Monday, May 28, 2012

Agama yang Semakin Ditinggalkan


Agama ada di dunia ini berfungsi sebagai pedoman dalam menjalani hidup kita, mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan antar sesama manusia, dan dapat juga memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama. Tapi kini agama mengalami pergeseran dalam kehidupan manusia di berbagai belahan bumi, terutama di Eropa dan Amerika. Meskipun mereka memiliki agama dikarenakan keturunan dari orang tuanya, tetapi banyak orang yang tidak benar-benar mengamalkan ajaran agamanya. Bahkan mereka cenderung tidak mempercayai isi ajaran agamanya atau bahkan Tuhannya.

Menurut berita yang dilansir situs VOA Indonesia yang berjudul “Makin Banyak Kaum Muda AS Tolak Ajaran Agama Tradisional” tertanggal 16 Mei 2012, dilakukan sebuah jajak pendapat mengenai masalah agama oleh Berkley Center for Religion, Peace & World Affairs pada Universitas Georgetown. Hasilnya diketahui bahwa banyak pemuda meninggalkan agama yang mereka anut sejak kecil dan pada umumnya mereka memilih untuk tidak menganut agama tertentu. Sekitar seperempatnya malah tidak memeluk agama apapun. Hasil tersebut cukup mengejutkan dan dapat menggambarkan fenomena agama yang terjadi dalam masyarakat muda di Amerika Serikat. Selain itu hanya 23 persen responden dalam jajak pendapat tersebut yang menyatakan percaya bahwa Alkitab adalah firman Tuhan dan harus dipahami secara harfiah.

Saya memilik beberapa teman di Eropa, seperti di Perancis, Belanda dan Italia. Ketika kami membahas masalah agama, mereka mengakui bahwa mereka beragama Katolik karena kedua orang tua dan keluarga besarnya juga Katolik tetapi sebenarnya mereka tidak terlalu meyakini ajaran agamanya. Bahkan teman yang di Belanda dan Perancis tidak terlalu yakin bahwa Tuhan itu ada. Mereka percaya ada sesuatu “kekuatan” di alam semesta ini tetapi mereka tidak menemukan kepercayaannya pada agama. Mereka berpikir bahwa kitab suci bisa saja hanya buatan manusia yang isinya direkayasa. Saya senang bisa bertukar pendapat seperti itu dan menemui pandangan yang berbeda. Sebuah keyakinan atau agama memang tidak dapat dipaksakan kepada seseorang. Kita pun tidak dapat menyalahkan pendapat mereka itu karena semua orang bebas berpikir, berpendapat, dan menentukan jalan hidupnya sendiri.


Bagi kalangan pemuka agama, hal itu bisa menjadi suatu hal yang mengkhawatirkan. Mungkin seharusnya sekarang agama-agama di dunia mulai memikirkan cara-cara pendekatan yang lebih nyaman dan mudah diterima bagi banyak orang karena agama-agama tradisional mulai tidak mendapatkan tempatnya di hati anak muda. Dalam berita VOA di atas juga diinformasikan bahwa kampus-kampus perguruan tinggi pada umumnya merupakan tempat yang paling tidak ramah terhadap agama di Amerika Serikat, karena banyak orang menjauh dari agama ketika masih muda, sekitar umur 18-24 tahun. Para peneliti di sana juga menemukan bahwa kurang dari 50 persen para pemuda itu yang punya akun Facebook menyebut agama pada halaman profil mereka. Banyak faktor bisa menjadi penyebabnya, misalnya karena pengaruh budaya, perkembangan ilmu pengetahuan atau juga faktor pemikiran mereka yang sangat rasional. Sedangkan agama sendiri meskipun rasional tetapi dibutuhkan kepekaan dan keyakinan yang lebih untuk bisa mempercayainya.

