Tuesday, September 2, 2014

My First Time At French Embassy

Setelah semua dokumen saya siap untuk pengajuan visa, saya memutuskan untuk langsung pergi ke Kedutaan Besar Perancis di Jakarta pada hari Selasa (19 Agustus 2014). Saya menggunakan travel di Bandung Town Square pada pukul 05.00 WIB. Hampir saja saya telat bangun! Sampai di Gerbang Tol Halim Jakarta pada pukul 08.30 dan mobil travel saya langsung dihadang kemacetan. Mobil saya tak bergerak sama sekali selama beberapa menit. Saya sangat kuatir kalau saya akan datang telat ke Kedutaan karena mereka bisa menerima pengajuan visa hanya dari pukul 08.00 sampai 10.00 WIB saja!

Saya terus berpikir apakah saya bisa mengejar waktu untuk sampai di Menara BCA?! Tapi jalur kendaraan yang menuju ke Kuningan tidak bergerak sama sekali sedangkan jalur lain lancar. I really hate Jakarta's traffic jam! Saya tidak bisa membayangkan saya harus bekerja di Jakarta dan mengalami ini setiap harinya. Rambut saya bisa putih beruban karena stress! Haha.

Saya BBM-an dan WhatsApp-an dengan beberapa teman. Mereka meyakinkan saya bisa sampai Menara BCA dengan tepat waktu kok. Akhirnya mobil travel saya bisa melaju lagi. Pada pukul 09.05 WIB ketika mobil akan menuju Sarinah, saya melihat Menara BCA di depan. Saya bertanya pada supir “Pak kalau mau ke Menara BCA, turun di mana ya?” Dia jawab di depan bisa trus tinggal jalan. Saya pun turun dan menyebrang jalan.

Setelah berjalan semenit, ternyata saya berada di seberang Menara BCA! Jembatan penyebrangan yang terdekat tuh jembatan penyebrangan busway Tosari. Tapi itu juga lumayan jauh kalau jalan kaki. Sedangkan halte Bundaran HI lagi ga bisa dipake. Trus ada bapak-bapak yang lagi ngerokok dan duduk sekitar situ. Saya tanya dia “Pak, kalau mau ke Menara BCA itu cepetnya lewat mana ya?” Dia dengan santainya bilang “Nyebrang sini aja dek. Banyak kok joki-joki yang suka nyebrang sini juga” Saya terkejut karena jalan MH. Thamrin ini rame banget dan kendaraannya pada ngebut semua. Mana ada dua jalur busway lagi...

Si bapak itu terus meyakinkan saya untuk nyebrang lewat situ sedangkan saya berpikir dan galau. Mengejar waktu juga! Tiba-tiba si bapak bilang, “Tuh dek lagi kosong, cepetan!” Saya lihat jalan MH Thamrin di depan saya kosong, akhirnya saya pun nekat nyebrang situ. Alhamdulillah saya berhasil sampai di pembatas jalan! Tapi saya jadi tambah galau ketika saya lihat sisi jalan di depan saya rame banget! Kendaraan melaju kencang dan ga ada hentinya. Oh my God, apa yang harus saya lakukan?!

Sekitar 5 menitan saya berdiri di pembatas jalan yang besar itu menunggu jalan lengang. Akhirnya jalan agak sedikit lengang dan saya memutuskan untuk nekat nyebrang. Dari jauh mobil dan motor sudah membunyikan klaksonnya. Tapi alhamdulillah saya sampai di depan Menara BCA dengan selamat! Haha. Untung ga terjadi apa-apa dan ga ada polisi juga. Kalian jangan tiru ini ya! Meskipun seburu-buru apapun...

Kemudian saya langsung masuk ke dalam gedung. Di receptionist saya diminta KTP, tapi karena KTP saya hilang di Jakartaseminggu lalu, saya kasih paspor saya. Saya pun diminta untuk dipindai mata. Sambil mencatat data saya, seorang wanita cantik dengan ramah mengajak ngobrol. Dia bertanya saya mau ke mana. Dia terkejut ketika tahu saya dapet beasiswa dari Pemerintah Prancis. Setelah ngobrol beberapa lama, dia mengantarkan saya ke pintu masuk menuju lift. Saya pun masuk ke lift menuju lantai 40.

