Sunday, July 31, 2016

Liburan Musim Panas di Amsterdam, Belanda

Amsterdam, kota yang saya impikan sejak kecil karena memang dari kecil saya suka ma negara Belanda. Kota ini jadi kota yang bersejarah dalam hidup saya karena saya menginjakkan kaki pertama kali di Eropa ya di Amsterdam. Saat itu saya memenangkan lomba menulis dari NESO Indonesia yang berhadiahkan Summer Course di kota Utrecht selama dua minggu tahun 2012. Kalian bisa baca tulisan pengalaman saya dulu di sini. 




Saat saya keterima kuliah di Prancis juga saya dapet penerbangan dari KLM-Air France sehingga saya harus ganti pesawat di Amsterdam tahun 2014. Ketika saya tau saya dapat jatah liburan dua minggu dari tempat magang, saya pun hunting tiket murah pesawat low cost di Eropa. Awalnya saya pengen banget ke Sevilla, Andalusia, Spanyol. Tapi kata temen saya di sana pas musim panas suhunya bisa mencapai 35-40 derajat celcius dan bakalan susah banget buat jalan-jalan di siang hari. Hmm...akhirnya saya memutuskan untuk ganti destinasi. Setelah melihat beberapa destinasi potensial buat liburan akhirnya saya memilih Amsterdam. Selain karena saya suka ma kota ini, saya juga kangen banget ma Belanda. 




Saya terbang dari Bordeaux ke Amsterdam menggunakan pesawat EasyJet. Sempet delay 2 jam di bandara Bordeaux dan bikin sedikit bete. Tapi untungnya di Eropa ada hukum yang mengharuskan pihak maskapai memberikan ganti rugi kalau ada delay minimum 2 jam. Sehingga mereka pun memberikan kami kartu yang berisikan top up 4,5 euro. Lumayan buat beli minuman di bandara. Harga makanan dan minuman di bandara bisa berkali-kali lipat lebih mahal. Setelah 2 jam menunggu akhirnya pesawat pun berangkat dan sampai di Amsterdam dalam waktu 1 jam 40 menit. Bandara Schipol meningatkan saya akan kenangan tahun 2012 saat pertama kali saya menginjakkan kaki di Eropa. FYI, bandara ini dipilih sebagai bandara ke 13 terbaik di dunia. 

Saya pun langsung menuju hotel karena tak ingin lama-lama menggendong backpack yang lumayan berat ini. Dari bandara untuk menuju kota Amsterdam kita bisa pakai kereta. Ada stasiun kereta yang terletak di bawah tanah bandara Schipol. Kalau kamu punya kartu kredit Eropa, kamu bisa langsung beli di mesin penjual tiket otomatis. Gampang banget. Harga tiketnya sekitar 4 euro sekali jalan. Amsterdam bisa kita capai dalam waktu sekitar 15 menit. Jangan lupa perhatikan pengumuman suara di kereta atau papan penunjuk di stasiun yang kita lewati, jangan sampai stasiun tujuan kita terlewatkan. Kita harus turun di Stasiun Amsterdam Centraal. Stasiun ini gedeee banget dan bagus banget bangunannya. Berasa seperti istana kalau dilihat dari luar. Saya pun berjalan kaki menuju hotel yang sudah saya pesan sebulan sebelumnya. Saya akan tidur di Hotel NH Carlton Amsterdam, hotel bintang 4 di pusat kota Amsterdam. Harga per malamnya cukup mahal tapi untungnya saya dapet promosi jadinya lebih murah. Setelah check in dan masuk kamar, saya pikir kamarnya jauh lebih besar ternyata lebih kecil dari perkiraan saya. Jauh lebih kecil dibandingkan hotel NH yang pernah saya coba di Jenewa dan Barcelona. 



Setelah menyimpan tas dan barang-barang, saya pun menyempatkan untuk mandi karena ternyata suhu di Amsterdam cukup panas. Setelah mandi, saya menuju pusat kota. Amsterdam saat ini sedang menjadi tuan rumah EuroPride, sebuah Gay Pride skala Eropa. Di semua sudut kota berhiaskan bendera EuroPride. Ada banyak acara selama dua minggu. Mulai dari konser musik gratis, Pride Walk, Pride Canal Amsterdam yang sangat terkenal itu dan acara lainnya. Setelah berkeliling sebentar di pusat kota Amsterdam, saya pun menuju Dam Square. Alun-alun terpopuler Amsterdam, di sana ada konser EuroPride gratis. Saya lewatkan malam pertama di Amsterdam di sana, menari sampai tengah malam diiringi musik tekno. 



Di hari kedua, saya kembali jalan-jalan ke pusat kota Amsterdam untuk hunting foto dan mengunjungi bangunan-bangunan indah di ibukota Belanda ini. Arsitektur Amsterdam sangat khas dengan bangunan-bangunan sempit dengan dinding berwarna-warni. Kemana pun kaki melangkah di Amsterdam, kamu pasti menemukan kanal. Kanal di Amsterdam cukup sibuk, banyak banget perahu turis, perahu pribadi, dan rumah-rumah perahu. Kadang juga ada kemacetan di kanal buat melewati sebuah jembatan. Pokoknya Amsterdam keren banget. Lihat video di bawah ini buat liat lalu-lintas di kanal Amsterdam. 




