Sunday, July 31, 2016

Liburan Musim Panas di Amsterdam, Belanda

Amsterdam, kota yang saya impikan sejak kecil karena memang dari kecil saya suka ma negara Belanda. Kota ini jadi kota yang bersejarah dalam hidup saya karena saya menginjakkan kaki pertama kali di Eropa ya di Amsterdam. Saat itu saya memenangkan lomba menulis dari NESO Indonesia yang berhadiahkan Summer Course di kota Utrecht selama dua minggu tahun 2012. Kalian bisa baca tulisan pengalaman saya dulu di sini. 




Saat saya keterima kuliah di Prancis juga saya dapet penerbangan dari KLM-Air France sehingga saya harus ganti pesawat di Amsterdam tahun 2014. Ketika saya tau saya dapat jatah liburan dua minggu dari tempat magang, saya pun hunting tiket murah pesawat low cost di Eropa. Awalnya saya pengen banget ke Sevilla, Andalusia, Spanyol. Tapi kata temen saya di sana pas musim panas suhunya bisa mencapai 35-40 derajat celcius dan bakalan susah banget buat jalan-jalan di siang hari. Hmm...akhirnya saya memutuskan untuk ganti destinasi. Setelah melihat beberapa destinasi potensial buat liburan akhirnya saya memilih Amsterdam. Selain karena saya suka ma kota ini, saya juga kangen banget ma Belanda. 




Saya terbang dari Bordeaux ke Amsterdam menggunakan pesawat EasyJet. Sempet delay 2 jam di bandara Bordeaux dan bikin sedikit bete. Tapi untungnya di Eropa ada hukum yang mengharuskan pihak maskapai memberikan ganti rugi kalau ada delay minimum 2 jam. Sehingga mereka pun memberikan kami kartu yang berisikan top up 4,5 euro. Lumayan buat beli minuman di bandara. Harga makanan dan minuman di bandara bisa berkali-kali lipat lebih mahal. Setelah 2 jam menunggu akhirnya pesawat pun berangkat dan sampai di Amsterdam dalam waktu 1 jam 40 menit. Bandara Schipol meningatkan saya akan kenangan tahun 2012 saat pertama kali saya menginjakkan kaki di Eropa. FYI, bandara ini dipilih sebagai bandara ke 13 terbaik di dunia. 

Saya pun langsung menuju hotel karena tak ingin lama-lama menggendong backpack yang lumayan berat ini. Dari bandara untuk menuju kota Amsterdam kita bisa pakai kereta. Ada stasiun kereta yang terletak di bawah tanah bandara Schipol. Kalau kamu punya kartu kredit Eropa, kamu bisa langsung beli di mesin penjual tiket otomatis. Gampang banget. Harga tiketnya sekitar 4 euro sekali jalan. Amsterdam bisa kita capai dalam waktu sekitar 15 menit. Jangan lupa perhatikan pengumuman suara di kereta atau papan penunjuk di stasiun yang kita lewati, jangan sampai stasiun tujuan kita terlewatkan. Kita harus turun di Stasiun Amsterdam Centraal. Stasiun ini gedeee banget dan bagus banget bangunannya. Berasa seperti istana kalau dilihat dari luar. Saya pun berjalan kaki menuju hotel yang sudah saya pesan sebulan sebelumnya. Saya akan tidur di Hotel NH Carlton Amsterdam, hotel bintang 4 di pusat kota Amsterdam. Harga per malamnya cukup mahal tapi untungnya saya dapet promosi jadinya lebih murah. Setelah check in dan masuk kamar, saya pikir kamarnya jauh lebih besar ternyata lebih kecil dari perkiraan saya. Jauh lebih kecil dibandingkan hotel NH yang pernah saya coba di Jenewa dan Barcelona. 



Setelah menyimpan tas dan barang-barang, saya pun menyempatkan untuk mandi karena ternyata suhu di Amsterdam cukup panas. Setelah mandi, saya menuju pusat kota. Amsterdam saat ini sedang menjadi tuan rumah EuroPride, sebuah Gay Pride skala Eropa. Di semua sudut kota berhiaskan bendera EuroPride. Ada banyak acara selama dua minggu. Mulai dari konser musik gratis, Pride Walk, Pride Canal Amsterdam yang sangat terkenal itu dan acara lainnya. Setelah berkeliling sebentar di pusat kota Amsterdam, saya pun menuju Dam Square. Alun-alun terpopuler Amsterdam, di sana ada konser EuroPride gratis. Saya lewatkan malam pertama di Amsterdam di sana, menari sampai tengah malam diiringi musik tekno. 