Begitu sampai di lantai 40 ada seorang satpam, saya bilang mau bikin visa pelajar. Dia meminta saya membawa dokumen-dokumen yang diperlukan dan memasukan tas saya ke dalam loker. Kemudian saya masuk ke sebuah ruangan untuk mengisi buku tamu dan diberi badge. Lalu bapak receptionist menyuruh saya langsung masuk menuju ruangan aplikasi visa. Tak seperti perkiraan saya, ternyata ruangannya kecil dan tak banyak orang. Hanya ada tiga orang lain kala itu. Saya pikir saya akan mengantri lama.



Sepertinya mereka bertiga sekeluarga, jadi setelah mereka beres langsung giliran saya. Saya menyerahkan dokumen saya ke seorang madame muda di balik kaca. Dia meminta no ID Campus France saya. Lalu meminta saya menunggu. Saat saya duduk, saya masihmerasa tak percaya saya saat itu bisa berada di Kedutaan Perancis! Begitu panjang dan berliku jalan yang harus saya lewati. Ciee... haha. Tapi emang bener...

Madame itu masuk ke ruangan lain untuk mengonsultasikan berkas saya ke koleganya. Saat masuk lagi, dia meminta saya untuk diambil sidik jari kesepuluh jari saya. Setelah itu difoto. Dia kemudian memberikan bukti penyerahan berkas visa. Dia bilang saya tidak usah membayar aplikasi visanya, alias gratis karena saya dapat beasiswa dari Pemerintah Perancis. Kalau saya harus bayar, harusnya saya bayar 99 euros! Lumayan juga menghemat segitu! Alhamdulillah.


Setelah itu dia bilang saya bisa menelepon Kedutaan seminggu dari sekarang untuk menanyakan apakah visa saya sudah selesai atau belum. Dan voila, beres! Saya lalu keluar lagi mengambil tas saya dan kembali menuju lobby. Wah...ternyata prosesnya cepet banget di Kedutaan dan syukur banget bisa keburu ngejar jam 10.00 WIB! Kemudian saya kembali ke Kedutaan Prancis seminggu setelahnya untuk mengambil paspor + visa yang sudah selesai. Yeay! This is my second visa on my passport! Hehe. Terima kasih Campus France Indonesia dan Kedutaan Besar Perancis di Jakarta!

Friday, August 29, 2014

Perjuangan Dua Tahun Akhirnya Berbuah Manis: Beasiswa Eiffel!

Cerita sebelumnya : http://bit.ly/BerburuBeasiswa

Akhirnya saya harus menerima kenyataan bahwa tahun 2013 saya tidak dapat pergi ke Perancis untuk melanjutkan studi. Kesedihan dan tangisan tidak akan mengubah kenyataan. Saya harus move on! Saya pun langsung mencari kerja. Yes, being a jobseeker! Tapi saya tidak mau pekerjaan yang ada kontrak panjang misalnya setahun atau dua tahun! No! Saya masih menyimpan harapan untuk bisa kuliah di Prancis tahun 2014. Kalau saya dapat pekerjaan yang berkontrak panjang, tentu saya akan sulit untuk mencari beasiswa dan mewujudkan impian saya.

Setelah apply pekerjaan ke beberapa perusahaan di Bandung. Dalam satu minggu alhamdulillah ada beberapa panggilan interview dan akhirnya saya diterima di dua tempat. Saya memilih untuk menerima pekerjaan di tempat yang dekat dengan rumah saya. Biar lebih gampang dan enak kerjanya. Hehe. Pengennya sih kerja di bidang pariwisata jadinya bisa nambah bagus CV buat kuliah S2 nanti tapi apa boleh buat, susah carinya di Bandung.

Saya pun menjalani pekerjaan itu selama tujuh bulan. Tempat kerjanya enak, bosnya baik-baik banget! Banyak pengalaman yang saya dapetin di sana. Makasih buat semua rekan kerja dan bos saya! ;) Pada bulan Januari 2014 saya dapat kabar bahwa pendaftaran Beasiswa Eiffel sudah dibuka. Program beasiswa unggulan Eiffel, diluncurkan pada Januari 1999 oleh Kementrian luar negeri Prancis dan Uni Eropa, dimaksudkan untuk mendukung perekrutan internasional oleh institusi pendidikan tinggi Prancis untuk menarik siswa asing unggulan agar dapat melanjutkan pendidikan pada tingkat Master, Insinyur ataupun Doktorat. Pelatihan di Prancis akan diarahkan pada tanggung jawab professional baik di sektor negeri maupun swasta. 

