Sunday, May 23, 2010

Tu es mon etoile...


Dans la nuit, l'ombre couvre la terre
Il n'y a que l'obscurité
C'est pas suffisant de la lumière
Mais il y a de toi dans ma pensée

Tu es un étoile d'après moi
Qui éclaire le coeur de moi
Bien que je ne peux pas te toucher
Mais tu es fidèle de m'accompagner

Quand je peux te tendre la main?
Combien de temps je dois attendre?
Pour avoir une vie comme dans un roman
Avec toi pour me comprendre

Je veux que notre histoire est immortel
Roméo-Julliet comme le modèle
La distance n'est pas un obstacle
Pour avoir un amour comme un spectacle

Friday, May 14, 2010

Perasaan Tak Bisa Disalahkan

tak ada kata terlambat untuk mencintai
tak ada kata terlambat untuk menyayangi
karna hati tak bisa diatur
karna perasaan kadang tak teratur

perasaanku tak kan hilang
meski kau ada yang memiliki
karna rasa ini tak dpt kubuang
aku akan terus mencintai

jangan salahkan keadaan
tak usah ungkit masa lalu
melihatmu bahagia adlh yg ku inginkan
dan kau kan selalu ada dihatiku

Dalam Keterbatasan


12 Mei 2010

Pagi ini... Dalam perjalananku ke tempatku menuntut ilmu, ku melihat dari dalam bis, keadaan di luar... Ku melihat orang-orang memulai pekerjaannya. Ada yang tukang kayu, pembuat mebel, montir bengkel, tukang sapu jalan, ibu2 penjual surabi, satpam, penjual makanan, dll. Aku jadi berpikir, apakah pekerjaanku di masa depan nanti? Aku masih belum tahu... Mungkin mereka pun tak menginginkan pekerjaan itu, tetapi keadaan dan keterbatasan yang membuat mereka melakukan pekerjaan2 itu. Bahkan aku melihat di TV ada seorang sarjana yang bekerja menjadi petugas kebersihan di sebuah Pemda di Sumatera! Tetapi semua itu pekerjaan yang halal dan tak bisa kita anggap remeh juga. 

Aku senang mereka masih berusaha melakukan pekerjaan-pekerjaan yang halal. Untuk apa menjadi anggota DPR dan pejabat negara tetapi mereka korupsi jutaan, ratusan juta, milyaran, dan bahkan triliunan rupiah! Di mataku, mereka jauh lebih rendah daripada pencuri ayam yang dipukuli warga dan dia mencuri karena kelaparan! Para pekerja itu adalah rakyat kecil yang kadang (baca: selalu) tertindas oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Contohnya menaikkan TDL, BBM dan harga sembako. Merekalah yg paling merasakan dampaknya. Dan aku pun tak tahu dengan masa depan dan kehidupanku di masa depan. Apakah aku akan seperti mereka? 

Tapi cita-citaku yang terbesar adalah aku ingin bisa ikut membantu membangun negeri ini, membantu menyejahterakan rakyat kecil, tapi aku tak yakin aku bisa melakukan itu di masa depan dengan semua keterbatasanku saat ini. Aku sangat sedih jika di siaran berita di TV-TV nasional, isinya hanya tentang keburukan dan kesedihan di negeri ini. Pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, korupsi, para pejabat korup, kelaparan, rakyat kecil yang ditindas, rakyat kecil yang menderita penyakit berat tetapi mereka tidak punya uang utk berobat, dll.

Yang paling membuatku sedih adalah rakyat kecil yang kelaparan, sampai mereka makan nasi aking, bahkan banyak yang busung lapar, sedangkan para pejabat menikmati uang ratusan juta/milyaran rupiah hasil korupsi tetapi mereka bebas dari jerat hukum! Aku juga bukan manusia sempurna, kadang aku pun tidak bersyukur dengan makanan2 yang ada di rumah. Kadang aku menggerutu karna ibu memasak makanan yang tidak aku sukai. Aku salah, aku harus bersyukur! Aku hanya dapat berharap agar rakyat kecil di Republik ini lebih sejahtera di masa mendatang.

Harapan yang Nyata

Aku tak ingin kau hanya sekedar harapan
Sekedar impian yang membuatku bahagia sesaat
Tapi ku berharap kau adalah cinta yang nyata
Cinta yang menjadi kekuatan hidupku
Singkirlah semua ketakutan dan keraguanmu
Aku ingin menjadi cinta sejatimu
Cinta yang selama ini kau cari
Yang selama ini kau tunggu
Cinta yang bisa kau harapkan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...