Friday, March 30, 2012

My 23rd Amazing Birthday!


Biasanya setiap kali menyambut ulang tahun, saya selalu agak sedih karena umur ini bertambah tua dan jatah hidup saya di dunia berkurang 1 tahun. Tetapi kali ini perasaan saya lain, saya cenderung senang. Mengapa ? Karena lima hari sebelumnya, yakni tanggal 15 Maret 2012, saya sidang skripsi ! Mungkin karena itulah mood saya jadi baik dan menyambut dengan sukacita ulang tahun saya kali ini.

19 Maret 2012. Pagi-pagi jam 8 seperti biasa ibu saya membangunkan saya. Dia lalu bertanya, « Besok mau ngundang temen-temen kamu ke rumah ? Kalau mau nanti ibu masak. ». Saya masih belum tahu jadi saya jawab « Euh...ya udah gimana nanti. » Kemudian ibu saya berangkat kerja. Lalu saya berpikir apakah ulang tahun saya tanggal 20 Maret tahun ini akan mengundang sahabat-sahabat saya lagi seperti tahun sebelumnya ? Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya saya memutuskan untuk mengundang mereka ke rumah, sekalian syukuran atas diperolehnya gelar Sarjana dan sekaligus ulang tahun saya. Saya tidak mau merepotkan ibu, tapi melihat di kulkas ibu sudah beli cukup banyak bahan makanan untuk dimasak jadi dengan senang hati saya juga mengundang sahabat-sahabat saya ke rumah untuk makan-makan.

Lalu saya mengirimkan SMS dan BBM ke sahabat-sahabat saya dan menanyakan apakah besok mereka bisa datang ke rumah saya. Alhamdulillah semua sahabat saya mengonfirmasi bahwa mereka sepertinya bisa datang ke rumah saya. Setelah mengundang semua sahabat, saya langsung bangun dari tempat tidur, sarapan, lalu beres-beres rumah. Saya membersihkan ruang tengah, ruang tamu, kamar saya. Semuanya disapu dan dipel.

20 Maret 2012. Semalam tidur saya cukup nyenyak meskipun waktu jam 12 malam terbangun gara-gara ada telepon masuk dari Ulan, sahabat saya, tetapi teleponnya tidak sempat saya angkat. Setelah sarapan, saya kembali beres-beres rumah. Setelah nyapu dan ngepel semua lantai, saya mandi dan pergi ke Alfamart untuk beli sesuatu. Sewaktu ingin membayar, kasir menanyakan apakah saya punya kartu Alfamart. Kebetulan saya punya dan menyerahkannya. Lalu kasir wanita itu bilang « Ricky ulang tahun hari ini ya ? Selamat ulang tahun ya ! » sambil tersenyum. Saya kaget dan sempat heran tahu darimana kalau saya ulang tahun hari ini. Saya pun menjawab « Oh iya. Makasih banyak, mba ! ». Ternyata setelah dipikir-pikir, dia tahu dari kartu Alfamart saya.

Lalu setelah semuanya dirasa siap, saya menonton TV sambil menunggu sahabat-sahabat saya datang. Sudah banyak ucapan ulang tahun lewat twitter, SMS, dan Facebook dari teman-teman, sahabat dan pacar saya. Salah satu ucapan yang paling manis tentu dari pacar saya yang romantis itu. He he. Dia bilang « Aujourd'hui c'est le printemps, c'est un jour où la nature va montrer sa beauté. C'est également un jour important car c'est l'anniversaire d'une personne que j'aime beaucoup, mon Koala je t'aime. Bon Anniversaire !! » Artinya adalah : « Hari ini adalah hari pertama musim semi, hari di mana alam akan menunjukkan keindahannya. Hari ini juga merupakan hari yang penting karena hari ini merupakan hari ulang tahun seseorang yang sangat aku cintai, Koalaku, aku mencintaimu. Selamat Ulang Tahun !! »

 
Hmm...dia selalu bisa membuat saya bahagia meskipun jarak yang sangat jauh memisahkan kami berdua. Selain itu masih banyak ucapan ultah lainnya yang sekaligus mendoakan saya yang dikirim sahabat-sahabat saya. Saya merasa sangat beruntung mempunyai sahabat-sahabat baik seperti mereka.

