Saturday, September 25, 2010

Bandung Jadi Kota Kreatif se-Asia Timur!

SIAPA sangka, Kota Bandung akan menjadi titik sentral pada perkembangan ekonomi masa depan yang berbasis industri kreatif. Setidaknya, tak hanya menjadi barometer bagi kawasan Indonesia, tetapi juga kawasan Asia Timur.



Hal tersebut berawal dari pertemuan internasional kota berbasis ekonomi kreatif, yang dilaksanakan di Yokohama Jepang pada akhir Juli 2007. Pada pertemuan itu, Bandung memperoleh penghargaan sekaligus tantangan, dengan terpilih sebagai projek rintisan (pilot project) kota kreatif se-Asia Timur.

Pemilihan Bandung sebagai kota percontohan bukanlah tanpa alasan, mengingat dalam 10 tahun terakhir, industri kreatif di Bandung menunjukkan perkembangan signifikan dan memengaruhi tren anak muda di berbagai kota.

Perkembangan tersebut menjadi daya tarik bagi para pelaku ekonomi kreatif di dunia, sehingga melalui projek percontohan ini, Bandung diharapkan mampu memopulerkan semangat kota kreatif di dunia global.

Projek yang bernama "Bandung Creative City" (BCC) itu direncanakan berjalan selama tiga tahun mulai Agustus 2008. "Rencananya, pada bulan Agustus nanti kota ini akan dikunjungi 140 pelaku ekonomi kreatif dari berbagai negara," ujar Ridwan Kamil, salah seorang perancang BCC pada Bandung Creative City Workshop di Auditorium Rosada Balai Kota Bandung, Jumat (2/5).

Ia menjelaskan, untuk mempersiapkan BCC sekaligus kedatangan para pelaku ekonomi kreatif tersebut, Kota Bandung perlu berbenah diri dan menggali seluruh potensi yang dimiliki.

"Pada dasarnya, Bandung bisa diklaim sebagai kota yang sudah memiliki banyak potensi dan paling siap dalam merespons gelombang ekonomi," ujarnya.

Hal ini karena potensi yang dimiliki Bandung belum tergali secara maksimal. "Talenta muda yang berlimpah, jumlah perguruan tinggi yang mencapai 5o, kemudahan mengakses teknologi, dan karakteristik masyarakat yang terbuka akan perbedaan dan perubahan, mampu memacu dan mendukung generasi mudanya untuk lebih berkreasi dan terjun ke dunia usaha," tutur Ridwan.

Hanya, menurut dia, saat ini belum ada langkah strategis dan politis dari pemerintah kota untuk menjadikan Bandung sebagai pemain utama dalam persaingan global di sektor ekonomi kreatif. "Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan penuh dari pemkot, seperti pemberian izin menyelenggarakan acara dan penyediaan creative center yang bisa difungsikan untuk mendukung kreativitas kota ini," katanya.

Selain itu, Ridwan juga mengatakan, diperlukan ruang publik dan infrastruktur fisik kota yang berkualitas. "Perencanaan dan perancangan kota yang inovatif dan responsif akan menjadi peluang pembangunan ekonomi," ucapnya.

Hal ini direspons positif Wali Kota Bandung Dada Rosada yang mengatakan, untuk saat ini yang diperlukan adalah implementasi dan tindakan nyata. Bukan sekadar usulan atau berhenti pada tataran konsep. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mengeluarkan Surat Keputusan Wali Kota mengenai pembentukan tim yang menangani projek BCC.

Dada mengatakan, banyak hal yang harus ditata jika ingin Bandung benar-benar menjadi kota jasa yang kreatif. Tidak hanya mempermudah pemberian izin, dia pun akan membenahi infrastruktur yang ada sehingga memadai. Salah satunya, dengan pembangunan dan perbaikan jalan. "Bagaimana bisa menjadi kota jasa jika masih banyak ruas jalan yang rusak dan kemacetan terjadi di mana-mana," ujarnya.