Di hari kedua, saya kembali jalan-jalan ke pusat kota Amsterdam untuk hunting foto dan mengunjungi bangunan-bangunan indah di ibukota Belanda ini. Arsitektur Amsterdam sangat khas dengan bangunan-bangunan sempit dengan dinding berwarna-warni. Kemana pun kaki melangkah di Amsterdam, kamu pasti menemukan kanal. Kanal di Amsterdam cukup sibuk, banyak banget perahu turis, perahu pribadi, dan rumah-rumah perahu. Kadang juga ada kemacetan di kanal buat melewati sebuah jembatan. Pokoknya Amsterdam keren banget. Lihat video di bawah ini buat liat lalu-lintas di kanal Amsterdam. 




Saya juga melewati Red Light District sebuah daerah prostitusi yang legal. Kita bisa melihat banyak perempuan di balik jendela menggoda para lelaki yang lewat di depannya. Mereka berpakaian sangat seksi. Saya baru melihat hal seperti ini hanya di Amsterdam! Di kota ini, banyak juga kita temui coffee shop. Eits hati-hati, coffee shop di sini bukan buat minum kopi seperti Starbucks tapi buat merokok ganja. Ya, di Belanda ganja dilegalkan juga. Kita hanya bisa membeli ganja di coffee shop ini. Dan semua orang yang berumur di bawah 18 tahun dilarang membeli ganja. Orang-orang biasanya membeli ganja dalam bentuk bubuk daun atau yang sudah jadi rokok dan mereka merokok di pinggir kanal sambil melihat perahu-perahu berlalu-lalang.  



Selama di Amsterdam saya juga mencoba tur perahu selama satu jam mengelilingi kanal. Harga tiketnya 16 euro per orang. Kita diajak berkeliling dengan kapal yang cukup besar dan bisa memuat banyak turis. Di dalam kapal, kita diberi headphone untuk mendengarkan rekaman tur guide yang akan menjelaskan berbagai bangunan yang akan kita lewati. Kita juga bisa memilih bahasa yang ingin kita dengarkan, dan ada pilihan bahasa Indonesia loh! :) Kalau kalian ada waktu, tur perahu kanal ini sangat direkomendasikan. Karena kita bisa melihat kota Amsterdam dari sisi lain. Akan sangat berbeda saat kita jalan-jalan di jalanan pinggir kanal dan di atas perahu di dalam kanal. Keren banget pokoknya kanal-kanal Amsterdam.


Di hari terakhir, saya mempertimbangkan antara masuk museum Madame Tussaud's atau menyewa canal bike (pedallo) untuk berkeliling di kanal selama satu jam. Saya pikir kalau Madame Tussaud's isinya cuma patung lilin dan rasanya membosankan. Jadi saya putuskan untuk berkeliling kanal dengan canal bike. Awalnya saya agak takut karena saya belum pernah nyoba canal bike. Takut ga bisa mengontrol dan mengganggu perahu lain. Tapi saya nekat buat coba, sepertinya asik. Per orangnya bayar 8 euro buat 1 jam atau 11 euro 1,5 jam. Awalnya susah banget buat dikendalikan, tapi setelah beberapa menit akhirnya tau juga gimana caranya. Setelah sejam berkeliling kanal, saya pun mengembalikan canal bike ke tempat semula. Kita sendiri yang harus memarkirkan canal bikenya dan mengaitkannya ke dinding pelabuhan. Jangan sampai canal bikenya terlepas. Pokoknya canal bike asik banget, kita dapet pandangan yang berbeda dibandingkan saat naik perahu turis. Canal bike, salah satu aktivitas yang harus kalian coba kalo ke Amsterdam.


