komersial. 


ODHA adalah manusia biasa yang sama seperti kita, yang ngebedain cuma virus yang ada di tubuh mereka, selebihnya mereka sama. Lagian virus HIV gak bisa menular sembarangan kok. Virus HIV cuma bisa menular lewat kontak darah dan cairan tubuh lainnya kayak sperma, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI). Virus ini ga bisa menular melalui kontak biasa melalui kulit. Bahkan kita bisa berpelukan, pake gelas, alat makan, kamar mandi dan alat olah raga barengan sama ODHA. Jadi jangan takut buat berinteraksi dengan ODHA. 

Jauhi Virusnya bukan ODHAnya!


Bahkan menurut saya, ODHA adalah orang-orang yang tangguh! Kenapa? Coba bayangkan gimana kalau diri kita divonis terinfeksi HIV? Apa yang akan kita lakukan? Bagaimana perasaan kita? Mungkin kita akan merasa dunia kita berakhir, atau bahkan bakalan ada yang putus asa sampe berani melakukan hal nekat? Tapi sahabat-sabahat ODHA kita, mereka sudah merasakan bagaimana ketika mereka divonis sesuatu yang sangat berat tapi kini mereka menerima itu dan hidup dengan virus itu. Mereka juga tetap berkarya dan mencoba untuk hidup di dunia yang keras ini ditengah-tengah terpaan badai diskriminasi dan stigma dari orang-orang awam yang entah mereka gak tahu, belum tahu, atau gak mau tahu tentang HIV/AIDS yang sebenernya.


Mereka juga harus hidup dengan meminum obat setiap hari agar virus HIV yang ada ditubuhnya dapat dikontrol. Mereka harus meminum obat ARV (Anti Retroviral Drugs) obat yang dapat menekan pertumbuhan virus HIV dalam tubuh ODHA. Obat ini harus dikonsumsi dua kali sehari setiap 12 jam dan harus tepat waktu seumur hidup. Bayangkan gimana kalau kita harus minum obat seumur hidup kita sehari dua kali dan gak boleh telat, apa kita sanggup? Kalau tidak, maka berempatilah pada ODHA! Jangan lagi diskriminasi mereka. 


Selain itu ODHA juga harus memeriksakan darahnya setiap 6 bulan sekali karena akan diperiksa kandungan CD4 dalam darah mereka. CD4 (cluster of differensiation 4) merupakan limfosit sel darah putih yang bertugas bagi pertahanan kekebalan tubuh yang ada di dalam darah dan getah bening. Mayoritas ODHA harus bayar sendiri untuk tes CD4 ini meskipun ada juga yang dibayarin pemerintah.


Ada jutaan sel CD4 dalam tubuh kita. HIV mengurangi jumlah sel CD4 tersebut, jadi tubuh kehilangan kemampuan untuk melawan kuman yang seharusnya dilawan oleh sel CD4 tersebut. Jika ini terjadi, tubuh akan mudah terinfeksi penyakit lainnya. Tapi dengan adanya obat ARV, perkembangan virus HIV dapat ditekan dan CD4 dapat dinaikkan sehingga ODHA bisa hidup sehat. Jadi, paradigma HIV/AIDS adalah hukuman mati bagi penderitanya sekarang udah gak berlaku lagi karena ODHA bisa hidup hingga puluhan tahun dengan bantuan obat ARV ini. Obat ARV juga bisa didapetin secara gratis karena pemerintah Indonesia mensubsidi obat ini. Dulu sebelum pemerintah mensubsidi, ODHA harus ngeluarin uang Rp. 800.000 atau lebih tiap bulannya buat dapetin obat ARV ini. Pemerintah harus terus menjamin ketersediaan obat ARV ini karena ODHA juga berhak sehat.


Setelah tahu semua info tentang HIV/AIDS di atas, gak gampang kan buat jadi ODHA? Jadi, setelah tahu itu semua berhentilah buat mendiskriminasi ODHA dan berempatilah. Mungkin seharusnya kita lihat juga ODHA yang terus berkarya bahkan berprestasi. Contohnya Ginandjar Koesmayadi, salah seorang pemain tim futsal dari komunitas Rumah Cemara yang mewakili Indonesia dalam “Homeless World Cup 2011 di Paris, Perancis. Ginan dan timnya berhasil menyandang tiga gelar sekaligus dalam ajang berskala internasional tersebut. Ketiga gelar yang diraih adalah Tim Pendatang Baru Terbaik (The Best New Comer Team), peringkat keenam, dan Pemain Terbaik (The Most Valuable Player) yang jatuh pada kapten Timnas yaitu Ginan sendiri. HIV yang menggerogoti kesehatannya tak menyurutkan semangat Ginan dan kawan-kawannya untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. 


Bahkan tahun ini mereka kembali berjuang sekuat tenaga untuk kembali mengharumkan nama bangsa di “Homeless World Cup 2012 di Mexico City, Mexico. Ginan dan kawan-kawan berhasil mendapatkan prestasi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu sehingga Indonesia berada di peringkat keempat dari 43 negara yang bermain di kejuaraan itu. Selain Ginan dkk, ada juga Ayu Oktariani dari komunitas ODHA Berhak Sehat yang terus memperjuangkan perlawanan terhadap diskriminasi bagi seluruh ODHA di Indonesia. Hal yang gak gampang dilakukan! Seperti yang saya lihat di film Linimassa 2 juga, Ayu menyebarkan berbagai informasi mengenai HIV/AIDS melalui berbagai akun sosial media karena masih sedikit orang yang tahu mengenai isu ini. Kita sebagai orang yang “merasa” sehat, apa yang sudah kita lakukan buat mengharumkan negara ini seperti Ginan atau berbuat sesuatu bagi orang banyak seperti Ayu?

Zero AIDS? Bisa!


Menurut Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, di Indonesia kasus HIV/AIDS terus meningkat. Pada tahun 2011 terdapat 21.031 kasus HIV dan 4.162 kasus AIDS. Hingga Mei 2012, jumlah penderita HIV tercatat naik 5.991 kasus dan AIDS 551 kasus. Kasus HIV/AIDS tuh sebenernya mirip fenomena “gunung es”, cuma sedikit yang diketahui tapi yang gak diketahui jauh lebih banyak lagi. Itu semua karena kurang informasi di masyarakat Indonesia mengenai HIV/AIDS

    Oleh karena itu, ayolah kita perangi bersama HIV/AIDS bukannya malah menjauhi ODHA-nya. Kita dukung gerakan dunia melawan virus ini agar tujuan UNAIDS (Badan AIDS PBB) pun dapat tercapai, yaitu: “Getting to zero”; zero new HIV infections, zero discrimination and zero AIDS-deaths atau Mencapai nol: menghentikan infeksi baru HIV, menghentikan diskriminasi dan menghentikan kematian karena AIDS. Ya, itu semua mungkin jika penelitian terus dilakukan ditunjang dengan bantuan teknologi yang semakin canggih dan jika semua orang mendukung gerakan ini dengan tidak mendiskriminasi ODHA. Semoga dalam waktu dekat obat penyembuh HIV akan segera ditemukan! 

Referensi:
http://www.odhaberhaksehat.org
http://www.tempo.co/read/news/2012/06/25/173412771/HIVAIDS-Tinggi-karena-Pria-Doyan-Jajan-Seks

Gambar:
http://www.theexaminingroom.com/
http://topnews.in/health
http://www.odhaberhaksehat.org/
http://thechart.blogs.cnn.com/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...