Saturday, March 30, 2013

INTOUCHABLES, Touching and Funny!



Ketika Festival Sinema Perancis akan digelar di Bandung, saya mencari synopsis beberapa film Perancis yang akan diputar agar saya bisa menentukan ingin menonton film yang mana karena sepertinya saya hanya akan punya waktu untuk menonton satu film saja. Begitu membaca synopsis dan melihat trailer film Intouchables, saya langsung tertarik dan keputusan saya bulat bahwa saya akan menonton film ini. Sepertinya film yang lain yakni Comme Un Chef juga seru, tapi saya tetap lebih memilih Intouchables. Lalu saya menonton film ini di Trans Studio Mall XXI (Bandung Super Mall), tempat diselenggarakannya Festival Sinema Perancis 2013. Saya menonton dengan beberapa sahabat saya dan beberapa murid yang saya ajar bahasa Perancis di Museum. Bahkan di sana saya juga bertemu beberapa dosen kampus.

Sebelum pemutaran film Intouchables, pihak Institut Français d’Indonésie (IFI) memutar film pendek Indonesia hasil kompetisi yang diselenggarakan IFI. Film pendeknya menurut saya cukup vulgar dan sadis, lalu kami semua dikagetkan oleh sepasang suami istri yang juga kaget dengan film pendek itu dan mereka berdiri sambil protes “Apa-apaan ini? Masa di bioskop diputer film begituan? Gimana kalau ada anak kecil?! Ga pantes banget! Ini pihak Perancis yang muternya? Siapa penanggung jawabnya? Saya mau protes!” Suara mereka cukup keras dan mereka lalu pergi meninggalkan teater, entah apa yang terjadi selanjutnya. Kami cuma bisa saling liat dan memang kami akui film pendeknya cukup provokatif. 

Kemudian film Intouchables pun dimulai dengan adegan di jalan raya, sebuah mobil mewah dikendarai oleh Driss (Omar Sy) dan Philippe (François Cluzet). Karena mereka melewati kecepatan maksimum yang diperbolehkan akhirnya mereka pun diberhentikan polisi. Pertama kali saya tahu Omar Sy yaitu dari acara Service Apres Vente (SAV) di Canal+ dan di sana dia gokil banget. Jadinya saya penasaran saat di film ini dia berperan sebagai orang yang cukup serius. Omar Sy berperan sebagai Driss yang merupakan seorang imigran asal Senegal yang tinggal di pinggiran kota Paris. Dia baru saja keluar dari penjara, dia dipenjara selama enam bulan. Di Perancis, para pengangguran bisa mendapatkan bantuan sosial dari negara. Nah si Driss ini ingin mendapatkan uang bantuan itu tapi dia tidak ingin bekerja. 


Pemerintah Perancis mensyaratkan bahwa kita harus juga berusaha untuk mencari kerja, jika kita ditolak dan belum juga mendapatkan pekerjaan, negara akan memberikan kita uang. Berkat peraturan yang seperti itu, Driss memanfaatkan kesempatan. Dia hanya membutuhkan tandatangan dari tempat kerja yang menunjukkan bahwa Driss berusaha mencari kerja tapi saat wawancara dia tidak berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan pekerjaan itu. Kemudian Driss bertemu dengan Philippe, seorang pria kaya raya yang lumpuh akibat kecelakaan paragliding. Dia sedang mencari seorang asisten pribadi nntuk merawatnya. Meskipun ada banyak calon perawat lain yang lebih berkompeten, tetapi Philippe lebih tertarik pada Driss dan menawarkannya untuk coba bekerja dengannya selama beberapa waktu dan dia berjanji akan memberikan tanda tangan untuk surat bantuan sosialnya.

Driss pun setuju, lalu dia mendapatkan berbagai fasilitas di rumah mewah Philippe. Driss digambarkan sebagai orang yang agak kasar tapi punya selera humor dan rasa kasih sayang. Ketika menonton film ini, saya dan teman-teman juga seisi studio tertawa terbahak-bahak karena berbagai adegan lucu yang ada sejak awal cerita hingga akhir cerita. Selain terhibur karena sisi komedinya, cerita filmnya pun sangat menyentuh dan sangat menarik. Kita disuguhkan dengan jalinan persahabatan antara Driss dan Philippe, dua orang dari dua « dunia » berbeda yang awalnya tak saling kenal tapi lama kelamaan mereka menjadi sangat dekat. Driss dan Philippe dapat saling mengisi kekurangan masing-masing dan membuat hidup mereka lebih berarti. Akan jadi tidak seru jika diceritakan semuanya di sini, lebih baik kalian nonton sendiri film ini karena saya jamin kalian tidak akan menyesal menonton film ini. Apalagi film ini diangkat berdasarkan kisah nyata.
Driss dan Philippe
Film ini terinspirasi oleh cerita Philippe Pozzo di Borgo (penulis buku Le Second Souffle) yang lumpuh sejak tahun 1993 dan Abdel Yasmin Sellou, perawat pribadinya. Sampai sekarang, mereka masih berhubungan baik. Melalui film Intouchables ini, sepertinya kisah Philippe asli dan Abdel diperankan dengan sangat baik oleh Omar dan François, dan disuguhkan dengan sangat lucu dan menarik. Faktanya, film Intouchables ini berhasil menjadi film yang paling banyak ditonton di Perancis selama tahun 2011 dan berada di posisi ketiga dalam sejarah Box Office film Perancis dibelakang film Titanic (1997) dan film Bienvenue Ches Les Ch’tis (2008). Inotuchables juga menjadi film Perancis yang paling banyak ditonton di luar negara Perancis dan berkat perannya di film ini, Omar Sy mendapatkan penghargaan piala Cesar 2012 untuk pemeran pria terbaik. 