Saya juga sempat mencoba poffertjes di salah satu cafe, salah satu kue khas Belanda. Enaaaak banget! Harganya 4,5 euro per piring. Amsterdam, kota yang dihuni 700.000 orang ini ga terlalu besar, kita bisa jalan kaki buat pergi dari utara ke selatan dan dari barat ke timur. Tram kota Amsterdam ada banyak ke segala penjuru kota tapi saya ga ambil tram soalnya dengan berjalan kaki, kita bisa liat bangunan-bangunan atau gang-gang indah yang ga bisa kita lihat kalau kita naik tram. Saya selalu ingat kata-kata lagunya Trio Kwek-kwek "Katanya", di situ dibilang Belanda negeri kincir. Ketika lihat di peta kota Amsterdam ada kincir angin yang bisa kita kunjungi, saya pun langsung jalan kaki menuju sana. Seneng banget rasanya lihat kincir angin khas Belanda! 


Ada dua teman orang Belanda yang tinggal di Amstedam, saya menghubungi mereka buat ketemuan. Untungnya mereka juga ada waktu luang jadinya saya bisa ketemuan ama Lex dan Twan. Seneng banget! ^^ Sayangnya saya ga bisa ketemuan ama Matthijs yang tinggal di kota lain. Liburan selama 4 hari 3 malam di Amsterdam sangat berkesan buat saya dan saya sangat senang bisa kembali ke Belanda. Semoga bisa balik lagi ke sini. Setelah tahun 2012, 2014 dan sekarang 2016, mungkin saya bisa kembali ke Amsterdam tahun 2018 ? :D Siapa yang pengen mengunjungi kota Amsterdam ?? :D 


Sunday, May 29, 2016

Jalan-jalan ke Carcassonne, Perpignan, dan Andorra

Semenjak tinggal di Prancis, saya ingin sekali mengunjungi negara Andorra. Ya, salah satu negara terkecil di dunia yang terletak di perbatasan Perancis dan Spanyol. Saya sangat penasaran dengan negara ini. Ingin tahu seperti apa bangunan-bangunannya, orangnya, makanannya, dll. Soalnya belum pernah sekalipun melihat di berita di TV mengenai negara ini. 

Karena sekarang saya kuliah S2 di bidang pariwisata, sempet saya mengunjungi situs resmi pariwisata Andorra. Tentu saja di sana dipasang gambar tempat-tempat wisata yang keren dan indah. Buat orang Perancis sih Andorra terkenal sebagai tempat belanja. Kelebihan Andorra dibanding Perancis adalah di sana ga ada pajak yang besar seperti di Perancis, jadinya harga barang-barang jauh lebih murah. Banyak orang Perancis yang pergi ke Andorra buat belanja di perbatasan Andorra-Perancis kemudian mereka balik lagi ke Perancis tanpa menyempatkan buat jalan-jalan dan mengekplorasi Andorra. Mayoritas orang Perancis ke Andorra buat beli rokok sama alkohol. Hmm...inget alkohol dan rokok ga baik buat kesehatan! ;D


Pemerintah Perancis tentu aja tau banyak warganya yang pergi ke Andorra buat belanja. Jadinya pemerintah Perancis nyiapin pegawai bea cukai di perbatasan buat menyisir orang-orang yang belanjanya kebanyakan. Haha. Iya soalnya ada batasan jumlah alkohol dan rokok yang boleh dibawa pulang ke Perancis. Kalo kita belinya kebanyakan, bisa dikenakan pajak tambahan atau ga bisa disita ma pemerintah Perancis. Gondok kan kalo kena razia. 

Bref. Saya sekarang magang di kota Angers dan dapet long week-end di awal bulan Mei 2016 soalnya ada tanggal merah hari Kamis dan Jumatnya saya ijin buat ga kerja dan diapprove ama bos, jadinya saya bisa pulang ke Bordeaux deh. Dari Bordeaux, saya dan teman saya merencanakan buat pergi ke Perpignan, salah satu kota besar di Barat Daya Perancis, deket ma laut Mediterania. Awalnya saya ga tau kalau bakalan mampir ke Andorra juga, jadinya suprise banget. Bordeaux-Andorra bisa ditempuh dalam waktu 4,5 jam dengan mobil.