Namun, dia mengatakan, hal tersebut akan dilakukan secara bertahap. Hal terdekat yang akan dilakukan adalah penataan taman kota yang selain indah dilihat juga aktif digunakan oleh masyarakat. "Caranya, dengan membuat kursi yang memiliki dua fungsi, yaitu sebagai tempat duduk dan saat tidak digunakan menjadi benda seni yang indah dipandang," ujarnya.

Selain itu, penataan halte juga menjadi sasaran untuk mendukung projek BCC. Dada mengharapkan agar halte-halte yang ada dilengkapi dengan informasi jalan dan rute kendaraan umum. (Mega Julianti/Yulistyne)***




Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/index....etail&id=21223

Mencari Paris di Bandung

Kota Bandung adalah kota wisata yang mempunyai beberapa julukan, antara lain adalah Kota Kembang, Bandung Lautan Api dan Parijs van Java. Dengan beberapa julukan inilah yang menjadikan nama Bandung tidak asing dalam kancah nasional maupun internasional. Bandung menunjukkan taringnya dalam perjuangan Indonesia dengan julukannya yang terkenal sebagai Bandung Lautan Api dan dalam sejarah perdamaian internasional, Bandung juga turut andil dengan menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika. 

Dari semua sejarah yang ada, yang paling membekas adalah julukan yang diberikan oleh pemerintah kolonial Belanda kala itu kepada Bandung sebagai Parijs van Java. Remy Silado juga turut mengambil bagian dengan memberikan judul Parijs van Java dalam novelnya yang berlatar belakang kota Bandung kala pemerintahan kolonial Belanda. Dalam novel tersebut, cukup apik digambarkan situasi Bandung pada tahun 1920-an sebagai latar belakang kisah yang ditampilkan oleh Remy Silado. Sebenarnya apa yang mendasari pemerintah kolonial Belanda kala itu menjuluki kota Bandung sebagai Parijs van Java yang berarti Bandung adalah Paris yang ada di Jawa ?

Seperti yang telah diketahui bersama bahwa kota Paris tidaklah asing lagi di dunia sebagai kota yang penuh keindahan. Sebagian besar penduduk dunia memimpikan untuk bisa berkunjung di kota yang terletak di benua Eropa ini. Paris, ibukota Perancis yang dibangun di tepi sungai Siene ini terkenal sebagai ‘Kota Bertaburan Lampu’ (la Ville Lumière). Paris adalah tujuan wisata terkemuka sejak dahulu kala. Kota ini dikenal dengan arsitektur bangunannya yang indah, pengaturan kota dan jalan-jalan besarnya, dan juga koleksi museum-museumnya. Menara Eiffel dan Katedral Notre Dame adalah salah satu tujuan wisata disana dan sangat sering digunakan sebagai latar belakang pembuatan film. Di Indonesia sendiri pernah ada film remaja yang mengambil latar belakang Menara Eiffel, kalau masih ingat filmnya berjudul “Eiffel I’m in Love”. Sebegitu raksasanya keindahan Paris sehingga sangat mengesankan sekali bahwa pemerintah kolonial Belanda bisa menemukan kota Paris di pulau Jawa yang tidak lain hanya ditemukan di kota Bandung.

Secara geografis kota Bandung berada di tengah-tengah propinsi Jawa Barat yang terletak pada ketinggian ±768 m di atas permukaan laut rata-rata (mean sea level). Berada di antara pegunungan dan menempati dataran tinggi membuat Bandung memiliki hawa yang sejuk. Pada tahun 1810 Gubernur Jendral Daendelslah yang pertama kali mematok pusat kota Bandung di tepi Sungai Cikapundung yang berseberangan dengan alun-alun sekarang. “Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!” (Usahakan, bila aku datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun!”). Sekarang tempat itu menjadi titik pusat atau KM 0 kota Bandung (di beberapa referensi menyebutkan bahwa pendiri kota Bandung bukanlah Daendels melainkan Bupati kala itu yaitu RA. Wiranatakusumah II). Dari titik pusat itulah kemudian pembangunan Kota Bandung mulai berkembang hingga sekarang.