Berkat ceritanya yang menarik dan lucu, film ini tidak membosankan untuk ditonton beberapa kali. Berdasarkan penilaian pribadi saya, film ini mendapat 3,5 dari 5,0


Title: Intouchables
Directors: Olivier Nakache & Eric Toledano
Scenario: Olivier Nakache & Eric Toledano
Starring: Francois Cluzet & Omar Sy
Productions: Gaumont, TF1 Films Productions, Quad Productions, Chaocorp, Ten Films
Country: France
Genre: Drama comedy
Release: 2011
Duration: 113 minutes
Budget: 9.500.000 euro
 

Friday, March 29, 2013

ENCHANTED, Does “Happy Ever After” Exist?




Directed by: Kevin Lima
Produced by: Barry Josephson & Barry Sonnenfeld
Written by: Bill Kelly
Starring: Amy Adams, James Marsden, Susan Sarandon, Patrick Dempsey, Rachel Covey, Idina Menzel
Music by: Alan Menken
Studio: Andalasia Productions, Josephson Entertainment, Right Coast Productions
Distributor: Walt Disney Pictures
Release Date: November 21, 2007
Duration: 107 minutes
Country: United States
Language: English
Budget: $ 85 million








Baru aja nonton film ini lagi untuk yang kesekian kalinya, tadi tayang di sebuah TV swasta. Pertama kali nonton film ini di bioskop begitu film ini keluar. Dulu nonton di 21 Jatinangor Town Square dengan sahabat-sahabat kampus saya, Gizca, Pipit, dan Christine. Pertamanya aneh, kok film kartun?! Eh ternyata jadi film biasa… Begitu filmnya selesai, ternyata rame dan romantis juga! Emang sih film ini dongeng banget…yah namanya juga Walt Disney. 

Ternyata kalau di Perancis, film ini berjudul “Il était une fois”. Enchanted adalah film komedi-fantasi-romantis-musikal buatan Hollywood tahun 2007, diproduksi dan didistribusikan oleh Walt Disney Pictures bekerja sama dengan Barry Sonnenfeld dan Josephson Entertainment. Ditulis oleh Bill Kelly dan disutradarai oleh Kevin Lima, bintang filmnya terdiri dari Amy Adams, Patrick Dempsey, James Marsden, Timothy Spall, Idina Menzel, Rachel Covey, dan Susan Sarandon. Plot cerita berfokus pada Giselle, seorang Puteri yang dipaksa pergi dari dunia animasinya yang bernama Andalasia ke dunia nyata yang berlokasi di New York City.





Giselle & Prince Edward
Adegan animasinya diproduksi oleh James Baxter Animation di Pasadena. Film ini rilis perdana pada tanggal 20 Oktober 2007 di Festival Film London sebelum dirilis secara meluas pada tanggal 21 November 2007 di Amerika Serikat. Enchanted memenangkan penghargaan di Saturn Award untuk Best Fantasy Motion Picture, menerima dua nominasi di Golden Globe Awards ke-65 dan tiga nominasi di Academy Awards ke-80. Film tersebut meraup keuntungan lebih dari $ 340.000.000 di seluruh dunia.

Dalam cerita, Giselle (Amy Adams) tinggal di "Andalasia" (terinspirasi dari Andalusia-kah?), sebuah dunia dongeng animasi, di mana hewan bisa berbicara dan semuanya selalu "happy ending". Pangeran Edward (James Marsden), yang dianggap "cinta sejati" Giselle, menyelamatkan dia dari makhluk jahat “troll” dan mereka berencana untuk menikah pada hari berikutnya. Sementara itu, Ratu Narissa (Susan Sarandon), ibu tiri Edward, berencana untuk melindungi takhtanya. Ratu, menyamar sebagai perempuan tua, mengirimkan Giselle ke New York City Times Square, yang disebutkan sebagai "tempat di mana tidak ada hal yang bahagia selamanya". 