Peta penyebaran caon mahasiswa Indonesia di Perancis

3 kriteria yang diperhitungkan oleh Juri Beasiswa Eiffel adalah kandidat unggulan, politik internasional dari lembaga yang mewakili kandidat, dan Politik kerjasama dari kementrian luar negeri dan Uni Eropa dengan negara asal kandidat. Kita juga hanya bisa mendaftar Beasiswa Eiffel sekali seumur hidup! Jadi kalau sekali sudah pernah daftar dan gagal (ditolak) maka kita tidak bisa daftar lagi beasiswa ini. Buat yang pengen tau lebih lengkap tentang beasiswa itu, langsung aja klik link ini

Kita hanya bisa mendaftar Beasiswa Eiffel jika didaftarkan oleh universitas atau perguruan tinggi yang ada di Perancis. Belum tentu juga mereka mau repot-repot daftarin kita ke Campus France kan? Jadi sebelum saya minta didaftarkan Beasiswa Eiffel ke universitas Bordeaux Montaigne, saya buat CV, Lettre de Motivasion dan Projet Professionnel dengan sebaik-baiknya. Ada mungkin sampai 8 kali perubahan. Semua dokumen itu harus saya buat sesempurna mungkin karena kesempatan Beasiswa Eiffel hanya sekali seumur hidup. Setelah semuanya beres saya minta Prof penanggung jawab program master yang saya ambil untuk mendaftarkan saya ke Beasiswa Eiffel, alhamdulillah beliau mau.

Tiga hari sebelum penutupan pendaftaran Beasiswa Eiffel, saya kirim email lagi ke Prof itu untuk menanyakan apakah beliau sudah mendaftarkan saya ke Campus France Paris. Ternyata belum dan beliau lupa! Untungnya beliau sangat baik, dia berjanji hari itu juga bakal langsung menyelesaikan pendaftaran saya untuk Beasiswa Eiffel. Saya pun mengucapkan terima kasih. Setelah itu saya hanya bisa menunggu dan berharap yang terbaik. Toh saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk Beasiswa Eiffel.

Di tahun yang baru ini (2014) saya menaruh harapan yang besar untuk bisa mewujudkan impian saya, sekolah di Perancis. Entah ada hubungannya atau ngga tapi saya merasa angka 13 dalam tahun 2013 membawa kesialan bagi saya. Haha. Tapi seperti yang diajarkan oleh Islam, semua pasti ada hikmahnya. Saya jadi bisa bekerja dulu. Menikmati waktu dengan keluarga dan sahabat-sahabat saya. Maret 2014, saya genap berumur 25 tahun! Oh my...sedih rasanya tau umur ini sudah mencapai seperempat abad. Tapi orang-orang terdekat membuat ulang tahun saya begitu berkesan dan indah. Terima kasih keluargaku, sahabat-sahabat dan Lucas. 

Katanya beasiswa Eiffel akan diumumkan pada minggu tanggal 17 Maret 2014, 3 hari sebelum ulang tahun saya. Tapi ternyata diundur menjadi minggu tanggal 24 Maret 2014. Pada hari Kamis ketika saya sedang rapat sampai malam hari di kantor, saya dapat SMS dari seorang teman di Perancis. Dia bilang “Felicitations!”. Saya tak mengerti maksudnya apa. Kemudian saya tanya “Kenapa kamu bilang gitu?” Lalu dia jawab “Beritahu saya kalau kamu sudah selesai rapat.” Saya pun jadi ga konsen rapatnya. Pikiran saya langsung melayang kemana-mana... 

Sekitar pukul 21.00 WIB rapat selesai dan saya pun langsung pulang ke rumah. Di rumah dia menelepon saya dan dia bilang hasil seleksi Beasiswa Eiffel sudah diumumkan. Saya langsung menyalakan laptop dan menuju situs Campus France. Aplikasi saya termasuk ke dalam bagian Economie-Gestion. Saya unduh file PDF yang berisi nama-nama penerima beasiswa. Saya sangat tegang. Tapi saya sudah siap kalau saya gagal lagi. Saya juga realistis karena Beasiswa Eiffel ini sangat sulit dan selektif. Malah sebelumnya saya tak pernah berpikir bakalan ikut beasiswa ini. Saya baca nama-nama itu secara berurutan. Saya menemukan banyak sekali nama dari China, Brazil, India, dan nama-nama asing lainnya. Tak ada nama orang Indonesia... 