Bordeaux-Andorra

Dari Bordeaux, kami mampir ke kota Middle Age yang bernama Carcassonne. Kotanya keren banget karena berumur ribuan tahun dan kota kecil ini dikelilingi benteng. Ada istana di pusat kotanya yang bisa kita kunjungi, meskipun ga gratis. Kami melewatkan siang hari di Carcassonne buat jalan-jalan, foto-foto dan makan siang. Abis itu dari Carcassonne menuju Perpignan buat ke tempat penginapan. Sebenernya nginepnya di kota kecil deket Perpignan, nyewa apartemen di sebuah kawasan wisata gitu. Di awal bulan Mei masih belum banyak turis dan mereka baru buka jadinya saya bisa nyewa sebuah apartemen luas dan nyaman hanya dengan 55 euro plus dengan sarapan gratis. Biasanya kalau musim panas di sini mahal banget. Beruntung banget bisa dapetin dengan harga segitu. Karena apartemennya ga jauh dari pantai, kami pun nyempetin pergi ke pantai dan untuk pertama kalinya tahun ini, pakai celana renang! haha. Meskipun air lautnya masih dingin banget tapi yang penting tetep foto2 dulu. haha


Seneng bisa nyemplungin kaki di laut Mediterania buat kedua kalinya. Keesokan harinya pagi-pagi buta kami langsung menuju ke Andorra dari kota Perpignan. Perjalanan berasa jauh dan lama soalnya lewatin jalan gunung gitu. Jalannya berkelok-kelok, dan ga bisa ditempuh dengan kecepatan seperti di jalan tol. Tapi pemandangannya sumpah keren banget! :) 

Untuk pergi ke Andorra kami melewati sebuah terowongan berbayar, ini salah satu jalan biar bisa cepet sampe ke Andorra. 
Dari jauh kami udah bisa liat gunung bersalju. Mengagumkan banget rasanya bisa lihat gunung bersalju di musim semi. 

Setelah beberapa lama akhirnya kami sampai di perbatasan Andorra-Perancis. Orang bilang bakal ada pemeriksaan identitas diri gara-gara terorisme tapi ternyata ga ada. Kita cuma lewatin pos perbatasan kayak pintu tol, tapi ada polisi perbatasan yang ngelihatin wajah setiap pengendara. Mungkin kalo wajah kita kayak teroris mereka bisa menyetop kita dan menggeledah mobil kita. Tapi untungnya kami berdua bisa melewati perbatasan tanpa masalah. Akhirnya kamipun sampai di Andorra! 

Bangunan-bangunan di Andorra beda banget dengan Perancis. Tulisan di papan jalannya juga pakai bahasa Catalan, bahasa resmi Andorra. Bahasa catalan bisa kita temui juga di Barcelona (Spanyol), Perpignan dan Toulouse (Perancis). Bahasanya beda banget dengan bahasa Perancis, tapi buat orang yang bisa berbicara bahasa Perancis dan Spanyol, kalau baca papan jalan di Andorra masih bisa mengerti lah.  

Kami mengunjungi sebuah gereja yang terkenal di Andorra. Gerejanya sebenernya jauh lebih simpel dibandingkan gereja di Prancis yang besar, mewah dan arsitekturnya wah! Tapi yang saya gak nyangka, mereka menawarkan jasa tour guide gratis! Jarang banget nemu hal yang gratis di Prancis, pas ditawarin tour gratis ya ga bisa nolak. haha
Sesudah mengunjungi gereja, kami langsung menuju ke ibukota Andorra: Andorra la Vella. Kotanya besar, modern, dan banyak orang ! Tapi tetep kerasa beda dengan Perancis atau negara lain dan menurut saya kotanya indah. Dikelilingi pegunungan. Andorra la Vella adalah ibukota yang berlokasi di tempat tertinggi di Eropa, lebih dari 2000m di atas permukaan laut. Udaranya cukup dingin tapi ga ada salju di pusat kotanya. 
Setelah beberapa jam jalan-jalan dan foto-foto, kami pun menyempatkan buat mampir ke sebuah toko buat belanja. Dan ternyata memang harga di sini jauh lebih murah! Saya pun kehilangan kontrol, jadinya saya belanja parfum Chanel dan kamera DSLR yang sudah lama banget saya inginkan. Padahal saya ga merencakan buat belanja dua barang itu di sini. Tapi mumpung lagi di Andorra jadinya saya gesek kartu kredit deh! :D 
Meninggalkan ibukota, kami mampir ke gunung bersalju di Andorra. Saat menemukan tempat pemberhentian, kami pun berhenti di tengah jalan. Kami keluar dari mobil dan berlari menuju salju! Kayak anak kecil, saya kegirangan ngeliat salju. Haha. Ini kedua kalinya saya liat salju. Pertama kali di Cauteret, Perancis. Kami pun main lempar-lemparan salju dan foto-foto di salju. Meskipun dingin banget tapi tidak menghalangi niat kami untuk bersenang-senang dan narsis di salju. Haha. Pokoknya Andorra keren dan indah banget! Semoga bisa balik lagi ke sini buat jalan-jalan dan belanja! Hehe