Setelah beberapa lama, sekitar jam 1an, Arsya dateng ke rumah. Akhirnya dia datang juga. Dia adalah sahabat yang susah untuk dihubungi, jadi begitu dia dateng saya langsung lega. Kami mengobrol dan menonton TV sembari menunggu yang lainnya datang. 2 jam kemudian Ulan dan Aryoso datang. Mereka membawa sesuatu dan menyurh saya membukanya tapi kemudian tiba-tiba Ulan menyuruh saya keluar dulu. Mereka bertiga menyiapkan sesuatu di kamar saya. Lalu Arsya menyuruh saya masuk. Dan ternyata mereka membawa kue ulang tahun, lengkap dengan lilin berangka 23. Mereka pun bernyanyi lagu ultah dan sebelum meniup lilin, saya berdoa dulu. Seperti biasa dengan kegokilan si Ulan, dia sempat-sempatnya bercanda dengan menirukan si Baim ketika berdoa, sehingga membuat saya tertawa. 

 
Setelah itu, kami pergi ke ruang tengah dan memotong kuenya. Ternyata itu cheese cake yang di atasnya bertaburkan stroberi. Potongan kue pertama saya kasih ke ibu. Lalu kami berempat menyicipi kuenya. Ternyata enak banget kuenya. Ulan bilang dia pilih kue itu karena dia tahu dari Friendster kalau saya sangat menyukai keju dan coklat. Kalau kue ultah coklat udah biasa makanya dia pilih yang keju. Ternyata so sweet juga J-Lo yang satu ini. Hehehe 
 
Sisa kue yang tidak habis saya simpan di kulkas. Beberapa lama kemudian saya dapet Gtalk dari Lau, dia bilang dia sudah pulang kerja dan ingin Skypé-ing dengan saya. Saya bingung karena sebentar lagi teman-teman dari Jatinangor akan segera sampai. Tapi akhirnya saya putuskan untuk menyalakan netbook dan online di Skype. Dia mengucapkan selamat ulang tahun secara langsung dan kami ngobrol, di sebelah saya ada Ulan yang juga ikut ngobrol dengan Lau. Tiba-tiba ada SMS masuk dari Gizca yang memberitahu bahwa mereka sudah sampai di Cicaheum. Jadi saya harus pergi menjemput mereka. Saya mengatakan ke Lau bahwa saya harus pergi menjemput mereka, Lau pun mengerti. Tapi tiba-tiba Arsya menawarkan biar dia saja yang menjemput Gizca dll, sehingga saya bisa terus Skype-ing dengan Lau. Akhirnya Arsya dan Aryoso yang menjemput mereka ke Cicaheum. Senangnya punya sahabat yang baik dan mengerti. Makasih banyak ya Sya !

Saya dan Ulan melanjutkan ngobrol dengan Lau. Beberapa menit kemudian terdengar suara ribut-
ribut di luar, ternyata mereka sudah sampai. Yang datang Gizca, Pipit, Uli, Sheira, Mela dan Bunga. Saya pun keluar dan membantu memegang anjing-anjing saya agar mereka bisa masuk ke rumah. Setelah masuk, mereka langsung ke kamar saya. Mereka lalu mengucapkan selamat ultah untuk saya secara langsung dan mereka memberikan kado. Karena saya masih ngobrol dengan Lau di Skype, mereka menunggu di kasur kamar saya dan setelah saya pamit dengan Lau, kami semua menuju ruang tengah, mengobrol sambil ngemil. Sahabat-sahabat saya ini baru pertama kali datang ke rumah saya. Saya sangat senang bisa memperkenalkan mereka ke sahabat-sahabat lama saya seperti Ulan, Aryoso dan Arsya. Mereka pun bisa nyambung dan akrab.