Kemudian saya terhenyak ketika dalam barisan huruf M terdapat nama belakang saya! Saya baca berulang-ulang, apakah itu benar nama saya?? Saya juga melihat nama depannya RICKY. Apakah itu saya? “Ah tidak mungkin...pasti ada orang lain yang mempunyai nama yang sama...” Pikir saya kala itu... Ya, saya begitu hopeless setelah menunggu dan berjuang selama ini... Menunggu adalah hal yang tidak mengenakkan, apalagi menunggu selama ini... Kemudian teman saya itu menggugah saya, “Itu kamu Ricky!! Felicitations! Saya seneng banget!” Saya semakin terkejut, air mata bahagia langsung mengalir tak terbendung. Saya pun sujud syukur. Terakhir kali saya sujud syukur adalah ketika saya memenangkan juara 2 lomba nulis NESO Indonesia yang berhadiah Summer Course ke Belanda tahun 2012 lalu.

My name is on the list!!!


Saya langsung panggil kedua orang tua saya. Saya perlihatkan daftar nama itu. Ibu dan bapak penasaran. Kemudian mereka juga terkejut dan sangat senang akhirnya saya dapat beasiswa juga. Mereka memberi saya selamat dan langsung memberi nasihat meskipun entah kapan saya akan berangkat. Semua ini tak lepas dari doa ibu saya yang selalu tahajud dan mendoakan saya. Terima kasih yang tak terkira untuk ibu dan bapak saya! 

Ya Allah, alhamdulillah. Terima kasih banyak. Akhirnya impian saya bisa terwujud... Pikir saya kala itu... Meskipun saya masih tak percaya bahwa nama di daftar itu benar-benar saya. Ini merupakan hadiah terindah untuk ulang tahun saya yang ke 25. Pada bulan April saya mendapat email dari Campus France Paris yang memberitahukan bahwa saya memang benar mendapat Beasiswa Eiffel! Saat menghadiri Seminar Keberangkatan yang diadakan Campus France, saya mendapat kabar kalau dari Indonesia penerima beasiswa Eiffel tahun 2014 hanya dua orang. Padahal tahun sebelumnya lebih banyak. Memang saat saya melihat file PDF yang berisi nama-nama penerima beasiswa Eiffel, daftar itu didominasi nama dari Tiongkok, Rusia, India, dan Amerika Selatan. 

Saya sangat bahagia dan lega karena saya tak harus lagi berjuang untuk mencari beasiswa dari Indonesia. Saya tak mendapat apa-apa dari Indonesia, malah pemerintah Perancis yang memberi saya beasiswa. Saya juga ingin ucapkan terima kasih kepada madame Ratri dan pada Alfredho di Campus France Bandung yang selama dua tahun ini membantu saya dan saya “recokin” terus. Hehe. 

Kemarin malam saat sedang melamun, iseng-iseng saya menghitung berapa sih uang yang saya dapatkan dari Beasiswa Eiffel ini... Saya terkejut melihat angka yang dikeluarkan kalkulator HP saya... Ternyata nilainya mencapai 440 juta rupiah untuk dua tahun studi Master. Nominal itu belum termasuk tiket pesawat PP, visa, dan asuransi kesehatan yang juga diberikan oleh Beasiswa Eiffel. Alhamdulillah. Merci beaucoup pour le gouvernement Français! :)

Di Kedutaan Besar Perancis @ Jakarta

Dream, believe and make it happen bukan hanya slogan Agnez Mo! LOL Tapi juga sudah dan selalu saya tanamkan dari dulu pada diri saya. Bukan hanya sekedar bermimpi, tapi juga mempercayai mimpi-mimpi kita dan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Seperti halnya saat tahun 2012 pergi ke Belanda, negeri yang sudah saya sukai sejak kecil. dan sempat juga berkunjung ke Belgia, Jerman, Perancis dan Spanyol. Hingga tahun 2014 ini, saat saya mendapatkan Beasiswa Eiffel yang membuat mimpi saya belajar di Perancis menjadi terwujud. So, never give up on your dreams!