Setelah beberapa petualangan, Giselle berjalan ke sebuah billboard terang benderang, menampilkan sebuah iklan kastil besar. Dia mengira bahwa gambar billboard itu adalah sebuah istana sungguhan, Giselle mencoba untuk masuk ke sana. Dia pun jatuh dan diselamatkan oleh Robert (Patrick Dempsey), seorang pengacara, duda, dan orang yang ramah. Atas desakan putrinya, Morgan (Rachel Covey), Robert mempersilahkan Giselle untuk tinggal di apartemen mereka. Di apartemen Robert, Giselle bertindak seperti di rumahnya sendiri di Andalusia, dia merekrut hewan perkotaan seperti merpati, kecoa dan tikus untuk melakukan pekerjaan rumah tangga sementara dia membuat gaun dari tirai apartemen Robert. 

Nancy Tremaine (Idina Menzel), pacar Robert, sempat salah paham dan cemburu pada Giselle. Sementara itu, anak buah Ratu Narissa, Nathaniel, berikut Pangeran Edward dan Pip tupainya, pergi ke New York juga untuk menyelamatkan Giselle. Nathaniel diberikan tiga apel beracun oleh Ratu Narissa untuk membunuh Giselle. Berbagai usaha dilakukan Nathaniel agar Giselle memakan apel itu. Karena dia selalu gagal, Ratu pun marah dan dia datang sendiri ke New York City.

  
Giselle dan Robert menghabiskan lebih banyak waktu bersama-sama, Giselle menemukan kenyataan bahwa dunia nyata jauh lebih rumit dari yang ia sadari dan ternyata dalam hatinya telah tumbuh perasaan terhadap Robert. Edward terus mencari Giselle, akhirnya menemukan kekasihnya itu di apartemen Robert. Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Tonton aja filmnya! ;)

Giselle, diceritakan sebagai orang yang polos banget dan percaya akan cinta sejati dan kebahagiaan membuat beberapa kelucuan di film ini. Kalau dipikir-pikir, pasti emang ada di dunia nyata ini orang yang seperti dia. Yah setidaknya orang yang percaya pada cinta sejati, termasuk saya sendiri (hehehe)… Meskipun saya percaya bahwa cinta sejati itu ada, tapi untuk menemukannya dan menjaganya tidaknya semudah yang diharapkan. Meskipun sempat patah hati setelah putus dari hubungan asmara selama lima tahun (tanpa putus), tapi saya tetap percaya bahwa cinta sejati itu ada… Dan beberapa lama kemudian saya pun menemukan sosok baru yang mencintai dan saya cintai, hingga sekarang hampir tiga tahun bersama. Intinya, cinta atau kebahagiaan itu akan hadir dalam hidup kita jika kita terus percaya dan berusaha untuk itu. Masalah happy ever afternya, ga mungkin juga kita selamanya bahagia karena yang namanya hidup pasti aka nada sedih dan gembiranya. Meskipun begitu, balik lagi ke diri kita sendiri apakah kita merasa bahagia dan berusaha untuk menciptakan kebahagiaan untuk diri kita dan untuk orang yang kita cintai? 


Kembali lagi ke film ENCHANTED, film ini cukup romantis dan menghibur. Bagi penyuka adegan atau film romantis, pasti pada suka adegan dansa diiringi lagu “So Close” dari Jon McLaughlin. Sumpah setelah nonton film ini langsung jatuh cinta ama ini lagu, sampai sekarang juga masih suka. Kata-katanya dalem dan romantis, alunan musiknya juga enak banget, suara penyanyinya oke banget… Apalagi dengerin lagu ini pas lagi jatuh cinta, beuh… hehehe. Semoga siapapun yang baca artikel ini, saya berharap semoga kalian menemukan cinta sejati kalian dan kalian bisa bahagia bersamanya… 

Penilaian pribadi saya, film ini berhak mendapat 2,8 dari 5,0.

Lirik lagu "So Close" Jon McLaughlin:

Jon McLaughlin
You're in my arms
And all the world is calm
The music playing on for only two
So close together
And when I'm with you
So close to feeling alive

A life goes by
Romantic dreams will stop
So I bid mine goodbye and never knew
So close was waiting, waiting here with you
And now forever I know
All that I want is to hold you
So close

So close to reaching that famous happy end
Almost believing this was not pretend
And now you're beside me and look how far we've come
So far, we are, so close

How could I face the faceless days
If I should lose you now?
We're so close
To reaching that famous happy ending
Almost believing this one's not pretend
Let's go on dreaming for we know we are
So close
So close
And still so far

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...