Hawa yang sejuk dan masih alami kemungkinan merupakan dasar yang kuat mengapa Bandung dijuluki Parijs van Java kala itu. Konsep pembangunan kota juga memikirkan keindahan arsitekturnya untuk mendekati seperti julukannya. Bangunan tua berarsitektur Belanda masih dapat dilihat hingga sekarang; Gedung Sate, Gedung Savoy Homan, Gedung Merdeka, Observatorium Bosscha adalah beberapa contohnya. Belanda kala itu memang tidak main-main terhadap julukan Parijs van Java kepada kota Bandung, mereka berusaha memindahkan Paris ke Bandung. Julukan Parijs van Java pun melekat kepada Bandung, entah siapa yang pertama kali mencetuskannya. Mulailah berbondong-bondong masyarakat dari kerajaan Belanda mulai mendatangi Bandung untuk sekedar menikmati keindahan Parijn van Java atau bahkan mencintai dan hidup di Bandung dengan mendirikan rumah-rumah atau vila-vila bergaya arsitektur Belanda di seputaran Bandung. Pada saatnya nanti, mereka akan kembali lagi ke negerinya karena alasan keamanan akibat perang perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain itu diyakini juga bahwa dayatarik mojang-mojang asli Bandung yang geulis-geulis juga menjadi alasan mengapa Bandung mendapat julukan ini. Untuk hal ini ada kiasan yang mendukungnya “Seandainya ada 10 orang gadis Bandung, maka yang cantik adalah 12 orang” Hehehe… Saking melimpahnya kecantikan mojang Bandung maka kecantikannya melebihi dari jumlah orangnya

Bandung saat ini telah banyak mengalami perubahan semenjak pertama kali julukan Parijs van Java disandangnya. Kesan udara sejuk, segar, permai dan alami mulai luntur dengan hiruk-pikuk perkotaan yang menebarkan polusi di sana-sini. Hutan kota mulai digantikan dengan factory outlet, mall, kos-kosan maupun penginapan. Tetapi ditengah kompleksnya pertambahan jumlah penduduk dan berbagai macam masalah sosial dan ekonomi yang melanda negeri ini, pemerintah kota masih tetap berusaha mempertahankan keberadaan Paris di kota Bandung. Di beberapa sudut kota dikembangkan konsep Citywalk, yaitu tata kota yang memberikan penghargaan tinggi kepada pejalan kaki dengan menyediakan trotoar yang lebar dan bersih serta ditanami pepohonan di pinggir jalan untuk menaungi agar tidak terlalu panas saat berjalan di terik matahari. Konsep citywalk ini salah satunya bisa ditemui di sepanjang Jalan Braga. Gedung-gedung tua berarsitektur Belanda dipelihara dengan baik dan dimanfaatkan untuk dijadikan perkantoran tanpa mengubah sedikitpun tampilan asli gedungnya walaupun dengan pembenahan di sana-sini. Beberapa pertokoan masih banyak yang menggunakan nama Parijs van Java sebagai rasa bangga terhadap julukan itu. Mojang-mojang Bandungpun masih geulis-geulis dan makin terlalu percaya diri menunjukkan kegeulisannya pada kaum adam. Setidaknya bikin Bandung tambah sejuk di mata bagi kaum adam … 


 Ternyata pemerintah kota Bandung tidak main-main dengan tetap mempertahankan Paris di Bandung karena di sebelah Utara kota Bandung didirikan mega plaza yang luas bin megah dengan gaya arsitektur yang aduhai. Di dalamnya memuat konsep citywalk pada lantai satu dan bukan bertingkat ke atas tetapi ke bawah menjual kebutuhan hidup tersier yang jet zet. Bagian depannya merupakan deretan kafe tempat kongkow yang asyik bagi semua generasi dan disambut hiburan musik tiap malam minggu membuatnya selalu ramai dikunjungi. Mega plaza yang luas bin megah serta aduhai itu diberi nama Paris Van Java…

Source: http://iwantolet.wordpress.com/2008/05/25/mencari-paris-di-bandung/#comment-419 

Bandung's 200th Anniversary!