Perjuangan Berburu Beasiswa



Sebelum lulus dari Sastra Perancis UNPAD pada tahun 2012, saya memang sudah berencana untuk melanjutkan kuliah di Perancis. Apalagi setelah mengunjungi negeri itu berkat memenangi lomba nulis dari NESO Indonesia, saya semakin ingin kuliah di Perancis. Tahun 2012 begitu lulus, saya langsung mendaftar program master profesional Management pariwisata ke Université Bordeaux Montaigne. Tapi karena satu dan lain hal, saya ditolak oleh universitas tersebut. Sang pemimpin program masternya menyarankan saya untuk mencari pengalaman dulu di bidang pariwisata dan meminta saya mendaftar lagi tahun depan.

Kemudian saya pun magang di Museum Konperensi Asia Afrika Bandung selama tiga bulan. Di sana saya belajar banyak hal dan mendapat banyak teman juga. Pokoknya nyenengin banget magang di MKAA! Singkat cerita saya daftar lagi ke universitas itu tahun 2013. Setelah seleksi dokumen lolos, mereka pun mewawancarai saya melalui telepon. Beberapa bulan kemudian saya mendapat kabar bahwa saya diterima di universitas itu! Saya sangat senang karena akhirnya saya diterima juga dan impian saya untuk bisa sekolah di Perancis sedikit lagi terwujud. Tapi perjuangan masih belum selesai. Saya masih harus mencari beasiswa!

Tahun 2013 saya hunting beasiswa kemana-mana. Mulai dari Beasiswa Unggulan dari Diknas, beasiswa LPDP, dan berkonsultasi dengan Campus France Bandung. Berbekal dengan Surat Penerimaan (Letter of Acceptance) dari Université Bordeaux Montaigne, saya datang langsung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta untuk menyerahkan secara langsung berkas pendaftaran Beasiswa Unggulan (BU). Panitia BU bilang kalau nanti bakal ada seleksi berkas dan kalau lolos, mereka akan menghubungi saya langsung. Saya pun pulang lagi ke Bandung.


Selain daftar BU, saya juga mencoba keberuntungan di beasiswa LPDP dari Kementrian Keuangan. Dokumen yang harus disiapkan lebih kompleks meskipun tidak terlalu sulit. Saya juga hanya mengunggah semua syarat lewat internet. Untuk beasiswa LPDP, ada dua seleksi: seleksi berkas dan wawancara. Alhamdulillah saya lolos seleksi berkas dan saya diundang untuk wawancara di Jakarta. Saya pun kembali pergi ke Jakarta. Peserta wawancaranya banyak banget dan kami akan diwawancara oleh 3 doktor dan atau professor! 3 lawan 1!

Sebelum masuk ruang wawancara, panitia LPDP mengecek kembali dokumen-dokumen kami. Mereka menanyakan kenapa surat rekomendasi saya tidak sesuai dengan format yang diminta. Ditambah surat rekomendasi itu dalam bahasa Prancis! :D Tapi akhirnya saya boleh ikut wawancara juga. Saya diwawancarai oleh 3 ibu-ibu doktor/profesor. Mereka baik-baik, ramah dan humoris, tapi pertanyaannya menjebak semua! Untungnya mayoritas dari pertanyaan itu bisa saya jawab. Tapi dari debat saya dan mereka, sepertinya mereka berpikiran proposal thesis saya sangat pro-Perancis dan tidak menguntungkan Indonesia. Padahal kan itu hanya proposal. Lagian saya juga bakal belajar di master profesional, bukan master recherche (penelitian).

Setelah melewati proses yang menegangkan itu saya pulang ke Bandung. Meskipun saya sangat berharap mendapatkan beasiswa itu tapi saya tak mau terlalu berharap banyak. Beberapa minggu kemudian hasilnya keluar dan saya pun tidak lolos beasiswa LPDP. Saya pun “mengetuk pintu” banyak pihak untuk meminta beasiswa. Mulai dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kirim surat ke Presiden SBY di Istana Negara, Kementrian Luar Negeri Prancis, sampai ke Presiden Prancis di Paris! Haha. Dan yang mengejutkan, mereka semua menjawab surat saya! Saya juga mengirim surat ke beberapa perusahaan besar Indonesia, tapi tidak ada balasan sama sekali.

