Tuesday, August 30, 2016

Mengapa Sastra Prancis ?

Tak terasa sudah tujuh tahun yang lalu sejak saya menulis artikel blog Ngehina Sastra? Vous etes abrutis! pada tahun 2009. Tujuh tahun bro! Tentu saja bukan waktu yang sebentar. Tujuh tahun adalah batas studi kamu sebelum di-drop out dari Sastra Prancis! Haha, sorry. Banyak banget temen-temen anak SasPer dari berbagai universitas dan angkatan yang memberikan komentar di artikel tersebut, banyak yang bertanya mengenai jurusannya, prospek kerja setelah lulus, dan lain-lain. Di artikel ini saya ingin kembali berbagi mengenai jurusan yang bisa membuat saya sekarang bisa sampai ke Prancis, negeri impian semua anak SasPer. 



Mengapa Sastra Prancis? 
Ketika kita memilih sebuah jurusan studi, tentu saja kita punya alasan masing-masing mengapa memilih jurusan itu. Saya pribadi, saya tidak mempunyai uang untuk masuk Perguruan Tinggi Swasta sehingga saya HARUS masuk PTN, dan salah satu caranya adalah dengan masuk melalui SMPTN (SMBPTN sekarang). Saat itu di SMA saya dari jurusan IPA, dan saya merasa ilmu eksakta bukanlah untuk saya sehingga saya ingin kuliah di jurusan yang tidak ada matematika dan ilmu eksakta. Saya pun memutuskan untuk ikut SMPTN IPS. Sejak lama saya ingin sekali menjadi diplomat, bekerja di Kedutaan Besar Indonesia di negara lain. Jadi Dubes. Well, itu impian saya dulu. Olehkarena itu saya memutuskan untuk memilih jurusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia sebagai pilihan pertama dan Sastra Prancis Universitas Padjadjaran sebagai pilihan kedua. Mengapa SasPer? Kalau saya tak keterima di HI, saya tetap bisa “melamar” untuk bekerja di Kemlu dengan ijasah SasPer. 

Selain itu saya juga sangat ingin bisa berbicara banyak Bahasa, seperti idola saya Bung Karno. Bahasa Inggris meskipun tak sempurna tapi saya bisa mengerti dan berbicara. Saat itu saya berpikir ingin belajar bahasa Spanyol tapi di Indonesia tak ada jurusan Sastra Spanyol. Lalu saya berpikir Bahasa Prancis adalah Bahasa yang menarik dan penting. Selain digunakan di Prancis, digunakan juga di banyak negara, oleh karena itu saya bisa berbicara dengan banyak orang dan banyak kesempatan kerja. Akhirnya saya memilih Sastra Prancis. Banyak yang bilang kalau ingin belajar Bahasa, kamu bisa les. Om saya juga berpikir seperti itu. Tapi saya bilang, di SasPer kita ga hanya belajar bahasa. Kita belajar banyak juga mengenai budaya, sejarah dan politik Prancis. Dan manfaatnya sangat saya rasakan saat ini ketika saya di Prancis. Sangat membantu. Tentunya kalian punya alasan sendiri mengapa kalian memilih SasPer. So, apa alasan kalian ?

Mengapa SasPer atau Sastra diremehkan ?
Banyak yang menganggap sastra itu mudah. Tentu saja jurusan Kedokteran atau Teknik lebih favorit dibanding sastra karena orang berpikir mereka lebih pintar. Tapi jangan salah, orang sastra banyak juga yang pintar! Dan ketika kalian bisa berbicara Bahasa asing yang orang lain tak mengerti, it’s really awesome! Jadi, buktikan kepada orang-orang yang meremehkan kalian kalau anak Sastra punya masa depan bagus dan bisa sukses! 

Mau jadi apa dan mau kerja apa setelah lulus Sastra Prancis? 
Pertanyaan itu adalah pertanyaan dari banyak orang, bukan hanya pembaca artikel saya 2009 silam, tapi juga keluarga saya dan keluarga kalian! Ya, kan? haha. Jujur, saya juga dulu ga tau mau kerja apa setelah lulus Sastra. Yang pasti dulu saya mengincar untuk kerja di Kemlu melalui tes CPNS. Meskipun dua kali saya gagal. At least saya sudah mencoba dan saya anggap ini jalan yang terbaik dan ternyata memang benar. Setelah lulus dan gagal masuk Kemlu, saya punya plan B. Saya sangat ingin ke Prancis. Pergi ke sana sebagai turis, saya tak punya uang. Lalu saya berpikir untuk melanjutkan kuliah ke jenjang master (S2). Karena saya tak punya uang, saya pun membidik beasiswa. Beasiswa dalam negeri dan luar negeri saya coba. Beasiswa Unggulan tak ada kabar dan kejelasan, beasiswa LPDP saya gagal. Kecewa iya, tapi saya selalu anggap itu yang terbaik. 