Friday, January 29, 2016

Week end in Paris !

Paris adalah kota impian sejuta umat. Setidaknya hampir semua temen2 saya pengen jalan-jalan ke Paris. Siapa sih yang ga mau mengunjungi Paris ? :D
Akhir pekan tanggal 16 Januari 2016, saya menyempatkan datang ke Paris sebenarnya untuk mengurus suatu dokumen. Tapi kesempatan itu saya manfaatkan juga untuk jalan-jalan di ibukota Prancis ini. Saya sudah tinggal di Prancis hampir 1,5 tahun tapi belum sempat maen ke Paris, terakhir kali ke sana tahun 2012. 4 tahun yang lalu ! Hmm...waktu terasa begitu cepat berlalu!

Saya pergi dari Bordeaux naik kereta TGV (Train a Grande Vitesse), kereta berkecepatan tinggi kebanggaan Prancis yang bisa melaju dengan kecepatan sampai dengan 300km/jam. Perjalanan menggunakan kereta dari Bordeaux ke Paris memakan waktu 3 jam 20 menit. Seperti Bandung-Jakarta lah pakai kereta api Parahyangan, tapi ini jaraknya 500 km lebih. Saat ini sedang dibangun jalur kereta api yang bisa melaju lebih cepat lagi sehingga Bordeaux-Paris bisa dicapai hanya dengan 2 jam saja.

Saya pergi ke Paris rencananya buat ngurus sebuah dokumen. Tapi jauh-jauh ke Paris ya sekalian aja buat jalan-jalan. Dari Bordeaux ke Paris, saya nemu tiket kereta api seharga 60 euros PP. Itu tiket yang paling murah dan tidak bisa diganti jadwal keberangkatannya. Buat ke Paris, kita bisa juga pake covoiturage (naik mobil orang lain dan kita bayar mereka dengan harga murah). Harga "tiket" covoiturage sebenernya jauh lebih murah tapi kalian harus siap juga berada di dalam mobil selama 8 jam ! Masalah penginapan, sekarang kita bisa pake AirBnb atau situs sewa apartemen lainnya. Tapi karena saya ingin lebih bebas, untuk kali ini saya cari hotel di Booking.com. Syukur masih bisa nemu hotel yang tidak terlalu mahal untuk menginap dua malam, harganya sekitar 90 euro untuk hotel bintang 3 di daerah Hopitan Saint Louis dekat pemberhentian metro Goncourt. 

Begitu tiba di Paris di stasiun KA Montparnasse, saya langsung menuju hotel karena tidak ingin memanggul terlalu lama tas pinggang yang cukup berat ini. Untuk bepergian dengan menggunakan transportasi umum di Paris, kita harus beli tiket metro (kereta bawah tanah) yang bisa kita gunakan juga untuk naik tram atau bis. Tiket transportasi di Paris menurut saya harganya mahal banget! Tiket buat 3 hari harganya 20 euros ! Tapi mau ga mau harus beli tiket ini soalnya kalau kalian ingin jalan-jalan lebih mudah di Paris kalian harus pake metro.  

Paris emang salah satu kota yang paling indah di dunia. Banyak banget bangunanan bersejarah yang indah yang bisa kita temui di berbagai sudut kota. Kedatangan saya yang pertama kali ke Paris pada tahun 2012, saya sudah mengunjungi cukup banyak "must visit places" di Paris. Dan kali ini saya ingin mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi. 

