Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Perancis

Musim Gugur di Perancis

Di Perancis, sekarang sudah memasuki musim gugur ( automne ). Cuaca dan temperatur udara mulai berubah. Saya suka musim gugur karena di luar, kita bisa melihat perubahan warna pepohonan. Daun-daun mulai menguning, mengering, lalu berjatuhan. Hanya di bumi bagian utara dan selatan kita bisa menemukan musim gugur. Warna pepohonan pun berbeda-beda, ada yang berwarna kuning, oranye, coklat, bahkan merah. AUTUMN 🍂 AUTOMNE 🍁 ___________ #autumn #fall #automne #igersfrance #vsco #vscocam #like4like #likeforlike #followforfollow #follow4follow #leaves #leaf #France #Prancis #Perancis #Europe #Eropa #Europa #travel #nature #fitfam #picoftheday #iphoneography #igersgironde #bdxlive #bordeauxmaville #Gironde A post shared by Ricky Mardiansyah (@rickymardiansyah) on Oct 27, 2017 at 6:24am PDT Adapun hal yang saya tidak suka di musim ini adalah suhu udara yang mendingin. Ketika musim panas, saya bisa merasakan suhu seperti di kota asal saya Bandung dan kami bebas berpa...

Akhirnya Lulus Master (S2) di Prancis

Tahun 2014 silam, saya menulis artikel blog berjudul " Perjuangan Dua Tahun Akhirnya Berbuah Manis: Beasiswa Eiffel! " dan sekarang dua tahun pun telah berlalu... Saya masih ingat di hari-hari pertama kuliah S2 di Bordeaux sini, saya masih merasakan jet lag. Rasa lelah yang masih melekat di badan, rasa kantuk yang cukup berat, tapi semua itu tak mengalahkan rasa antusiame saya untuk memulai tahun pertama sebagai mahasiswa S2. Awalnya saya berpikir bahwa saya mungkin saja tidak lulus tahun pertama karena pelajarannya cukup berat dan di bidang yang baru saya kenal. Maklum lulusan Sastra Prancis tapi sekarang belajarnya urbanisme Prancis, hukum lingkungan, pariwisata Prancis, dll. Di minggu-minggu pertama juga saya masih merasakan gegar budaya (culture shock) dan juga banyak istilah-istilah teknis yang tidak saya mengerti.  Tesis tahun kedua saya Perkuliahan di Prancis sangat jauh berbeda dibandingkan dengan pekuliahan di Indonesia. Di sini murid-murid lebih ditunt...

2 Years in France and Europe

Tak terasa, sudah dua tahun saya tinggal di Prancis untuk menuntut ilmu, melanjutkan sekolah ke jenjang master. Di sela-sela waktu kuliah, saya juga menyempatkan sebisa mungkin untuk menjelajah Prancis. Saya ingin bisa mengunjungi sebanyak mungkin kota-kota di Prancis, meskipun di sini ada lebih dari 30.000 kota. Salah satu kota yang saya kunjungi pada Januari 2016 adalah kota Paris. Terakhir kali saya mengunjungi Paris adalah tahun 2012. 4 Tahun yang lalu! :D  Selama dua tahun ini, alhamdulillah saya bisa berkunjung ke beberapa negara tetangga Prancis. Saya pergi ke Roma, Italia untuk melewati ulang tahun saya yang ke 26, ke Jenewa (Swiss), ke Barcelona (Spanyol), London (Inggris) untuk merayakan ulang tahun ke 27, dan ke Amsterdam sebagai tujuan liburan musim panas 2016. Saya juga menyempatkan ke Andorra, salah satu negeri terkecil di dunia yang terletak di antara Prancis dan Spanyol. Selamat menyaksikan!   Voila, mes aventures et mes voyages pendant ces 2 ans en Fra...

Jalan-jalan ke Carcassonne, Perpignan, dan Andorra

Semenjak tinggal di Prancis, saya ingin sekali mengunjungi negara Andorra. Ya, salah satu negara terkecil di dunia yang terletak di perbatasan Perancis dan Spanyol. Saya sangat penasaran dengan negara ini. Ingin tahu seperti apa bangunan-bangunannya, orangnya, makanannya, dll. Soalnya belum pernah sekalipun melihat di berita di TV mengenai negara ini.  Karena sekarang saya kuliah S2 di bidang pariwisata, sempet saya mengunjungi situs resmi pariwisata Andorra. Tentu saja di sana dipasang gambar tempat-tempat wisata yang keren dan indah. Buat orang Perancis sih Andorra terkenal sebagai tempat belanja. Kelebihan Andorra dibanding Perancis adalah di sana ga ada pajak yang besar seperti di Perancis, jadinya harga barang-barang jauh lebih murah. Banyak orang Perancis yang pergi ke Andorra buat belanja di perbatasan Andorra-Perancis kemudian mereka balik lagi ke Perancis tanpa menyempatkan buat jalan-jalan dan mengekplorasi Andorra. Mayoritas orang Perancis ke Andorra buat beli rok...