Sudah lewat dari jam 18.00 tapi Giby dan Nico belum datang juga. Ibu saya menyuruh dimulai saja makan-makannya, tapi saya merasa tidak enak untuk memulai dan meninggalkan Giby. Saya pun memutuskan untuk menunggu beberapa lama lagi. Tapi setelah setengah jam selanjutnya dia belum datang juga, saya memutuskan untuk dimulai saja makan-makannya. Semua masakan ibu saya di meja makan saya pindahkan ke ruang tengah dibantu teman-teman. Akhirnya kami pun mulai makan-makannya. Tiba-tiba Giby SMS kalau dia dan Nico sudah sampai di depan Indomart Padasuka. Saya pun langsung keluar rumah dan berlari untuk menjemput mereka. Wah ternyata Giby bawa kue ultah lagi ! Saya menyimpannya di kulkas dan mempersilahkan Giby dan Nico langsung makan. Setelah semua selesai makan, saya membagikan pudding buatan adik saya. Mereka bilang puddingnya enak. Lalu Giby menyuruh saya mengambil kue ultahnya. Wah...ternyata kuenya kue coklat ! Bagus banget hiasannya dan ada nama saya lagi ! Jadi terharu... Terus Giby menyalakan lilin yang juga berangka 23 dan saya kembali meniup lilin ultah untuk kedua kalinya. Setelah make a wish dan tiup lilin, lalu saya potong kuenya dan membagikan potongan kuenya. Potongan yang pertama juga untuk ibu saya. Lalu satu-satu saya bagikan potongan kuenya kepada sahabat-sahabat saya. 

Wah...benar-benar surprise semua kado dan kedua kue ulang tahun dari sahabat-sahabat saya ! Saya sangat bahagia dan terharu. Padahal mereka bisa datang ke rumah saya saja saya sudah senang. Kapan lagi bisa kumpul semua di rumah saya seperti ini. Ini merupakan salah satu ulang tahun terindah dalam hidup saya. Tuhan juga memberikan kado terindah-Nya untuk saya di tahun ini, yakni kesempatan masih bisa bernapas hingga detik ini dan sebuah gelar Sarjana Humaniora dengan nilai yang cukup memuaskan bagi saya. Alhamdulillahi rabbil alamin. Selain itu sahabat-sahabat saya yang baik ini juga merupakan hal terindah dalam hidup saya, saya sangat bersyukur masih bisa menjalin hubungan persahabatan yang baik dengan mereka selama bertahun-tahun ini, dan merekalah yang membuat ulang tahun saya kali ini juga menjadi menyenangkan dan tak kan terlupakan. Terima kasih banyak untuk semua sahabat saya. 


Terima kasih untuk kedua orang tua dan adik saya yang juga membuat hidup saya sangat berarti dan menyenangkan.

Tuesday, March 27, 2012

15 Maret 2012, Saya Sidang Skripsi dan Menjadi Sarjana!


Seminggu sebelumnya...
Saya, Mela, Bunga, Sheira dan Nene (Elia) sedang jalan kaki di gerbang UNPAD hendak keluar dari kampus. Tiba-tiba Sheira teriak : « Ayy, nih telepon dari Icha ! ». Lalu saya ambil handphone Sheira dan mendengarkan suatu kabar yang sangat mengangetkan bagi saya : « Rick, jadwal sidang kita dimajuin ! Jadi tanggal 15 ! », kata Icha. Perasaan saya bercampur aduk, sangat kaget sekaligus senang ! Ketika saya lihat handphone saya, ternyata ada miss called dari Icha. Saya kaget karena dua hari sebelumnya saya pasang status di Facebook « Ya Allah, semoga Kau memberikan kado terindah untuk ulang tahun saya di tahun ini. » Saya tersadar, mungkin itulah jawaban dari Tuhan.

Seharusnya saya dan Icha sidang tanggal 28 Maret tetapi dimajukan 2 minggu jadi tanggal 15. Saya lalu menyelesaikan dengan cepat semua bagian skripsi yang belum selesai seperti daftar isi, sinopsis, belum lagi ditambah revisian dari pembimbing kedua. Pada hari Jumat tanggal 9 Maret saya menyebarkan draft skripsi ke para penguji dan pembimbing saya. Bapak saya baik hati untuk bolos kerja demi mengantarkan saya ke Jatinangor karena masih ada syarat sidang yang harus saya urus, lalu ke rumah penguji di daerah Gede Bage dan ke rumah pembimbing di Tubagus Ismail. Kalau tidak ada dia, pasti saya akan lebih repot lagi.