Setelah check-in di hotel, saya menuju daerah Hotel de Ville dan Le Marais. Karena saat ini sedang musim sale (solde d'hiver) maka saya berniat untuk mengunjungi sebuah toko khusus pakaian dalam pria. Di toko itu kita bisa menemukan cukup banyak variasi celana dalam, boxer, tanktop, kaos, dll dari berbagai merk terkenal dan pengunjung dibuai dengan diskon dari 40 sampai 70% ! Buat saya untuk harga celana dalam masih terlalu mahal jadinya ga ada celana dalam yang menarik untuk saya, tapi saat melihat kaos Armani yang didiskon 60% saya tidak bisa menolak ! Well...baru aja datang ke Paris udah belanja lagi... :/ 

Biar tidak terbuai dengan produk lainnya, saya langsung keluar dari toko itu dan menuju bangunan impian semua orang di dunia, La Tour Eiffel (Menara Eiffel) ! Hari sudah mulai gelap dan saya ingin melihat menara cantik ini di malam hari. Dulu rencananya saya ingin naik ke atas menara ini tetapi ketika lihat di internet, katanya saat ini sedang perbaikan jadi tidak bisa naik ke atas. Setiap jam, lampu-lampu  menara Eiffel "menari-nari", indah banget ! Setelah mengambil foto menara Eiffel dari jauh, saya jalan kaki menuju kaki menara Eiffel. Sampai di sana saya lihat ada banyak orang yang antri... Hmm...katanya tutup kok ada orang yang antri...?! Lalu saya pun memutuskan untuk ikut antri meskipun belum tau antri untuk apa. Haha

Ternyata menara Eiffel tetap buka, kita bisa naik ke atas menara ini hanya saja sampai lantai dua. Yang tutup ternyata lantai tiga alias bagian menara yang paling tinggi. Hmm...cukup kecewa karena lantai 3 tutup tapi menariknya harga tiket masuknya jadi didiskon. Kita cukup membayar 11 euro per orang. Kalau kalian berumur kurang dari 25 tahun, harga tiketnya jauh lebih murah. Malam itu suhu kota Paris dingin banget dan banyak angin. Meskipun sudah pakai jaket, kaos, mantel, tetep aja dingin banget. Tapi tidak menyurutkan niat saya untuk mengantri dan naik ke menara Eiffel. Beruntungnya kali ini bukan musim liburan jadi antriannya tidak terlalu panjang. Kalau musim panas, kita harus mengantri berjam-jam. Saya hanya mengantri setengah jam.

Setelah membeli tiket dan melewati pemeriksaan keamanan, akhirnya saya masuk ke elevator. Ada seorang perempuan muda yang terlihat sangat excited ketika berada di dalam elevator. Dia senyum-senyum sendiri dan merekam dirinya dalam lift. Mungkin naik ke menara ini adalah impian terbesar dia. Saya ikut seneng lihatnya. Kami dibawa ke lantai 2 dan saat keluar dari elevator, kami langsung disuguhkan pemandangan kota Paris yang sangat indah dengan lampu-lampu kotanya. Saya masih tidak percaya bisa naik ke atas menara Eiffel. Hanya kata-kata alhamdulillah yang bisa saya ucapkan dalam hati untuk berterima kasih kepada Tuhan. Saya cukup terharu karena menara ini adalah simbol perjuangan saya juga selama menempuh studi S1 dan simbol impian saya untuk bisa kuliah di Prancis. 

Puas menikmati pemandangan ibukota Prancis dari lantai 2, saya turun ke lantai 1 dengan menggunakan tangga. Sensasinya tentu saja beda dengan elevator. Kalian juga harus coba anak tangga menara Eiffel karena kalian bisa benar-benar merasakan dan melihat konstruksi menara ini. Saat sampai di lantai satu, saya cukup terkejut karena ternyata di sana ada tempat ice-skating ! :o Banyak orang yang ber-ice-skating ria ditemani dengan house-music. Salah satu hal yang menarik juga adalah di laintai 1 ini ada bagian lantai yang terbuat dari kaca, jadinya kaki kita menginjak lantai kaca dan kita bisa melihat pemandangan langsung di bawah menara Eiffel, orang-orang lalu lalang. Kalau kalian punya fobia ketinggian mungkin ini akan sedikit menakutkan. Haha
Saya juga menemukan tulisan "Place to kiss" di lantai. Hmm...romantis banget kalau bisa ciuman ma orang yang kamu cintai di atas menara Eiffel ! 