Kemenparekraf menjawab kalau mereka tidak mempunyai anggaran untuk keperluan beasiswa. Presiden SBY diwakili oleh Sekretaris Negara menjawab dan menyarankan saya untuk ikut beasiswa LPDP. Kemenlu Prancis menyarankan saya untuk mencari beasiswa dari pemerintah Indonesia karena Pemerintah Prancis hanya menyediakan BGF (beasiswa Pemerintah Prancis) yang hanya menanggung visa, asuransi dan biaya universitas. Kemudian Presiden Prancis Francois Hollande menjawab akan menyampaikan masalah saya ke Kemenlunya. Haha

Akhirnya harapan saya satu-satunya adalah Beasiswa Unggulan dari Diknas. Dalam seminggu, 2-3 kali saya telepon mereka untuk menanyakan apakah sudah ada hasil seleksinya? Jawabannya: “Seleksi belum dimulai. Kalau ada hasilnya nanti akan kami beritahu langsung.” Dan kalian tahu apa? Sejak bulan April pertama kali saya daftar sampai bulan September pas perkuliahan di Prancis sudah dimulai, tidak ada kabar apa-apa dari panitia Beasiswa Unggulan. Entah apa beneran ada seleksi itu atau tidak. Dan akhirnya saya gagal pergi ke Prancis tahun 2013. Dengan sedih hati saya pun menulis email ke penanggungjawab program master itu untuk meminta maaf dan mengabarkan bahwa saya tidak dapat datang. Semoga proses Beasiswa Unggulan semakin baik lagi dan please jangan dikorupsi! Kasihan anak-anak bangsa yang ingin sekolah!

Profesor penanggung jawab program master itu agak kecewa karena mereka sangat selektif dan memilih tidak banyak mahasiswa berkewarganegaraan Prancis maupun asing. Mereka juga hanya memilih satu atau dua mahasiswa asing tiap tahunnya. Tapi mereka memberikan saya kesempatan. Surat penerimaan saya masih berlaku untuk tahun 2014 tapi dengan catatan jika saya mendapatkan beasiswa. Tahun 2013 menjadi tahun yang buruk buat saya. Impian saya serasa hancur dan tidak akan terwujud...


(To be continued...)

Cerita Selanjutnya: http://bit.ly/BeasiswaEiffel

Wednesday, June 25, 2014

Jika Jokowi dan JK Terpilih...

Indonesia, kita harus punya pemimpin muda! Kapan lagi kita diberi kesempatan punya pemimpin muda yang sekaligus bisa dipercaya! Mau Indonesia terus dipimpin generasi tua? Saatnya yang muda yang beraksi!

Ini dia beberapa gagasan Jokowi-JK jika mereka terpilih di Pilpres 2014. Juga ada beberapa pandangan mengenai Jokowi.














Tuesday, June 24, 2014

Dijual Anjing Pomeranian Jantan

Dijual anjing pomeranian jantan.

BULU BERWARNA COKLAT, HALUS DAN MEKAR
LAHIR: 19 FEBRUARI 2014
ADA STAMBUM DAN SUDAH TATTOO

HARGA : 2 JT NEGO
CP  : Ricca Novia – 0838.2063.9074
LINE ID : GGGGUNTY
  


Monday, June 23, 2014

Jokowi Diliput TV Al Jazeera

Kinerja dan fenomena Jokowi menarik perhatian berbagai media asing! Setelah TV Perancis yangmeliput Jokowi, kini TV dari Timur Tengah Al Jazeera yang meliput keseharian dan kinerja Joko Widodo. Yuk simak video liputan Al Jazeera mengenai Jokowi. 

Dalam salah satu komen di Youtube, ada seorang warga Malaysia yang memberikan komentar yang membuat saya agak terharu. Dia berkomentar: "I'm kinda jealous as a Malaysian, having such a fresh guy on the political reins for your town. Wish you guys the best"

BJ Habibie: Indonesia Harus Dipimpin Pemimpin Muda di 2014

Ini video yang diambil dari Youtube yang merekam acara Mata Najwa yang mengundang Presiden ke3 Republik Indonesia, BJ Habibie. Habibie adalah salah satu presiden yang saya sukai dan kagumi selain Soekarno. Well, dari enam presiden yang pernah dimiliki Indonesia, saya hanya suka Soekarno dan Habibie. They are just amazing! Dalam acara tersebut secara tersirat BJ Habibie lebih memilih Jokowi yang menjadi presiden Indonesia dan hanya Jokowi yang lolos kriteria Presiden menurutnya. Mengapa?? Temukan sendiri jawabannya di video ini.