Saya juga melewati Red Light District sebuah daerah prostitusi yang legal. Kita bisa melihat banyak perempuan di balik jendela menggoda para lelaki yang lewat di depannya. Mereka berpakaian sangat seksi. Saya baru melihat hal seperti ini hanya di Amsterdam! Di kota ini, banyak juga kita temui coffee shop. Eits hati-hati, coffee shop di sini bukan buat minum kopi seperti Starbucks tapi buat merokok ganja. Ya, di Belanda ganja dilegalkan juga. Kita hanya bisa membeli ganja di coffee shop ini. Dan semua orang yang berumur di bawah 18 tahun dilarang membeli ganja. Orang-orang biasanya membeli ganja dalam bentuk bubuk daun atau yang sudah jadi rokok dan mereka merokok di pinggir kanal sambil melihat perahu-perahu berlalu-lalang.  



Selama di Amsterdam saya juga mencoba tur perahu selama satu jam mengelilingi kanal. Harga tiketnya 16 euro per orang. Kita diajak berkeliling dengan kapal yang cukup besar dan bisa memuat banyak turis. Di dalam kapal, kita diberi headphone untuk mendengarkan rekaman tur guide yang akan menjelaskan berbagai bangunan yang akan kita lewati. Kita juga bisa memilih bahasa yang ingin kita dengarkan, dan ada pilihan bahasa Indonesia loh! :) Kalau kalian ada waktu, tur perahu kanal ini sangat direkomendasikan. Karena kita bisa melihat kota Amsterdam dari sisi lain. Akan sangat berbeda saat kita jalan-jalan di jalanan pinggir kanal dan di atas perahu di dalam kanal. Keren banget pokoknya kanal-kanal Amsterdam.


Di hari terakhir, saya mempertimbangkan antara masuk museum Madame Tussaud's atau menyewa canal bike (pedallo) untuk berkeliling di kanal selama satu jam. Saya pikir kalau Madame Tussaud's isinya cuma patung lilin dan rasanya membosankan. Jadi saya putuskan untuk berkeliling kanal dengan canal bike. Awalnya saya agak takut karena saya belum pernah nyoba canal bike. Takut ga bisa mengontrol dan mengganggu perahu lain. Tapi saya nekat buat coba, sepertinya asik. Per orangnya bayar 8 euro buat 1 jam atau 11 euro 1,5 jam. Awalnya susah banget buat dikendalikan, tapi setelah beberapa menit akhirnya tau juga gimana caranya. Setelah sejam berkeliling kanal, saya pun mengembalikan canal bike ke tempat semula. Kita sendiri yang harus memarkirkan canal bikenya dan mengaitkannya ke dinding pelabuhan. Jangan sampai canal bikenya terlepas. Pokoknya canal bike asik banget, kita dapet pandangan yang berbeda dibandingkan saat naik perahu turis. Canal bike, salah satu aktivitas yang harus kalian coba kalo ke Amsterdam.


Saya juga sempat mencoba poffertjes di salah satu cafe, salah satu kue khas Belanda. Enaaaak banget! Harganya 4,5 euro per piring. Amsterdam, kota yang dihuni 700.000 orang ini ga terlalu besar, kita bisa jalan kaki buat pergi dari utara ke selatan dan dari barat ke timur. Tram kota Amsterdam ada banyak ke segala penjuru kota tapi saya ga ambil tram soalnya dengan berjalan kaki, kita bisa liat bangunan-bangunan atau gang-gang indah yang ga bisa kita lihat kalau kita naik tram. Saya selalu ingat kata-kata lagunya Trio Kwek-kwek "Katanya", di situ dibilang Belanda negeri kincir. Ketika lihat di peta kota Amsterdam ada kincir angin yang bisa kita kunjungi, saya pun langsung jalan kaki menuju sana. Seneng banget rasanya lihat kincir angin khas Belanda! 


Ada dua teman orang Belanda yang tinggal di Amstedam, saya menghubungi mereka buat ketemuan. Untungnya mereka juga ada waktu luang jadinya saya bisa ketemuan ama Lex dan Twan. Seneng banget! ^^ Sayangnya saya ga bisa ketemuan ama Matthijs yang tinggal di kota lain. Liburan selama 4 hari 3 malam di Amsterdam sangat berkesan buat saya dan saya sangat senang bisa kembali ke Belanda. Semoga bisa balik lagi ke sini. Setelah tahun 2012, 2014 dan sekarang 2016, mungkin saya bisa kembali ke Amsterdam tahun 2018 ? :D Siapa yang pengen mengunjungi kota Amsterdam ?? :D 


5 comments:

  1. waduh gimana tuh rasanya musim panas di sana? panasnya kaya di jakarta ga ya :d

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang lagi musim panas dan sempet selama beberapa hari panasnya melebihi Jakarta :(

      Delete
  2. Thank you very much for sharing information that will be much helpful for making coursework my effective.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...