Well...ternyata saya sudah menulis artikel ini terlalu panjang, mungkin akan saya buat tulisan lengkapnya lain waktu. Semoga kalian bisa juga menikmati keindahan kota Paris dari foto-foto saya di bawah ini yang saya upload di akun Instagram saya @rickymardiansyah !  :) 
Voilà, Paris !!! Je reviens dans cette ville romantique en hiver ❄️ En été 2012 devant la Tour Eiffel, j'ai prié et rêvé de revenir en France et à Paris. C'est devenu la réalité ! Je suis en France depuis 2014 mais j'ai le temps de venir ici que maintenant ! ^^ 😝 Voilà, Paris !!! Je reviens dans cette ville romantique en hiver ❄️ En été 2012 devant la Tour Eiffel, j'ai prié et rêvé de revenir en France et à Paris. C'est devenu la réalité ! Je suis en France depuis 2014 mais j'ai le temps de venir ici que maintenant ! ^^ 😝#LaTourEiffel #MenaraEiffel #Paris #Parijs #Parigi #ParisJeTaime #igersParis #Parisian #France #Prancis #Perancis #Eropa #Europe #vsco #vscocam #like4like #likeforlike #follow4follow #happy #instagood #instadaily #me #iphonesia #iphoneonly #backpacker #backpacking #travel #voyage #travelgram
A video posted by Ricky Mardiansyah (@rickymardiansyah) on
















Sunday, January 10, 2016

I love fireworks !

Sejak saya kecil, saya sangat kagum dan suka sama yang namanya kembang api. Saya masih ingat betul ketika saya brumur sekitar 7 atau 8 tahun, kedua orang tua saya mengajak saya dan adik saya untuk melewati malam pergantian tahun di Lapangan Gasibu Bandung. Pada saat itu ada pesta kembang api dan kembang apinya lumayan bagus. Entah siapa yang mengadakannya karena setelah itu tidak ada pesta kembang api lagi di Bandung. Saat itu kami turun ke lapangan dan melihat langsung kembang api menari-nari di atas kepala kami. Rasanya sangat indah dan mengagumkan.


Dan ketika saya di Perancis, saya bisa menyaksikan beberapa kali pesta kembang api. Karena di sini, setiap tanggal 14 Juli selalu ada pesta kembang api untuk memperingati hari kemerdekaan Perancis (well tepatnya hari Revolusi Prancis). Hampir semua kota besar dan menengah mengadakan pesta kembang api. Tinggal kita yang pintar memilih ingin melihat pesta kembang api di kota apa karena budget setiap kota berbeda, kota yang lebih kaya 99% bakal mempunyai pesta kembang api yang lebih bagus. hehe

Beberapa waktu lalu di kota Bordeaux ada sebuah kongres atau simposium dunia para profesionel di bidang piroteknik atau perusahaan2 pembuat kembang api. Ada yang dari Spanyol, Cina, Prancis dan beberapa negara lainnya. Dan selama seminggu simposium itu, mereka mengadakan pesta kembang api 3 kali. Saya merasa beruntung karena entah kenapa mereka mengadakan simposium di kota Bordeaux, dan berkat hal itu saya jadi bisa melihat pesta kembang api gratis :D tanpa harus bepergian ke kota lain. 

video


Di bawah ini beberapa foto pesta kembang api yang saya lihat di Prancis. Semoga saya dan kalian semua yang suka kembang api bisa melihat pesta kembang api yang lebih sering ! Impian saya selanjutnya adalah melihat pesta kembang api tahun baru di kota Sydney, kayaknya pesta kembang api di sana tuh yang paling bagus sedunia! Btw, selamat tahun baru 2016 ! Semoga semua impian kita tercapai di tahun ini dan yang paling penting semoga kita selalu diberi kesehatan. Amin :)










Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...