Friday, August 29, 2014

Perjuangan Dua Tahun Akhirnya Berbuah Manis: Beasiswa Eiffel!

Cerita sebelumnya : http://bit.ly/BerburuBeasiswa

Akhirnya saya harus menerima kenyataan bahwa tahun 2013 saya tidak dapat pergi ke Perancis untuk melanjutkan studi. Kesedihan dan tangisan tidak akan mengubah kenyataan. Saya harus move on! Saya pun langsung mencari kerja. Yes, being a jobseeker! Tapi saya tidak mau pekerjaan yang ada kontrak panjang misalnya setahun atau dua tahun! No! Saya masih menyimpan harapan untuk bisa kuliah di Prancis tahun 2014. Kalau saya dapat pekerjaan yang berkontrak panjang, tentu saya akan sulit untuk mencari beasiswa dan mewujudkan impian saya.

Setelah apply pekerjaan ke beberapa perusahaan di Bandung. Dalam satu minggu alhamdulillah ada beberapa panggilan interview dan akhirnya saya diterima di dua tempat. Saya memilih untuk menerima pekerjaan di tempat yang dekat dengan rumah saya. Biar lebih gampang dan enak kerjanya. Hehe. Pengennya sih kerja di bidang pariwisata jadinya bisa nambah bagus CV buat kuliah S2 nanti tapi apa boleh buat, susah carinya di Bandung.

Saya pun menjalani pekerjaan itu selama tujuh bulan. Tempat kerjanya enak, bosnya baik-baik banget! Banyak pengalaman yang saya dapetin di sana. Makasih buat semua rekan kerja dan bos saya! ;) Pada bulan Januari 2014 saya dapat kabar bahwa pendaftaran Beasiswa Eiffel sudah dibuka. Program beasiswa unggulan Eiffel, diluncurkan pada Januari 1999 oleh Kementrian luar negeri Prancis dan Uni Eropa, dimaksudkan untuk mendukung perekrutan internasional oleh institusi pendidikan tinggi Prancis untuk menarik siswa asing unggulan agar dapat melanjutkan pendidikan pada tingkat Master, Insinyur ataupun Doktorat. Pelatihan di Prancis akan diarahkan pada tanggung jawab professional baik di sektor negeri maupun swasta. 

Peta penyebaran caon mahasiswa Indonesia di Perancis

3 kriteria yang diperhitungkan oleh Juri Beasiswa Eiffel adalah kandidat unggulan, politik internasional dari lembaga yang mewakili kandidat, dan Politik kerjasama dari kementrian luar negeri dan Uni Eropa dengan negara asal kandidat. Kita juga hanya bisa mendaftar Beasiswa Eiffel sekali seumur hidup! Jadi kalau sekali sudah pernah daftar dan gagal (ditolak) maka kita tidak bisa daftar lagi beasiswa ini. Buat yang pengen tau lebih lengkap tentang beasiswa itu, langsung aja klik link ini

Kita hanya bisa mendaftar Beasiswa Eiffel jika didaftarkan oleh universitas atau perguruan tinggi yang ada di Perancis. Belum tentu juga mereka mau repot-repot daftarin kita ke Campus France kan? Jadi sebelum saya minta didaftarkan Beasiswa Eiffel ke universitas Bordeaux Montaigne, saya buat CV, Lettre de Motivasion dan Projet Professionnel dengan sebaik-baiknya. Ada mungkin sampai 8 kali perubahan. Semua dokumen itu harus saya buat sesempurna mungkin karena kesempatan Beasiswa Eiffel hanya sekali seumur hidup. Setelah semuanya beres saya minta Prof penanggung jawab program master yang saya ambil untuk mendaftarkan saya ke Beasiswa Eiffel, alhamdulillah beliau mau.

Tiga hari sebelum penutupan pendaftaran Beasiswa Eiffel, saya kirim email lagi ke Prof itu untuk menanyakan apakah beliau sudah mendaftarkan saya ke Campus France Paris. Ternyata belum dan beliau lupa! Untungnya beliau sangat baik, dia berjanji hari itu juga bakal langsung menyelesaikan pendaftaran saya untuk Beasiswa Eiffel. Saya pun mengucapkan terima kasih. Setelah itu saya hanya bisa menunggu dan berharap yang terbaik. Toh saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk Beasiswa Eiffel.