  
SELAMAT HARI JADI KOTA BANDUNG KE-200
Semoga Bandung tambah maju, semakin cantik, semakin nyaman untuk ditinggali, dan semakin sejahtera
Bandung BERMARTABAT (Bersih, Makmur, Taat, Bersahabat)


BANDUNG
25 September 1810-25 September 2010



Friday, September 24, 2010

Facts about BANDUNG

* Biji kopi yang dulu dikenal di dunia barat sebagai JAVA awalnya berasal dari perkebunan kopi di lereng selatan Gunung Tangkuban Perahu

* BMC (Bandoengsche Melk Centrale), Koperasi susu pertama di Indonesia, berawal dari usaha peternakan sapi di Pangalengan, Lembang, dan Parongpong pada awal 1900-an

* Lima puluh persen tekstil di Indonesia aat ini berasal dari Bandung dan sekitarnya (pada tahun 1933 pemerintah Hindia Belanda mendirikan industri tekstil di Bandung)

* Julukan Parijs van Java awalnya diciptakan oleh Roth, seorang warga Bandung keturunan Yahudi sebagai slogan untuk mempromosikan dagangannya di Pasar Malam Tahunan / Jaarbeur tahun 1920

* Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, kuliah di jurusan arsitektur ITB di tahun 1921-1926

* Aktor film bisu Hollywood yang terkenal, Charlie Chaplin pernah berkunjung ke Bandung sebanyak 3 kali(1927, 1935 dan 1962)

* Masjid Cipaganti (1933) adalah satu-satunya masjid di Bandung yang dibangun oleh orang Belanda yang pro probumi, Wolff Schoemaker, maestro arsitek Bandung jaman kolonial

* Museum Geologi (1929) adalah museum geologi terlengkap se-Asia Tenggara dengan 250.000 koleksi batuan dan mineral dan sekitar 60.000 koleksi fosil dan lain-lain

* Gedung Sate (1920-1924) sempat dijuluki bangunan kolonial termegah di Indonesia pada tahun 1950-an dan 6 bulatan di "tusuk sate"nya melambangkan 6 juta gulden yang dihabiskan untuk membeli lahan dan membangun gedung
 
* 90% kina di dunia dihasilkan di Bandung (1939)

 * Bandung berada di urutan 26 dari 40 Kota Terbaik di Asia dalam hal pelestarian pusaka (Kota Fukuoka di Jepang ada di nomor 1, jakarta no 28, dans Surabaya 35, versi majalah Asiaweek tahun 2000

* Bandung berada di urutan 9 daftar negara dengan arsitektur Art Deco terbanyak di dunia (versi Globetrotter tahun 2001 - hanya 1 tingkat diatas kota kelahiran Art Deco sendiri, yaitu Paris


Bandung Air Show Dorong Pariwisata

BANDUNG, KOMPAS.com — Kegiatan Bandung Air Show dan Creative Expo yang diselenggarakan pada 23-26 September ditargetkan ikut mendongkrak angka kunjungan wisatawan dan menaikkan potensi perdagangan di Kota Bandung. Kegiatan yang digelar dalam rangka peringatan 200 tahun Bandung ini menyinergikan potensi dirgantara Kota Kembang dengan kreativitas warganya.

Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, seusai membuka kegiatan, Kamis (23/9/2010) di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Husein Sastranegera, Bandung, mengatakan, kegiatan ini digelar untuk makin mengenalkan potensi Kota Bandung sebagai kota kreatif dan kota wisata.

"Kegiatan ini juga makin berwarna karena dilengkapi dengan pameran kedirgantaraan. Tidak hanya sebagai kota wisata, Bandung juga akan dikenal sebagai kota dirgantara karena di sini terdapat perusahaan pembuat pesawat terbang nasional, PT Dirgantara Indonesia," ujarnya.

Produk yang dipamerkan, antara lain, makanan dan jajanan khas, pakaian, serta kerajinan. Tiga tenda berukuran besar dibangun di pelataran Lanud Husein Sastranegara untuk memamerkan produk-produk tersebut. Selain itu, ada lebih dari 20 stan lain didirikan di luar tenda utama.

Secara khusus, Ayi mengapresiasi kesediaan Lanud Husein bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung menyelenggarakan kegiatan ini. Dengan kegiatan ini, Lanud Husein semakin terbuka dan bisa diakses publik Bandung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung Priana Wirasaputra mengatakan, pariwisata menyumbang 60 persen dari total pendapatan asli daerah Bandung sebesar Rp 200 miliar. Dalam sehari ia mencatat ada 300.000 wisatawan mancanegara dari Malaysia dan Singapura yang memasuki Bandung melalui jalur udara. Angka itu belum termasuk wisatawan dari negara lain yang mendarat di Jakarta dan menuju Bandung lewat jalur darat.

Akrobatik

Acara ini juga diisi dengan pameran dan aksi akrobatik 137 pesawat, baik jenis pesawat militer, sipil, olahraga, maupun aeromodelling. Pesawat yang beratraksi pada pembukaan kemarin ialah Superpuma, N-250, CN-235, Fokker 27, dan Hawk 100/200.

Ribuan pengunjung yang memadati pembukaan acara ini pun tampak kagum setelah sejumlah pesawat lepas landas dan terbang rendah. Sebagian besar pengunjung ialah siswa dari berbagai sekolah. "Pada hari pertama ini jumlah pengunjung belum mencapai 10.000 orang. Namun, kami perkirakan angka pengunjung akan terus meningkat," kata Kolonel (Pnb) Acep Adang Supriyadi, Komandan Lanud Husein Sastranegara.

Ia mengatakan, selain mendukung program pariwisata Kota Bandung, kegiatan ini menjadi wadah pengembangan potensi kedirgantaraan nasional. Acara ini juga mendukung aspek lain dari kedirgantaraan, misalnya untuk pendidikan, ilmu pengetahuan, dan olahraga.


SUMBER: http://travel.kompas.com/read/2010/09/24/15581179/Bandung.Air.Show.Dorong.Pariwisata 

Bandung Air Show 2010


BANDUNG, KOMPAS.com — Bandung Air Show 2010 yang diadakan 23-26 September 2010 akan dibuka dengan penerbangan perdana pesawat tempur F-16 yang akan melintas di arena pertunjukan Lanud Husein sesaat setelah acara dibuka pukul 09.00, Kamis (23/9/2010). Pesawat F-16 ini diterbangkan langsung dari Madiun dengan rencana penerbangan satu flight saja.

Tidak hanya pesawat tempur Falcon, penyelenggara juga turut menyertakan aksi pesawat tempur Hawk yang diberangkatkan langsung dari Bandara Halim Perdanakusuma. "Untuk Hawk, yang sudah pasti flight itu ada tiga pesawat," kata Danlanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Asep Adang Supriyadi, Selasa (21/9/2010).

Selain penampilan dua pesawat ini, acara Bandung Air Show juga dimeriahkan oleh atraksi terjun payung yang melibatkan 30 personel dari berbagai kesatuan, yaitu dari TNI, seperti Paskhas, Marinir, dan Kopassus; Polri; serta dari FASI. "Masing-masing satuan akan mengirimkan 5 personel," terang Asep.