Ternyata untuk daftar kuliah dan daftar beasiswa dari Pemerintah Prancis baru bisa dibuka tahun depan. Akhirnya saya memutuskan untuk menunggu sambal mencari kerja. Saat itu saya tidak terlalu serius mencari kerja, yang terpenting pekerjaan itu tidak mengharuskan ada kontrak, apalagi kontrak dua tahun dengan penalty. Karena saya tahu bahwa saya akan meninggalkan pekerjaan saya untuk melanjutkan kuliah. Saya pun memutuskan untuk magang di Museum Konperensi Asia Afrika sambal menunggu kesempatan untuk kuliah dan agar saya punya pengalaman di bidang pariwisata. 

Setelah selesai magang saya mencari pekerjaan karena saya pun butuh uang. Akhirnya saya keterima kerja di salah satu perusahaan clothing di Bandung. Alhamdulillah tidak ada kontrak yang mengikat. Sambil bekerja saya pun mendaftar kuliah di Bordeaux dan mengajukan beasiswa Excellence Eiffel dari Pemerintah Prancis. Ketika saya mendapatkan berita baik bahwa saya diterima kuliah di sana plus dapat beasiswa itu, saya sangat bahagia dan langsung mengajukan pemunduran diri. 

Sekarang saya masih berjuang untuk lulus S2 di Universite Bordeaux Montaigne di kota Bordeaux. Untuk S2 ini saya memilih jurusan manajemen pariwisata. Karena prospek kerjanya akan lebih luas lagi. Insya Allah bulan September sidang, minta doanya dari kalian semua. ^^ Selama perkuliahan dua tahun ini, saya dua kali juga magang selama tiga bulan di tahun pertama dan lima bulan di tahun kedua. Dari situ saya mendapat banyak pengalaman dan belajar banyak. Alhamdulillah di Prancis kalau kalian magang lebih dari dua bulan kalian harus digaji. 

Kalau lihat temen-temen lain lulusan Sastra Prancis, mereka banyak yang sekarang bekerja di bank, perusahaan swasta (di bidang administrasi atau DRH), media dan televisi, menjadi dosen, ada juga yang melanjutkan kuliah S2, jadi guru bahasa Prancis, ibu rumah tangga, banyak juga yang au pair di Prancis, dan masih banyak lainnya. Jadi jangan kuatir, kesempatan kerja TERBUKA LUAS bagi lulusan Sastra dan Sastra Prancis! 

Perjuangan saya saat kuliah SasPer….
SasPer adalah jurusan yang tak mudah. Apalagi empat semester pertama saya masih terus kepikiran untuk kuliah di HI dan saya masih belum menerima kenyataan bahwa saya kuliah di SasPer. Sehingga nilai saya jelek, banyak nilai C, D dan beberapa E. Mulai dari tahun 2009 saya berpikir bahwa saya harus menerima kenyataan dan orang tua saya berjuang susah payah untuk menyekolahkan saya hingga ke jenjang S1. Saya ingin membuat mereka bangga dan juga tentu saya membuat diri sendiri bangga. Akhirnya saya banyak belajar, mengapalkan konjugasi, genre masculin feminin, etc. Saya juga mengikuti kelas ulangan agar bisa memperbaiki nilai buruk saya di beberapa mata kuliah dan agar bisa menaikkan IPK. Saya banyak mendengarkan lagu bahasa Prancis, menonton film Prancis, berteman dengan orang Prancis di Facebook dan mencoba untuk mempraktikkannya. Mempraktikkan Bahasa sangatlah penting, kalian bisa jauh lebih cepat mengingat bagaimana berbicara yang benar, saat kalian membuat kesalahan… 


Beberapa hal yang sulit di Bahasa Prancis adalah konjugasi, genre, dan tidak ada tips lain selain kalian harus menghapalkan dan mempraktikkannya agar kalian bisa hapal. Setelah berjuang dengan banyak belajar sendiri di rumah, di bus, belajar bersama teman kampus dan kenalan orang Prancis, dan mengulang beberapa mata kuliah akhirnya IPK saya bisa naik. Asalnya saya salah satu orang yang biasa-biasa di kelas, tapi pada akhirnya bisa lulus dengan cumlaude! Itulah yang bisa membuat bangga kedua orang tua saya saat wisuda dan saya dulu masih tak menyangka bisa lulus dengan cumlaude karena dulu IPK saya di bawah 3. Pelajaran yang bisa kalian ambil adalah semua orang pasti bisa! Kalian pasti bisa sukses kalau kalian ada niat, berusaha keras dan jangan menyerah! Sekarang saya bisa membuktikan bahwa anak SasPer bisa sukses dan membuat iri teman-teman lain dengan foto-foto Prancis yang saya ambil.

Bon courage et la France vous attend !

Salam,
Angers, 30 Agustus 2016

5 comments:

  1. Susah ga sih ka jadi anak statra..
    Tips buat semangat belajar statra apa aja ish ka?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Susah-susah gampang sih. Kalo kamu rajin belajar ya ga akan terlalu susah. Kalo males ya susah bgt :D
      Tipsnya kamu harus punya tujuan buat bikin bangga ortu, punya mimpi buat ke Perancis. Kalo saya sih dua hal itu yang bikin semangat. hehe

      Delete
  2. Susah ga sih ka jadi anak statra..
    Tips buat semangat belajar statra apa aja ish ka?

    ReplyDelete
  3. Aku anak sastra Arab. Tapi s2 nya pengen banget sastra Perancis. Ga tau ya bisa apa ga

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...