Wednesday, October 17, 2012

Karedok is OK!



Makanan adalah salah satu kebutuhan pokok  manusia. Negara kita adalah negara yang besar, gak cuma punya etnis, suku, bahasa, dan adat istiadat yang berbeda tapi juga Indonesia punya kuliner yang kaya. Setiap daerah di Indonesia punya panganan khasnya masing-masing. Sebagai orang Sunda yang lahir di Bandung, saya ingin mengangkat salah satu makanan khas Jawa Barat, yaitu karedok. Orang Sunda dikenal sebagai suku bangsa yang menyukai sayur-sayuran, contohnya ada lalapan dan karedok. 


 Nah ngomongin soal salad ala Sunda a.k.a karedok, bagaimana sih sejarah makanan ini? Kenapa dikasih nama “karedok”? Konon katanya makanan ini berasal dari Desa Karedok yang merupakan sebuah perkampungan yang terletak di seberang Sungai Cimanuk. Daerah ini dulunya merupakan wilayah Sumedang Larang. Desa Karedok yang seluas 926 ha ini berada di Kecamatan Jati Gede, Kabupaten Sumedang. Kepopuleran makanan karedok kini tidak hanya di Jawa Barat saja melainkan sudah merambah ke daerah lainnya. 

Karedok dapat dibilang merupakan makanan yang sehat karena komposisinya terbuat dari sayuran-sayuran segar yang tidak dimasak sehingga kandungan serat dan berbagai nutrisi lainnya masih utuh. Dalam masyarakat Sunda sendiri, terdapat beberapa macam karedok, di antaranya adalah karedok biasa (sayuran), karedok leunca, dan karedok kacang panjang. Karedok yang lebih familiar adalah karedok sayuran. 

Untuk membuat karedok sayuran sendiri dibutuhkan bahan-bahan sebagai berikut: kacang panjang muda, daun kol, tauge, terong bulat, bengkoang, timun, daun surawung/kemangi dan emping goreng. Sedangkan untuk membuat bumbu kacangnya kita memerlukan kacang goreng, cabai rawit, cabai merah, kunyit, terasi, garam, gula merah dan air matang secukupnya. Cara membuatnya pun sangat gampang, tinggal menghaluskan bahan-bahan bumbu kacang itu dan mencampurnya dengan potongan-potongan sayuran di atas dan setelah tercampur, tambahkan emping goreng di atasnya untuk menambah kenikmatan. VoilĂ ! Jadilah karedok sayuran! 


Sedangkan untuk membuat karedok leunca sendiri lebih simple lagi. Bahan sayuran yang dibutuhkan hanya leunca dan daun surawung/kemangi seperlunya, sedangkan untuk bumbunya diperlukan bahan-bahan garam dan gula pasir secukupnya, 1 siung bawang putih, 1cm kencur, 2 buah cabai rawit/cabai merah, dan terasi secukupnya. Cara membuatnya sama seperti membuat karedok sayuran, haluskan bahan-bahan bumbu di atas, setelah halus lalu campurkan dengan leunca dan daun surawungnya. Jadi deh karedok leunca khas Jawa Barat! Jika kita ingin membuat karedok kacang panjang, bahan-bahan yang dibutuhkan persis sama dengan karedok leunca, tinggal mengganti leunca dengan kacang panjang. Gampang bukan?


Dari sisi nutrisi, jelas sekali karedok itu sangat sehat, karena semua sayuran itu tidak dimasak terlebih dahulu sehingga kandungan gizinya masih utuh. Mari kita ulas satu per satu kandungan gizi sayuran-sayuran yang terdapat di dalam karedok. Kacang panjang merupakan sumber protein yang baik, juga mengandung vitamin A, thiamin, riboflavin, besi, fosfor, dan kalium. Kacang panjang juga adalah sumber yang sangat baik untuk vitamin C, folat, magnesium, dan mangan. Nilai Kandungan gizi Kacang Panjang per 100 g (3.5 oz) (mentah) adalah energy 196 kJ (47 kcal), karbohidrat 8 g, serat 3,6 g, lemak 0 g, dan protein 3 g. Daun kol mengandung vitamin B6, vitamin C, magnesium, fosfor, folat, kalsium, besi, karbohidrat, serat, protein, dan masih banyak kandungan bermanfaat lainnya.

Di dalam karedok sayuran juga terdapat tauge (kecambah) yang kaya akan vitamin E dan C. Tauge merupakan pangan yang rendah kadar lemak, serta memiliki folat dan protein yang dapat memperkecil resiko timbulnya penyakit kardiovaskular dan merendahkkan LDL (Low density lipoprotein) dalam darah. Tauge pun mengandung fitoestrogen yang dapat berfungsi seperti estrogen bagi wanita. Estrogen tersebut dapat meningkatkan kepadatan dan susunan tulang, serta mencegah kerapuhan tulang (osteoporosis). Kini giliran mentimun, sayur ini mengandung serat dan vitamin C yang tinggi juga terdapat vitamin B1, B2, B3, B5, dan B6, juga mengandung kalium, fosfor, magnesium, mangan dan nutrisi yang diperlukan tubuh lainnya. 


Selanjutnya salah satu bahan utama karedok adalah leunca atau disebut ranti dalam bahasa Indonesia. Leunca mengandung senyawa glikosida alkaloid solanin, zat samak, minyak lemak, kalsium, zat besi, vitamin A dan C. Buah leunca bisa dimanfaatkan sebagai tonic, diuretic. Buah leunca bisa dipakai obat anti bakteri dan anti kanker. Semua kandungan nutrisi dalam campuran berbagai macam sayuran segar yang terdapat dalam karedok membuat karedok menjadi makanan khas daerah yang sangat sehat. 

Makanan ini tersebar di berbagai kota dan desa di Jawa Barat, dinikmati juga oleh berbagai kalangan. Jika kalian berkunjung ke kota Bandung, kalian dapat membeli karedok di berbagai rumah makan Sunda pusat kota, warung-warung lotek/karedok pinggir jalan, ataupun di food court pusat-pusat perbelanjaan. Harganya pun bervariasi, berkisar antara Rp. 5000 sampai Rp. 10.000 tergantung tempat jualan karedok itu. Sedikit info, kalian bisa nemuin karedok di jalan Sudirman, jalan Kemuning, jalan Simpang (Dewi Sartika) dan di salah satu rumah makan Sunda di daerah Kebon Kalapa. Bagi yang belum pernah coba dan penasaran gimana rasanya karedok itu, ayo buruan jelajah gizi di warung-warung terdekat di kota Anda! hehe



Referensi:
USDA Nutrient database

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...