Di tahun yang baru ini (2014) saya menaruh harapan yang besar untuk bisa mewujudkan impian saya, sekolah di Perancis. Entah ada hubungannya atau ngga tapi saya merasa angka 13 dalam tahun 2013 membawa kesialan bagi saya. Haha. Tapi seperti yang diajarkan oleh Islam, semua pasti ada hikmahnya. Saya jadi bisa bekerja dulu. Menikmati waktu dengan keluarga dan sahabat-sahabat saya. Maret 2014, saya genap berumur 25 tahun! Oh my...sedih rasanya tau umur ini sudah mencapai seperempat abad. Tapi orang-orang terdekat membuat ulang tahun saya begitu berkesan dan indah. Terima kasih keluargaku, sahabat-sahabat dan Lucas. 

Katanya beasiswa Eiffel akan diumumkan pada minggu tanggal 17 Maret 2014, 3 hari sebelum ulang tahun saya. Tapi ternyata diundur menjadi minggu tanggal 24 Maret 2014. Pada hari Kamis ketika saya sedang rapat sampai malam hari di kantor, saya dapat SMS dari seorang teman di Perancis. Dia bilang “Felicitations!”. Saya tak mengerti maksudnya apa. Kemudian saya tanya “Kenapa kamu bilang gitu?” Lalu dia jawab “Beritahu saya kalau kamu sudah selesai rapat.” Saya pun jadi ga konsen rapatnya. Pikiran saya langsung melayang kemana-mana... 

Sekitar pukul 21.00 WIB rapat selesai dan saya pun langsung pulang ke rumah. Di rumah dia menelepon saya dan dia bilang hasil seleksi Beasiswa Eiffel sudah diumumkan. Saya langsung menyalakan laptop dan menuju situs Campus France. Aplikasi saya termasuk ke dalam bagian Economie-Gestion. Saya unduh file PDF yang berisi nama-nama penerima beasiswa. Saya sangat tegang. Tapi saya sudah siap kalau saya gagal lagi. Saya juga realistis karena Beasiswa Eiffel ini sangat sulit dan selektif. Malah sebelumnya saya tak pernah berpikir bakalan ikut beasiswa ini. Saya baca nama-nama itu secara berurutan. Saya menemukan banyak sekali nama dari China, Brazil, India, dan nama-nama asing lainnya. Tak ada nama orang Indonesia... 

Kemudian saya terhenyak ketika dalam barisan huruf M terdapat nama belakang saya! Saya baca berulang-ulang, apakah itu benar nama saya?? Saya juga melihat nama depannya RICKY. Apakah itu saya? “Ah tidak mungkin...pasti ada orang lain yang mempunyai nama yang sama...” Pikir saya kala itu... Ya, saya begitu hopeless setelah menunggu dan berjuang selama ini... Menunggu adalah hal yang tidak mengenakkan, apalagi menunggu selama ini... Kemudian teman saya itu menggugah saya, “Itu kamu Ricky!! Felicitations! Saya seneng banget!” Saya semakin terkejut, air mata bahagia langsung mengalir tak terbendung. Saya pun sujud syukur. Terakhir kali saya sujud syukur adalah ketika saya memenangkan juara 2 lomba nulis NESO Indonesia yang berhadiah Summer Course ke Belanda tahun 2012 lalu.

My name is on the list!!!


Saya langsung panggil kedua orang tua saya. Saya perlihatkan daftar nama itu. Ibu dan bapak penasaran. Kemudian mereka juga terkejut dan sangat senang akhirnya saya dapat beasiswa juga. Mereka memberi saya selamat dan langsung memberi nasihat meskipun entah kapan saya akan berangkat. Semua ini tak lepas dari doa ibu saya yang selalu tahajud dan mendoakan saya. Terima kasih yang tak terkira untuk ibu dan bapak saya! 

Ya Allah, alhamdulillah. Terima kasih banyak. Akhirnya impian saya bisa terwujud... Pikir saya kala itu... Meskipun saya masih tak percaya bahwa nama di daftar itu benar-benar saya. Ini merupakan hadiah terindah untuk ulang tahun saya yang ke 25. Pada bulan April saya mendapat email dari Campus France Paris yang memberitahukan bahwa saya memang benar mendapat Beasiswa Eiffel! Saat menghadiri Seminar Keberangkatan yang diadakan Campus France, saya mendapat kabar kalau dari Indonesia penerima beasiswa Eiffel tahun 2014 hanya dua orang. Padahal tahun sebelumnya lebih banyak. Memang saat saya melihat file PDF yang berisi nama-nama penerima beasiswa Eiffel, daftar itu didominasi nama dari Tiongkok, Rusia, India, dan Amerika Selatan. 