Saat ini, di area Lanud telah berdiri tenda-tenda untuk menampilkan kerajinan atau home industry asal Kota Bandung. "Ya selain menampilkan aneka model pesawat, nanti juga ada stan-stan dari BUMN, industri strategis, seperti Pindad, Lapan, dan lain-lain," katanya. (Tribun Jabar/set)


Sumber: http://travel.kompas.com/read/2010/09/21/22391816/Aksi.F.16.di.Pembukaan.Bandung.Air.Show

Wednesday, September 22, 2010

A Quoi Ça Sert L'Amour (Lyric)


A quoi ça sert, l'amour ?
On raconte toujours
Des histoires insensées
A quoi ça sert d'aimer ?

L'amour ne s'explique pas !
C'est une chose comme ça !
Qui vient on ne sait d'où
Et vous prend tout à coup.

Moi, j'ai entendu dire
Que l'amour fait souffrir,
Que l'amour fait pleurer,
A quoi ça sert d'aimer ?

L'amour, ça sert à quoi ?
A nous donner d'la joie
Avec des larmes aux yeux…
C'est triste et merveilleux !

Pourtant on dit souvent
Que l'amour est décevant
Qu'il y a un sur deux
Qui n'est jamais heureux…

Même quand on l'a perdu
L'amour qu'on a connu
Vous laisse un gout de miel -
L'amour c'est éternel !

Tout ça c'est très joli,
Mais quand tout est fini
Il ne vous reste rien
Qu'un immense chagrin…

Tout ce qui maintenant
Te semble déchirant
Demain, sera pour toi
Un souvenir de joie !

En somme, si j'ai compris,
Sans amour dans la vie,
Sans ses joies, ses chagrins,
On a vécu pour rien ?

Mais oui! Regarde-moi !
A chaque fois j'y crois !
Et j'y croirait toujours…
Ça sert à ça l'amour !

Mais toi, tu es le dernier !
Mais toi' tu es le premier !
Avant toi y avait rien
Avec toi je suis bien !

C'est toi que je voulais !
C'est toi qu'il me fallait !
Toi que j'aimerais toujours…
Ça sert à ça l'amour !


Apakah Itu CInta? / A Quoi Ça Sert L'Amour?

Banyak orang tak percaya cinta, 
banyak orang membenci cinta, 
banyak orang menunggu cinta 
dan banyak yang lainnya percaya akan cinta 
dan mungkin lebih banyak orang lagi yang menderita karena cinta... 

Setiap orang mempunyai definisi tersendiri tentang cinta... 
Bagiku, cinta itu kadang sangat menyenangkan dan kadang sangat menyakitkan, namun itulah cinta... 
Aku termasuk orang yang percaya cinta dan aku percaya suatu hari aku akan bahagia karena cinta dengan orang yang aku cintai dan mencintaiku... :)
"Apakah cinta itu?" Mungkin untuk sedikit mengetahui jawabannya, lihatlah video klip dari seorang penyanyi Perancis ini, Edith Piaf, yang berjudul "A Quoi Ça Sert L'Amour" 
Setiap aku melihat video ini, aku langsung tersentuh... 
Karena sangat menggambarkan perjalanan cinta yang cukup universal, liriknya bermakna cukup dalam dan video ini mengingatkanku kepada seseorang...


Before Our Class Begin, We Had Fun A Little Bit :)

Foto-foto dulu sambil nunggu Sheira dateng... Hehe
The Newest Photo of Ricky ^^
Ricky & Bunga @ Universitas Padjadjaran
Ricky & Mela. Selamat ya Bu akhirnya pake kerudung juga... Semoga bisa terus pake selamanya :)


Jatinangor, 21 September 2010
Sebelum kami ada kelas Sintaksis, kami foto-foto dulu di tempat nunggu angkot kampus kami yang baru... :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...