Agama-agama di Dunia (sumber: wikipedia)

Hal itu bukan tidak mungkin dapat juga terjadi di Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Jika kita lihat fenomena akhir-akhir ini di mana terdapat sebuah ormas yang mengatasnamakan Islam tetapi sering melakukan kekerasan dalam aksinya dan sering mengeluarkan ancaman. Meskipun demikian, aparat polisi dan pemerintah tidak berani untuk menindak mereka secara tegas. Menurut saya hal itu memperburuk citra Islam sendiri dan Indonesia pada umumnya. Setelah heboh dengan masalah Lady Gaga, teman-teman saya di Eropa langsung menanyakan hal tersebut dan mereka heran mengapa ancaman dan kekerasan bisa dihalalkan di Indonesia? Saya hanya dapat menjelaskan semampu saya dan sebaik mungkin agar citra Indonesia tidak semakin buruk. Saya sebagai orang Islam pun sangat malu dengan hal tersebut.

Bagaimana orang dapat simpatik terhadap agama jika dakwahnya dilakukan dengan ancaman dan kekerasan? Bukankah agama mengajarkan kebaikan dan kedamaian? Bagaimana dunia ini dapat damai dan tentram jika kekerasan atas nama agama selalu dibiarkan? Kembali ke teman saya yang di Italia, dia bertanya apakah umat Buddha di Indonesia banyak? Saya menjawabnya lalu dia mengungkapkan bahwa dia tertarik dengan agama Budha karena agama itu menurutnya mengajarkan kedamaian. Kebanyakan orang tentunya menginginkan kedamaian dan ketentraman dalam hidupnya. Oleh karena itu sangat menyedihkan jika ada kekerasan yang mengatasnamakan agama dan jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin orang-orang di Indonesia akan seperti kaum muda di Amerika Serikat yang menolak ajaran agama tradisional.


Imagine there's no Heaven
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people 
Living for today 

Imagine there's no countries 
It isn't hard to do 
Nothing to kill or die for 
And no religion too 
Imagine all the people 
Living life in peace 
(IMAGINE - John Lennon)


Agama apapun itu seharusnya menjadi pedoman hidup yang menentramkan dan menebarkan perdamaian di muka bumi ini serta mengamalkan setiap ajarannya dengan cara yang baik dan mengikuti perkembangan jaman sehingga tidak akan ditinggalkan oleh para pemeluknya. Robert Jones, kepala Public Religion Research Institute, yang ikut dalam jajak pendapat itu mengemukakan bahwa para pemuda menolak agama yang tradisional dan lebih menyukai kehidupan spiritual yang tidak terlalu mengikat. Selain itu ada fakta yang unik yang ditemukan para peneliti. Teryata kurang dari 50 persen dari para pemuda itu yang punya akun Facebook menyebut agama pada halaman profil mereka. Semua berbagai fakta di atas hendaknya menjadi renungan bagi para pemimpin spiritual, pemuka agama, dan berbagai kelompok agama di dunia. 


4 comments:

  1. "Agama apapun itu seharusnya menjadi pedoman hidup yang menentramkan dan menebarkan perdamaian di muka bumi ini serta mengamalkan setiap ajarannya dengan cara yang baik"

    Mami setuju banget sama yang papi bilang ini.
    Btw soal lagunya John Lennon yang Imagine, walopun lagunya agak freak dan ekstrim, mami setuju loh.. Walopun itu lagunya seolah-olah sedang menggambarkan ajaran iluminati, tapi setidaknya lagu itu berbicara tentang kedamaian. kalau kedamaian bisa ada dengan menyingkirkan segala perbedaan, maka mari kita singkirkan perbedaan tsb (walopun tentu aja ad ajalan lain untuk menciptakan perdamaian). tapi kan yang jadi sumber perpecahan dan perang adalah perbedaan itu. kalo manusia ga sanggup mencintai perbedaan dan menganggap perbedaan itu indah, maka lebih baik singkirkan aja perbedaan tsb.

    ReplyDelete
  2. hehehe makasih banyak Mami Cantik :)
    oh iya ya? Lagunya John Lennon itu agak ekstrim? Papi ga tau sama sekali loh! Apalagi yang menggambarkan iluminati... hahaha. Papi cuma mikirnya ya lagu ini mempunyai pesan perdamaian. Iya ya...kenapa sih perbedaan ga dianggap indah aja. Lagian kalo sama semua kan ga seru juga... Dengan perbedaan kita bisa belajar banyak hal.

    ReplyDelete
  3. Mantao deh bang, perbanyak lagi buat web web kayak gini bang, agama itu sangat penting dlm hidup,

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...