Saya sangat bahagia dan lega karena saya tak harus lagi berjuang untuk mencari beasiswa dari Indonesia. Saya tak mendapat apa-apa dari Indonesia, malah pemerintah Perancis yang memberi saya beasiswa. Saya juga ingin ucapkan terima kasih kepada madame Ratri dan pada Alfredho di Campus France Bandung yang selama dua tahun ini membantu saya dan saya “recokin” terus. Hehe. 

Kemarin malam saat sedang melamun, iseng-iseng saya menghitung berapa sih uang yang saya dapatkan dari Beasiswa Eiffel ini... Saya terkejut melihat angka yang dikeluarkan kalkulator HP saya... Ternyata nilainya mencapai 440 juta rupiah untuk dua tahun studi Master. Nominal itu belum termasuk tiket pesawat PP, visa, dan asuransi kesehatan yang juga diberikan oleh Beasiswa Eiffel. Alhamdulillah. Merci beaucoup pour le gouvernement Français! :)

Di Kedutaan Besar Perancis @ Jakarta

Dream, believe and make it happen bukan hanya slogan Agnez Mo! LOL Tapi juga sudah dan selalu saya tanamkan dari dulu pada diri saya. Bukan hanya sekedar bermimpi, tapi juga mempercayai mimpi-mimpi kita dan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Seperti halnya saat tahun 2012 pergi ke Belanda, negeri yang sudah saya sukai sejak kecil. dan sempat juga berkunjung ke Belgia, Jerman, Perancis dan Spanyol. Hingga tahun 2014 ini, saat saya mendapatkan Beasiswa Eiffel yang membuat mimpi saya belajar di Perancis menjadi terwujud. So, never give up on your dreams!

Perjuangan Berburu Beasiswa



Sebelum lulus dari Sastra Perancis UNPAD pada tahun 2012, saya memang sudah berencana untuk melanjutkan kuliah di Perancis. Apalagi setelah mengunjungi negeri itu berkat memenangi lomba nulis dari NESO Indonesia, saya semakin ingin kuliah di Perancis. Tahun 2012 begitu lulus, saya langsung mendaftar program master profesional Management pariwisata ke Université Bordeaux Montaigne. Tapi karena satu dan lain hal, saya ditolak oleh universitas tersebut. Sang pemimpin program masternya menyarankan saya untuk mencari pengalaman dulu di bidang pariwisata dan meminta saya mendaftar lagi tahun depan.

Kemudian saya pun magang di Museum Konperensi Asia Afrika Bandung selama tiga bulan. Di sana saya belajar banyak hal dan mendapat banyak teman juga. Pokoknya nyenengin banget magang di MKAA! Singkat cerita saya daftar lagi ke universitas itu tahun 2013. Setelah seleksi dokumen lolos, mereka pun mewawancarai saya melalui telepon. Beberapa bulan kemudian saya mendapat kabar bahwa saya diterima di universitas itu! Saya sangat senang karena akhirnya saya diterima juga dan impian saya untuk bisa sekolah di Perancis sedikit lagi terwujud. Tapi perjuangan masih belum selesai. Saya masih harus mencari beasiswa!

Tahun 2013 saya hunting beasiswa kemana-mana. Mulai dari Beasiswa Unggulan dari Diknas, beasiswa LPDP, dan berkonsultasi dengan Campus France Bandung. Berbekal dengan Surat Penerimaan (Letter of Acceptance) dari Université Bordeaux Montaigne, saya datang langsung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta untuk menyerahkan secara langsung berkas pendaftaran Beasiswa Unggulan (BU). Panitia BU bilang kalau nanti bakal ada seleksi berkas dan kalau lolos, mereka akan menghubungi saya langsung. Saya pun pulang lagi ke Bandung.