Saya juga mengirimkan SMS ke semua sahabat saya, agar mereka mendoakan saya supaya sidang saya berjalan lancar. Dan saya merasa sangat beruntung mempunyai banyak sahabat yang baik yang merespon SMS saya, menyemangati saya dan mendoakan saya.

Hari Minggu saya membaca keseluruhan skripsi saya, ternyata masih banyak kesalahan penulisan dan penerjemahan dari bahasa Perancis ke Indonesia, hal itu membuat saya sangat stress dan hopeless. Belum lagi ada kesalahan-kesalahan lain yang saya lakukan akibat waktu yang mepet dan saya yang stress. Saya terus menyiapkan teori-teori untuk memperkuat argumen saya di sidang nanti. Saya tidak tahu sidang skripsi itu seperti apa... Menurut cerita dari senior sih ada yang bilang sidang itu cukup menyeramkan, tapi ada yang bilang biasa saja. Saya mencoba untuk terus berpikir positif dan pasrah. Hari Senin, saya baru selesai membuat slide PowerPoint untuk presentasi di sidang nanti.

H-1. Saya berusaha untuk tidak menyentuh draft skripsi. Seharian saya hanya berdoa kepada Allah SWT agar Dia berkenan membantu saya. Agar sidang saya berjalan dengan lancar. Ibu terus mengatakan kepada saya bahwa dia ingin nilai sidang skripsi saya dapat A dan itu membuat saya agak terbebani, saya hanya bisa bilang « Ibu doakan aja. » karena saya sangat tidak yakin akan dapat A dan melihat semua kesalahan yang saya lakukan, saya pasrah... Lalu ibu menjawab « Tentu aja ibu selalu doain kamu... »



Hari H. Kamis, 15 Maret 2012.
Pagi-pagi saya pergi ke sebuah toko kue untuk membeli beberapa kue. Lalu setelah itu saya pergi ke kampus dengan angkot. Jas yang ibu belikan saya tenteng, belum ditambah barang bawaan lainnya. Hati udah makin ga karuan. Deg-degan. Tapi di sisi lain, dukungan dari teman-teman dan sahabat-sahabat terus mengalir dari Twitter dan BBM. Hal itu membuat saya bersemangat dan sangat senang. Begitu sampai di Jatinangor, saya pergi ke kosan Sheira. Dia mau membantu saya membawa barang. Kemudian setelah itu, kami bertemu Icha dan kami bertiga pergi ke kosan Bunga. Di sana Icha ganti baju dan saya meminjam laptop Bunga untuk presentasi nanti.

Sekitar jam 12 kami pergi menuju kampus. Saya dan Icha bertemu Mexind di dekat Dekanat dan Mexind pun memfoto kami berdua. Setelah itu kami naik ke atas bertemu Bu Ermini, pengurus administrasi di jurusan Sastra Perancis. Dia membukakan pintu ruang sidang dan meminjamkan kami infokus. Mexind membantu saya dan Icha untuk menyiapkan laptop dan infokusnya. 

Ketika semuanya sudah siap kami tinggal menunggu waktu. Beberapa lama kemudian Arsya datang. Sahabat saya itu datang untuk memberikan dukungan, saya senang sekali dia datang. Beberapa lama kemudian Sheira, Bunga, dan Mela pun datang. Giliran pertama adalah Icha. Saya dan teman-teman menunggu di luar ruang sidang. Gizca, sahabat saya juga datang untuk memberikan dukungan. Icha di dalam satu jam setengah lebih ! Lama banget ! Saya menunggu dengan perasaan tak karuan.

Lalu giliran saya masuk. Saya memulai presentasi dengan bahasa Perancis. Ketika sedang menjelaskan, gara-gara nerveous tiba-tiba saya lupa bahasa Perancisnya suatu angka yang ada di slide saya. Pembimbing saya membantu dengan gerakan mulutnya, tapi saya tetap lupa. Beberapa detik kemudian saya ingat dan presentasi saya akhirnya selesai dan berjalan lancar. Sesi tanya jawab pun dimulai, pertanyaan pertama dengan bahasa Perancis, lalu setelahnya dengan menggunakan bahasa Indonesia. Saya berusaha untuk menjawab sebaik mungkin. Setelah semua pembimbing dan penguji mengajukan pertanyaan, sidang saya selesai dan saya dipersilahkan keluar.