Gay Pride Bordeaux

Gay Pride, a parade that I watched on TV since long time ago... I'm curious how it is. And since I live in France now, I could attend the Gay Pride Bordeaux which took place on Saturday, 13th of June 2014.  There are many people, media said 6.000 persons, two trucks with music. We began the parade from Place Gambetta. I got new friend there! Quiet happy! :) She and me danced 3 hours non stop behind the Stereo Club truck. It's like we're doing sport thought! There, I just saw smiles, people danced, and a grand mother said hello to us and support us from a window of hospital! So touching.  The parade ended in Place de la Victoire. There, the music continued to play on. People continued to dance.  "If you're quiet, you're not living. You've got to be noisy and colorful and lively." (Mel Brooks)

My First Time At French Embassy

Setelah semua dokumen saya siap untuk pengajuan visa, saya memutuskan untuk langsung pergi ke Kedutaan Besar Perancis di Jakarta pada hari Selasa (19 Agustus 2014). Saya menggunakan travel di Bandung Town Square pada pukul 05.00 WIB. Hampir saja saya telat bangun! Sampai di Gerbang Tol Halim Jakarta pada pukul 08.30 dan mobil travel saya langsung dihadang kemacetan. Mobil saya tak bergerak sama sekali selama beberapa menit. Saya sangat kuatir kalau saya akan datang telat ke Kedutaan karena mereka bisa menerima pengajuan visa hanya dari pukul 08.00 sampai 10.00 WIB saja! Saya terus berpikir apakah saya bisa mengejar waktu untuk sampai di Menara BCA?! Tapi jalur kendaraan yang menuju ke Kuningan tidak bergerak sama sekali sedangkan jalur lain lancar. I really hate Jakarta's traffic jam! Saya tidak bisa membayangkan saya harus bekerja di Jakarta dan mengalami ini setiap harinya. Rambut saya bisa putih beruban karena stress! Haha. Saya BBM-an dan WhatsApp-an dengan bebe...

Perjuangan Dua Tahun Akhirnya Berbuah Manis: Beasiswa Eiffel!

Cerita sebelumnya :  http://bit.ly/BerburuBeasiswa Akhirnya saya harus menerima kenyataan bahwa tahun 2013 saya tidak dapat pergi ke Perancis untuk melanjutkan studi. Kesedihan dan tangisan tidak akan mengubah kenyataan. Saya harus move on ! Saya pun langsung mencari kerja. Yes, being a jobseeker ! Tapi saya tidak mau pekerjaan yang ada kontrak panjang misalnya setahun atau dua tahun! No! Saya masih menyimpan harapan untuk bisa kuliah di Prancis tahun 2014. Kalau saya dapat pekerjaan yang berkontrak panjang, tentu saya akan sulit untuk mencari beasiswa dan mewujudkan impian saya. Setelah apply pekerjaan ke beberapa perusahaan di Bandung. Dalam satu minggu alhamdulillah ada beberapa panggilan interview dan akhirnya saya diterima di dua tempat. Saya memilih untuk menerima pekerjaan di tempat yang dekat dengan rumah saya. Biar lebih gampang dan enak kerjanya. Hehe. Pengennya sih kerja di bidang pariwisata jadinya bisa nambah bagus CV buat kuliah S2 nanti tapi apa boleh buat, s...

Perjuangan Berburu Beasiswa

Sebelum lulus dari Sastra Perancis UNPAD pada tahun 2012, saya memang sudah berencana untuk melanjutkan kuliah di Perancis. Apalagi setelah mengunjungi negeri itu berkat memenangi lomba nulis dari NESO Indonesia, saya semakin ingin kuliah di Perancis. Tahun 2012 begitu lulus, saya langsung mendaftar program master profesional Management pariwisata ke Université Bordeaux Montaigne. Tapi karena satu dan lain hal, saya ditolak oleh universitas tersebut. Sang pemimpin program masternya menyarankan saya untuk mencari pengalaman dulu di bidang pariwisata dan meminta saya mendaftar lagi tahun depan. Kemudian saya pun magang di Museum Konperensi Asia Afrika Bandung selama tiga bulan. Di sana saya belajar banyak hal dan mendapat banyak teman juga. Pokoknya nyenengin banget magang di MKAA! Singkat cerita saya daftar lagi ke universitas itu tahun 2013. Setelah seleksi dokumen lolos, mereka pun mewawancarai saya melalui telepon. Beberapa bulan kemudian saya mendapat kabar bahwa saya d...

INTOUCHABLES, Touching and Funny!

Ketika Festival Sinema Perancis akan digelar di Bandung, saya mencari synopsis beberapa film Perancis yang akan diputar agar saya bisa menentukan ingin menonton film yang mana karena sepertinya saya hanya akan punya waktu untuk menonton satu film saja. Begitu membaca synopsis dan melihat trailer film Intouchables, saya langsung tertarik dan keputusan saya bulat bahwa saya akan menonton film ini. Sepertinya film yang lain yakni Comme Un Chef juga seru, tapi saya tetap lebih memilih Intouchables. Lalu saya menonton film ini di Trans Studio Mall XXI (Bandung Super Mall), tempat diselenggarakannya Festival Sinema Perancis 2013. Saya menonton dengan beberapa sahabat saya dan beberapa murid yang saya ajar bahasa Perancis di Museum. Bahkan di sana saya juga bertemu beberapa dosen kampus. Sebelum pemutaran film Intouchables, pihak Institut Français d’Indonésie (IFI) memutar film pendek Indonesia hasil kompetisi yang diselenggarakan IFI. Film pendeknya menurut saya cukup vulgar da...