Selain daftar BU, saya juga mencoba keberuntungan di beasiswa LPDP dari Kementrian Keuangan. Dokumen yang harus disiapkan lebih kompleks meskipun tidak terlalu sulit. Saya juga hanya mengunggah semua syarat lewat internet. Untuk beasiswa LPDP, ada dua seleksi: seleksi berkas dan wawancara. Alhamdulillah saya lolos seleksi berkas dan saya diundang untuk wawancara di Jakarta. Saya pun kembali pergi ke Jakarta. Peserta wawancaranya banyak banget dan kami akan diwawancara oleh 3 doktor dan atau professor! 3 lawan 1!

Sebelum masuk ruang wawancara, panitia LPDP mengecek kembali dokumen-dokumen kami. Mereka menanyakan kenapa surat rekomendasi saya tidak sesuai dengan format yang diminta. Ditambah surat rekomendasi itu dalam bahasa Prancis! :D Tapi akhirnya saya boleh ikut wawancara juga. Saya diwawancarai oleh 3 ibu-ibu doktor/profesor. Mereka baik-baik, ramah dan humoris, tapi pertanyaannya menjebak semua! Untungnya mayoritas dari pertanyaan itu bisa saya jawab. Tapi dari debat saya dan mereka, sepertinya mereka berpikiran proposal thesis saya sangat pro-Perancis dan tidak menguntungkan Indonesia. Padahal kan itu hanya proposal. Lagian saya juga bakal belajar di master profesional, bukan master recherche (penelitian).

Setelah melewati proses yang menegangkan itu saya pulang ke Bandung. Meskipun saya sangat berharap mendapatkan beasiswa itu tapi saya tak mau terlalu berharap banyak. Beberapa minggu kemudian hasilnya keluar dan saya pun tidak lolos beasiswa LPDP. Saya pun “mengetuk pintu” banyak pihak untuk meminta beasiswa. Mulai dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kirim surat ke Presiden SBY di Istana Negara, Kementrian Luar Negeri Prancis, sampai ke Presiden Prancis di Paris! Haha. Dan yang mengejutkan, mereka semua menjawab surat saya! Saya juga mengirim surat ke beberapa perusahaan besar Indonesia, tapi tidak ada balasan sama sekali.

Kemenparekraf menjawab kalau mereka tidak mempunyai anggaran untuk keperluan beasiswa. Presiden SBY diwakili oleh Sekretaris Negara menjawab dan menyarankan saya untuk ikut beasiswa LPDP. Kemenlu Prancis menyarankan saya untuk mencari beasiswa dari pemerintah Indonesia karena Pemerintah Prancis hanya menyediakan BGF (beasiswa Pemerintah Prancis) yang hanya menanggung visa, asuransi dan biaya universitas. Kemudian Presiden Prancis Francois Hollande menjawab akan menyampaikan masalah saya ke Kemenlunya. Haha

Akhirnya harapan saya satu-satunya adalah Beasiswa Unggulan dari Diknas. Dalam seminggu, 2-3 kali saya telepon mereka untuk menanyakan apakah sudah ada hasil seleksinya? Jawabannya: “Seleksi belum dimulai. Kalau ada hasilnya nanti akan kami beritahu langsung.” Dan kalian tahu apa? Sejak bulan April pertama kali saya daftar sampai bulan September pas perkuliahan di Prancis sudah dimulai, tidak ada kabar apa-apa dari panitia Beasiswa Unggulan. Entah apa beneran ada seleksi itu atau tidak. Dan akhirnya saya gagal pergi ke Prancis tahun 2013. Dengan sedih hati saya pun menulis email ke penanggungjawab program master itu untuk meminta maaf dan mengabarkan bahwa saya tidak dapat datang. Semoga proses Beasiswa Unggulan semakin baik lagi dan please jangan dikorupsi! Kasihan anak-anak bangsa yang ingin sekolah!

Profesor penanggung jawab program master itu agak kecewa karena mereka sangat selektif dan memilih tidak banyak mahasiswa berkewarganegaraan Prancis maupun asing. Mereka juga hanya memilih satu atau dua mahasiswa asing tiap tahunnya. Tapi mereka memberikan saya kesempatan. Surat penerimaan saya masih berlaku untuk tahun 2014 tapi dengan catatan jika saya mendapatkan beasiswa. Tahun 2013 menjadi tahun yang buruk buat saya. Impian saya serasa hancur dan tidak akan terwujud...


(To be continued...)

Cerita Selanjutnya: http://bit.ly/BeasiswaEiffel
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...