Saya pun keluar dengan perasaan LEGA ! Sidang saya berjalan sekitar 45 menit dan ternyata tidak seseram yang saya pikirkan sebelumnya. Semua teman-teman bertanya kejadian di dalam seperti apa. Saya pun menceritakan dan beberapa menit kemudian dosen mempersilahkan saya dan Icha masuk. Katanya teman-teman lainnya juga boleh masuk. Akhirnya semua orang masuk ke ruang sidang untuk Yudisium dan mendengarkan hasil sidang skripsi saya dan Icha.

Inilah momen-momen yang menegangkan juga bagi saya. Ketika pemimpin sidang yang juga menjadi pembimbing saya sudah mengumumkan nilai Icha, saya makin deg-degan. Lalu akhirnya diumumkan bahwa saya mendapat nilai A untuk skripsi saya dan itu menjadikan IPK saya naik dan beliau bilang saya cumlaude. Rasanya GAK PERCAYA dan saya kaget. Saya sangat-sangat bersyukur kepada Allah SWT. Saya sempat berpikir bahwa mustahil saya bisa dapat nilai A, B saja sudah syukur dan saya juga sudah menyiapkan mental untuk penurunan IPK saya jika saya memang mendapat nilai B.

Tak terasa saya mengeluarkan air mata karena sangat terharu, bersyukur dan tak percaya. Saya langsung teringat ibu saya. Dia yang menginginkan saya dapat nilai A, dan berkat doa dia juga saya bisa mendapatkannya. Dengan semua pengorbanan ibu dan bapak saya agar saya bisa kuliah dan akhirnya tanggal 15 Maret 2012 ini saya lulus kuliah, menjadi sarjana dan dengan nilai yang cukup baik, saya harap kedua orang tua saya bisa senang dan bangga. Karena hanya inilah yang bisa saya berikan untuk mereka sebagai seorang mahasiswa. Saya pun sangat bahagia karena semua usaha dan kerja keras saya selama 4 bulan untuk menyelesaikan skripsi saya ini terbayarkan dengan indahnya. Setelah itu, saya, Icha, kedua pembimbing dan kedua penguji berfoto bersama. Bagi saya, ini adalah salah satu kado terindah dari Tuhan bagi ulang tahun saya pada tanggal 20 Maret 2012 ini. 



Saya kembali teringat ketika semester pertama, salah satu dosen saya menjelaskan sistem perkuliahan di jurusan saya ini dan saya sempat bertanya « Bagaimana untuk bisa lulus dengan cumlaude ? » beliau pun menjelaskan dan setelah menjalani perkuliahan, saya lupa dengan « satu kata » itu dan tak terpikirkan lagi di otak saya. Dihadapkan dengan realitas betapa sulitnya untuk lulus dari jurusan ini dan nilai-nilai saya di semester-semester awal banyak yang C, D, bahkan ada E nya juga ! Mungkin salah satunya diakibatkan saya kurang semangat karena pilihan pertama saya di SPMB adalah Hubungan Internasional Universitas Indonesia dan saya pun hingga tahun kedua masih mencoba untuk masuk STAN, salah satu sekolah impian saya.Tapi manusia hanyalah bisa berencana dan Tuhan-lah yang akan menentukan yang terbaik untuk kita. Saya benar-benar mengalami dan merasakan pernyataan itu. Setlah berjuang 9 semester, saya bisa merubah nilai-nilai saya yang jelek sehingga hanya tersisa « dua macam nilai » di transkrip saya. Saya juga tak pernah mengira saya bisa mendapatkan itu.

Kita hanya bisa berusaha, berdoa dan pasrah. Tuhan pasti akan memberikan yang lebih indah daripada yang kita minta. Dan saya akan terus melakukan itu untuk meraih mimpi-mimpi saya selanjutnya... Tetaplah berusaha sebaik mungkin yang dapat kita lakukan, meskipun cobaan terus datang, meskipun kekurangan terus menghambat, tapi teruslah berusaha ditambah berdoa dan yakin bahwa Tuhan akan membantu kita dari segala arah yang tak kan pernah kita duga sebelumnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...