Alasan Riri Riza dan Addie MS Mendukung Jokowi


Para seniman tak malu-malu untuk menyampaikan dukungannya kepada Jokowi  dan JK. Seperti Riri Riza, seorang sutradara hebat dan Addie MS, salah satu komposer hebat Indonesia, dalam akun Twitter pribadinya mengungkapkan alasan mengapa mereka memilih Jokowi. Masih belum menentukan pilihan? Baca alasan mengapa kita harus mendukung Jokowi, untuk Indonesia Hebat dan lebih baik! :)



Riri Riza @rizariri  


Apakah 9 alasan saya mendukung JKW/JK menunjukkan kalau #Jokowi sempurna? Ia pasti lebih baik dari Prabowo & tokoh partai koalisinya.


#1 Sipil, berlatar pengusaha, bukan tipe umum birokrat. #Jokowi utk Presiden RI 2014.


#2 Sederhana, bicara sederhana, tidak gila kemewahan walau sebenarnya bisa, #Jokowi utk Presiden RI 2014.


#3 Jokowi bersama JK, terbukti efisien dalam konsep & eksekusi kerja. Tidak formal kosong seperti pejabat umumnya, #Jokowi utk Presiden RI


#4 Saya sudah hampir 3 bulan bekerja di Sumba Timur NTT. #Jokowi selalu menyebut NTT dan potensinya. Bukan (lagi2) kemiskinannya.


#5 Pernah berjumpa sekali saat masih walikota Solo, #Jokowi duduk mendengarkan PKL, Pengamen, PSK &Tukang becak yg datang ke kantornya.


#6 Jokowi bisa berdialog/mau mendengar. Kualitas yg jarang dlm birokrasi kita, #Jokowi utk Presiden RI


#7 #Jokowi suka seni, ia mendukung seni tradisi & budaya pop dgn hadir menonton, jauh sebelum masa kampanye. Pemimpin patut berbudaya.


#8 Dan yg utama, ada #Jokowi di pilpres ini adalah kesempatan arah baru kepemimpinan Indonesia. Muda, bersih, sederhana, berbudaya


#9 Memilih #Jokowi adalah kesempatan langka yg diberikan pada Indonesia, untuk punya pemerintahan baik yg tidak korup.




ADDIE MS @addiems  


Aku mulai mengagumi Jokowi sejak 3 thn yl. Senang skl wkt disapa @jokowi_do2 via twit th 2012. 

Bbrp tahun belakangan ini banyak media asing mengamati & memberitakan soal @Jokowi_do2. #JOKOWINER



Majalah Fortune, Maret 2014 menempatkan Jokowi di urutan ke-37 di "Word's 50 Greatest Leaders". #JOKOWINER


Jokowi diulas secara khusus di majalah The Economist: "No Ordinary Jokowi". #JOKOWINER


Jokowi diangkat dalam liputan khusus televisi Prancis, TV5. Kesederhanaannya dalam memimpin dianggap menginspirasi. #JOKOWINER


Jokowi dinobatkan sebagai The Man of the Year oleh majalah Globe Asia di Januari, 2014. #JOKOWINER


Jokowi diulas oleh New Straits Times di artikelnya: Reflections on the Jokowi. #JOKOWINER


Jokowi dipilih sebagai Walikota terbaik dunia urutan ke-3 tahun 2012 oleh worldmayor.com #JOKOWINER


Masih banyak lagi pengakuan dunia internasional terhadap sosok Jokowi. Silakan browsing sendiri. #JOKOWINER


Yg mengagumkan dr Jokowi adalah relawan, artis, tokoh2 yg mendukungnya tidak dibayar. Malah sawerannya mrk sdh lbh dr 50 miliar. #JOKOWINER


Aku makin optimis masa dpn Indonesia dgn munculnya Bu Risma, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Bima Arya, Nurdin Abdullah dll. Indonesia Jaya!


Mari dukung pilihanmu dgn twit positif. Jangan rendahkan idolamu dgn mencerca pesaingnya. #REVOLUSI MENTAL


Kita hanya sama2 mencari pemimpin. Bukan membuat perpecahan/permusuhan. Siapa pun yg terpilih nanti, kita dukung sama2. Itu demokrasi.


Penjelasan Anies Baswedan luar biasa mencerahkan! > http://t.co/umPMNVnZhD
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...